Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Terciduk


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan malam, bunda mengajak mereka duduk di ruang tamu untuk berkumpul bersama. Mereka duduk di sofa, bunda duduk bersebelahan dengan om putra dan Ken duduk bersebelahan dengan Andre.


"Bagaimana kabar papamu Ken?" tanya Om Putra membuka pembicaraan.


"Papa sehat Om, tapi sekarang lagi di luar negri untuk perkembangan bisnisnya." jawab Ken apa adanya.


"Papamu memang gila kerja dari dulu" ucap Om Putra.


"Jadi kamu kerja dimana sekarang Ken?" lanjut Om Putra.


"Ken buka Ruko kecil kecilan om, jual fashion dan acsesories cewek gitu la. " jawab Ken merendah.


"Emmm... Kamu memang dari kecil suka banget koleksi acsesories. Ternyata ga berubah sampek besar." sahut bunda Tama.


"Kenapa kamu gak kerja di perusahaan Papamu? Apa kamu mau kerja di perusahaan Om saja, jadi kamu bisa tinggal di sini terus." bujuk bunda Tama.


"Sebenernya Ken kurang tertarik kerja kantoran bun. Terlalu ribet dan bikin pusing." ucap Ken.


"Namanya juga kerja. Jangankan kerja, lo tidur kelamaan juga bisa bikin kepala pusing." Omel Andre. Ken langsung memonyongkan bibirnya.


Jam telah menunjukan pukul 9:30 WIB, Bunda dan om Putra pamit ke kamar untuk istirahat lebih awal. Tapi tidak dengan Ken dan Andre yang masih asik menonton siaran televisi. Lebih tepatnya Ken menonton TV dan Andre sibuk dengan layar handphonenya.


Karena telah bosah, Andre beranjak dari sofa. Sebelum dia melangkah ke kamar, Andre melirik Ken yang tengah tertidur dengan pulasnya.


"Dasar ni anak... Tidur kok sembarangan." Gerutu Andre sambil mengangkat Ken ke kamarnya. Kamar ken terletak bersebelahan dengan kamar Andre, yaitu pintu kedua setelah kamar Andre. Setelah menidurkan Ken, Andre kembali ke kamarnya.


*Kamar Andre


Andre kembali mengeluarkan HPnya dari saku celana. Kali ini dia melakukan panggilan video pada salah satu kontak di HPnya.

__ADS_1


"Hallo Ndre, belum tidur kamu?" ucap suara dalam HPnya.


"Belum Sa, aku masih rindu sama kamu." jawab Andre sedikit manja.


"Ahhh... Masa sihhhh..." canda Sasya. "Buruan tidur, besok kan kamu kerja." lanjutnya.


"Gak mau, maunya liat kamu." rengek Andre.


"Manja banget si. Besok juga kita ketemu di kantor." bujuk Sasya. Namun Andre tak bergeming, dia masih memperhatikan Sasya di layar handphonenya sampai matanya lama-kelamaan meredup.


Andre memang sosok yang terkenal pendiam di mata teman-temannya. Namun tidak di depan Sasya, dia bahkan sangat manja bila di hadapan Sasya. Mereka tak sengaja bertemu saat keduanya merayakan kelulusan bersama teman-teman mereka di salah satu Mall. Lalu andre yang jatuh cinta pada pandangan pertama langsung mencari tahu tentang Sasya. Sasya dan Andre kuliah di Universitas yang sama. Fakta menariknya adalah Andre sengaja mengikuti Sasya kuliah di tempat yang sama dan menolak tawaran papanya untuk kuliah di luar negeri. Andre menyukai Sasya namun baru berani mengungkapkannya saat mereka selesai wisuda. Dan fakta menarik yang kedua adalah, ternyata Sasya sekarang adalah sekretaris Andre.


***


Pagi harinya Ken bangun agak siang, dengan rambut terjuntai-juntai dan mata agak tertutup, dia berjalan keluar dari kamarnya untuk kekamar mandi memenuhi panggilan alam. Andre yang membuka pintu kamarnya langsung terkejut sambil memegang dadanya melihat sosok yang tengah berjalan di depannya. Andre terus memperhatikan punggunh Ken.


