Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Kemunculan Riko


__ADS_3

Semenjak kepergian Rava ke Paris, Ken juga sibuk dengan urusan pekerjaannya untuk menghadiri beberapa pesta pertemuan yang biasa di hadiri oleh papanya. Kali ini pertemuan tersebut akan di laksanakan di sebuah hotel elit di kota ini.


Malam ini Ken akan menghadiri sebuah pertemuan di hotel bintang lima sendirian karena Rava tidak di tanah air. Dia berangkat dengan menggunakan mobilnya, tanpa dia sadari seseorang sedang mengikutinya.


* Hotel


Ken sudah memarkirkan mobilnya. Dia berjalan memasuki gedung hotel. Ken masuk kedalam ruang auditorium hotel setelah menyerahkan undangannya. Disamping Ken, ada seorang lelaki paruh baya yang merupakan rekan bisnis papanya, mereka tidak sengaja bertemu di loby hotel. Banyak mata yang memandang kearahnya. Ken terlihat cantik dan anggun dengan balutan gaun warna coklat susu yang berlengan panjang dan mengembang dari paha ke bawah. Ditambah lagi gaun yang dia pakai pas dibadan sehingga memperlihatkan bentuk tubuh Ken yang indah.


Ken menyapa beberapa tamu penting lainnya dengan ramah. Sesekali Ken tersenyum dan tertawa santai bersama lawan bicaranya. Tawanya memancarkan aura keindahan tersendiri bagi seseorang yang saat ini sedang mengamatinya.


"Ini untuk mu." Seorang lelaki menyodorkan gelas yang berisi anggur merah.


"Maaf saya tidak minum." Tolak Ken dengan ramah. Ken langsung bergegas meninggalkan lelaki itu.


Sementara lelaki itu hanya menyaksikan langkah Ken yang semangkin menjauh. 'Aliska, aku akan membuatmu datang lagi padaku.' Gumam lelaki itu.


Ken masih asik ngobrol dengan beberapa tamu yang juga anak pengusaha ternama. Namun keberadaan seseorang yang terus saja melihatnya, membuat Ken mulai tidak nyaman. Moodnya benar benar hancur setelah bertemu dengan seseorang yang tidak ingin dia lihat lagi. Dia segera keluar dari ruangan, walaupun pesta pertemuan belum usai. Ken menaiki lift khusus agar dia tidak bergabung dengan pengunjung hotel yang lain. Karena dia takut tiba-tiba lelaki itu berada di lift yang sama dengannya.


Di loby, Ken bergegas menuju mobilnya, tetapi tangannya di tarik oleh seseorang. Yah... siapa lagi kalau bukan dia. Lelaki yang sangat di benci Ken. Ken menghentikan langkahnya karena tangannya tertahan.


Flashback on


Tiga tahun lalu tepat dihari perayaan 1 tahun hubungan Ken dengan Riko. Ken akan memberi kejutan kepada Riko, kekasih yang amat sangat dia cintai. Ken menyempatkan diri untuk datang ke Paris, lalu dia menyusul Riko ke hotel tempat Riko bekerja. Ken sengaja tidak memberi tahu Riko, karena Ken berharap Riko akan senang menyambut kedatangannya.


Dengan hati yang penuh dengan bunga, ken menaiki lift menuju kamar Riko dengan membawa sebuah cake yang bertuliskan 'Riko & Ken 1 Selamanya'. Angka 1 tersebut merupakan 1 tahun hubungan mereka. Sesampainya di depan pintu kamar Riko, ken mengatur nafasnya. Dia yang ingin memberi kejutan tapi dia yang sangat gugup dibuatnya. Ken mengeluarkan kartu yang sudah dia minta di loby. Ken membuka pintu kamar Riko lalu bergegas masuk.


Seketika tubuhnya mematung melihat Riko. Wajah ceria yang ia bawa dari tanah air, kini berhamburan entah kemana. Dadanya seperti dilempar sesuatu yang keras. Didepan matanya, Ken menyaksikan Riko yang sedang bercumbu mesra dengan wanita lain diatas ranjang.


'Brakkk...'  Ken menjatuhkan cake yang dia bawa.


Kedua pasangan itu langsung menghentikan aksinya lalu melihat ke sumber suara.

__ADS_1


"Aliska.." ucap Riko terkejut mamun masih dalam posisinya.