Ken terus berjalan, hingga akhirnya dia berhenti di ujung jalan lalu meraba-raba gagang pintu. Karena tak kunjung memenukan gagang pintunya, dia pun membuka matanya dan akhirnya dia memukul jidatnya sendiri karena yang dia raba adalah dinding. Ken lupa kalau dia sedang tidak berada di rumahnya sendiri. Ken langsung berbalik ke kamarnya.


*Kamar Ken


Setelah masuk ke kamarnya, Ken langsung menutup pintunya rapat-rapat. Wajahnya terlihat frustasi, di jatuhkan badannya di atas kasur. "Aaahhhaaaaiissssss...." teriaknya pada dirinya sendiri sambil menggenggam rambutnya dengan kedua tangannya dia kejang-kejang menggulingkan badannya kesana-kemari. Rasa malunya sudah mencapai ubun-ubun seakan tak mau nenunjukkan mukanya lagi.


"Okeyyy Ken... tenang... lupakan semuanya.." ucap Ken sambil mengatur nafasnya.


Setelah merasa tenang, Ken langsung membersihkan badannya di kabar mandi yang berada didalam kamar. Tidak butuh waktu lama ken langsung keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap. Dia berfikir untuk tidak turun sarapan, agar tidak bertemu dengan Andre. Tapi dia yakin bunda dan om pasti menunggunya turun. 'Apa aku pake masker aja ya? Ah... gimana caranya aku makan kalau pakai masker. Atau aku pura-pura sakit saja? Tapi pasti bunda bakal kawatir. Gimana ini.... ' ucapnya dalam hati. 'Ah sudah lah, anggep aja tidak pernah terjadi' Ken mengumpulkan ke pedeannya dan langsung keluar kamar.


***


Dimeja makan, semua makanan telah terhidang, bunda Tama, om Putra dan Andre sedang menunggu Ken untuk sarapan. Tak beberapa lama Ken pun turun dengan setelan santai yaitu kaus putih dan jeans donker dengan rambut terikat rapi. Ken juga terlihat cantik dengan polesan make up ala kadarnya.

__ADS_1


"Pagi semua." sapa Ken dengan ceria.


"Kenapa sendirian? Dimana teman lo yang tadi pagi?" tanya Andre sambil menahan tawanya. Sementara Ken hanya meliriknya dengan tatapan tajam.


"Maksud kamu apa An?" tanya Bunda Tama yang bingung dengan ucapan anaknya.


"Itu bun, tadi pagi ada yang keluar dari ka... Aaaagghhh...." belum sempat Andre selesai bicara, kakinya dipijak oleh Ken hingga dia meringis kesakitan dan tertawa.


"Ya ampun An kamu ngelindur ya tadi pagi." elak Ken


"Iya iya gue ngelindur, liat singa keluar dari kamar lo. Dia ngeraba-raba tembok." ucap Andre merasa geli dan tertawa. Ken pun langsung mencubit lengan Andre dengan wajah cemberut.


"Sudah-sudah, kalian ini gak pernah akur." lerai bunda yang melihat sepasang anak kucing tidak bisa akur.


Ken dan Andre memang terkadang tidak akur, ada saja tingkah Andre yang selalu mengganggu Ken. Ken pun selalu kesal dengan Andre yang selalu mengganggunya. Terkadang juga mereka terlihat akur seperti saudara kandung.


Setelah selesai sarapan, Andre dan papanya pergi berangkat ke kantor. Sementara bunda dan Ken duduk di ruang TV.


"Bun, nanti Ken ijin keluar ya mau ketemu temen." pinta Ken.


"Mau kemana Ken? Memang kamu punya temen disini?" tanya bunda Tama sedikit kawatir.


"Ken mau ngunjungin temen kuliah Ken bun, mumpung lagi disini." jelas Ken.


"Yaudah, nanti kamu telvon Andre untuk nganter kamu ya." pinta bunda.


"Ga usah bun, Ken naik taxy online aja." tolak Ken.


"Bahaya nak, kamu kan gak biasa disini. Udah di anterin supir bunda aja."

__ADS_1


"Ga papa bun, Ken udah biasa kok."


"Ya sudah.. kamu hati- hati yaa.. Kamu memang seperti mamamu keras kepalanya." ucap bunda.


__ADS_2