Mereka segera bersembunyi dibalik selimut, karena telah tertangkap basah.


Sementara Ken langsung berlari meninggalkan mereka. Sungguh tidak bisa di percaya, tapi benar terjadi didepan matanya. Kejutan yang dia berikan kini dibalas dengan penghianatan.


Ken berlari menjauhi kamar Riko, air matanya berderai tak terbendung lagi.


"ALISKAA.." teriak Riko mengejar Ken setelah mengenakan pakaiannya.


Ken berhenti dan membalikkan badannya melihat Riko. Di hapusnya air mata yang mengalir dipipi. Matanya dipenuhi dengan kekecewaan dan kebencian. Dia mengambil Hpnya yang ada di dalam tas lalu menghubungi salah satu nama dari kontaknya.


"Le virer maintenant (Pecat dia sekarang)." Ucap Ken pada seseorang di balik telvon. Dia langsung meninggalkan Riko dan menghilang di dalam lift.


Riko terkejut mendengar perkataan Ken. Dia masih berdiri dengan rasa bersalah. Ada rasa penyesalan dalam hatinya. Tiba-tiba rekan kerjanya memberikan sebuah amplop yang berisikan surat pemecapan. Dia menerima surat itu dengan berat hari. Pikirannya semangkin di penuhi dengan tanda tanya. 'Kenapa dia bisa mecat aku? Apa dia punya pengaruh pada hotel ini?' tanyanya dalam hati.


Flashback off


"Bisa kita bicara sebentar?" Tanya Riko dengan penuh harap.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi." Jawab Ken tegas.


"Aliska... aku bisa jelaskan semuanya. Aku hilaf." Bujuk Riko.


"Mata ku udah cukup untuk menjelaskan semuanya." Jawab Ken ketus.


"Al... " panggil Riko dengan lembut.


"Cukup. Jangan sebut namaku lagi." Ucap Ken dan langsung meninggalkan Riko.


Panggilan 'Al', dulu selalu mampu meluluhkan hati Ken. Ketika Riko selalu mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama, dengan panggilan 'Al' hatinya akan luluh lantah dengan mudahnya. Namun kini panggilan itu menjadi sebuah kotoran bagi Ken jika diucapkan lagi oleh Riko.

__ADS_1


Ken melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dadanya masih saja sesak, sama seperti tiga tahun yang lalu.


"Kenapa dia berani muncul  lagi setelah sekian lama? Apa dia kira aku udah lupa kejadian dulu?" Teriak Ken sambil mengemudi mobilnya.


***


Sesampainya di rumah, Ken langsung merendam tubuhnya di dalam bathtub. Setelah 30 menit di kamar mandi, Ken keluar dengan mengenalan kaus oblong dan celana pendek. Rambutnya terbalut handuk putih karena sedang basah.


Ken duduk di sofa kamarnya sambil memejamkan mata. Fikirannya melayang entah kemana.


'Kenapa dunia ini sempit sekali. Aku selalu saja dipertemukan dengan orang-orang yang sama. Riko, Jingga, kenapa kalian muncul lagi di depanku? Kenapa kalian gak musnah aja dari bumi? Sekarang kalian datang lagi seakan tidak punya rasa bersalah, Tidak punya muka, tidak punya malu.' maki Ken dalam hatinya.


Dia meraih Hpnya lalu menghubungi Vely sahabatnya.


"Ve..." panggil Ken.


"Ken, suara kamu kenapa? Kamu nangis?" tanya Vely kawatir.


"Riko Ve... Aku ketemu Riko." Ucap Ken sambil terisak.


"Ken... udah la. Udah tiga tahun, stop mikirin dia. Mau sampek kapan kamu nginget itu terus." bujuk Vely.


"Aku udah coba lupa Ve, tapi pas liat dia aku inget lagi kejadian dulu." isak Ken.


"Udah ya kuatin hati kamu. aku selalu bilang tunjukin kalo kamu udah lupa sama dia. Biar dia gak muncul lagi dihadapan kamu." bujuk Ken.


"Iya Ve, makasih ya.. kamu udah nenangi aku." ucap Ken yang mulai berhenti menangis.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Haiii readers.... Terima kasih sudah mampir dan membaca cerita ku.. Jangan lupa tinggalkan jejakmu dengan like and coment ya.. Jika tidak keberatan, vote juga ya....

__ADS_1


__ADS_2