
Ken terkapar di atas sofa setelah selesai membereskan pakaiannya dan pakaian Rava di lemari. Padahal Rava sebelumnya akan membawa pelayan rumah nenek untuk membantu, tetapi Ken malah menolaknya. Alhasil dia sendiri yang tepar membersihkan apartement mereka.
Masih teringat jelas kata-kata omanya siang tadi. Tidak seperti nenek Rava yang membujuk mereka untuk tetap tinggal, oma malah menyuruhnya segera pindah. Walaupun dia memang ingin serumah berdua dengan Rava, tetapi tetap saja dia jengkel dengan sikap oma yang terang-terangan mengusirnya.
Flashback on
"Jadi kalian mau pindah ke apartement Rava? Bagus itu jadi kalian bisa mandiri." Ucap oma dengan raut wajahnya yang riang.
Oma langsung menyuruh pembantu membereskan barang-barang Ken. Ken yang baru sampai seakan merasa terusir dari rumahnya sendiri. Sementara papanya juga tidak memberikan komentar apa apa.
"Nah satu lagi yang paling penting. Cepet kasih oma cicit." Lanjut oma dengan penuh penekanan. Yang sontak saja membuat Ken dan Rava saling bertatapan.
Flashback off
Ken langsung membuang nafasnya. Lalu bangkit kekamar mandi untuk membersihkah diri.
Selang beberapa menit Ken keluar, Kini dia telah mengenakan kaus pendek berwarna biru dan celana pendek.
"Sayang, kamu istirahat dulu. Aku keluar bentar ya" sapa dari balik pintu yang sedikit terbuka.
"Mau kemana mas?" Tanya Ken.
"Mau ke supermarket bentar. Bahan dapur kita gak ada." Jawab Rava.
"Ikuuutttttt." Jawab Ken penuh semangat.
Ken langsung menyambar tas kecilnya lalu menyusul Rava.
***
Belanja bersama suami adalah hal yang paling di inginkan setiap wanita. Setidaknya mereka para lelaki tahu seperti apa dunia wanita. Ken berjalan menelusuri rak rak bahan dapur diikuti oleh Rava yang mendorong troli.
"Kenapa kamu senyum-senyum." Tanya Rava yang menyadari raut wajah istrinya.
"Enggak, aku seneng aja bisa belanja bareng kamu." Jawab Ken jujur.
"Kalo gini seneng gak?" Tanya Rava yang dengan jahilnya mencium pipi Ken.
"Iiiihhh Rava malu tauuu." Ucap Ken sambil menutup pipinya dengan kedua telapak tangan.
Disekeliling mereka, banyak mata yang melihat kejadian tersebut dengan raut iri melihat ke so sweetan Ken dan Rava. Namun di antara mata mata itu, sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan penuh kebencian.
Ken dan Rava asik memilih barang barang yang mereka butuhkan.
__ADS_1
"Loh... perasaan aku udah ngambil banyak barang-barang, kok trolinya gak penuh penuh sih." Ucap Ken heran.
Ken langsung melirik Rava penuh selidik, namun Rava hanya diam saja tak ingin menanggapi. Tentu saja semua itu ulah Rava. Dengan jahilnya dia meletakkan kembali barang barang yang di ambil Ken ke tempan semula. Tentunya tanpa sepengetahuan Ken. Karena baginya barang-barang tersebut kurang penting.
Ken kembali mengambil beberapa barang barang yang tadi dia ambil. Namun kali ini dia tidak meletakkannya kedalam troli.
"Sayang kayaknya belanjaan kita udah banyak, pulang yuk." Ajak Ken. Rava pun menurutinya. Mereka segera menuju meja kasir.
Sesampainya dirumah, Rava mengeluarkan barang melanjaan mereka dan membawanya masuk.
"Sayang, hari ini aku mau masak buat kamu. Kamu lagi pengen makan apa?" Tanya Rava dengan seragam celemeknya.
"Wah yang bener mas? Kalo gitu aku pengen steak, sup buntut, cumi saus padang. Emmmm apa lagi yaaa?" Jawab Ken seraya memikirkan makanan enak di kepalanya.
"Oke kalo gitu aku mau masakin mie goreng kesukaan kamu." Jawab Rava singkat.
"Loh mas, steak mas, supnya gimana? Sejak kapan aku suka mi goreng." Protes Ken.
"Steak itu gak bagus buat kamu. Nanti gendut. Mending kamu kekamar nanti kalau udah siap mas panggil kamu." Ucap Rava sambil mendorong Ken menuju tangga.
'Hemmm gayanya nanya pengen makan apa. Taunya mie juga yang dimasak.' Omel Ken.
Di dalam kamar Ken membaringkan dirinya di atas kasur. Dia menunggu Rava sambil berseluncur dengan handphonenya.
"Akhirnya di panggil juga. Untung Rava gak punya restauran. Kalo sempet dia punya restauran mungkin baru dua jam buka, langsung tutup." Omel Ken.
"Iya mas." Jawab Ken.
Ken langsung bergegas menuruni tangga menuju meja makan.
"Tuan putri silahkan duduk." Ucap Rava sambil menarik kursi untuk Ken.
"Kamu ni mas lebay banget." Ken tersipu dengan perlakuan manis Rava.
"Jadi kamu dari tadi masak? Aku nungguin kamu loh di atas." Sindir Ken.
"Iya aku cuma pengen bantuin kamu aja. Coba liat aku masak bangan khusus buat kamu." Jawab Rava.
Ken melihat semua hidangan di atas meja. Sebenernya dia terkejut, namun dia memasang wajah biasa saja.
"Wahhhh banyak banget masakan kamu mas." Puji Ken. Dia langsung duduk dan mencicipinya.
"Emmm... enak banget masakan mu mas." Puji Ken.
__ADS_1
Rava hanya tersenyum dan Mereka menikmati masakan Rava dengan hikmat.
Setelah menyelesaikan makan malamnya, Ken dan Rava duduk santai di balkon kamar mereka. Angin malam cukup sejuk malam ini.
"Aku gak nyangka bisa berada di posisi sekarang." Ucap Rava sambil menikmati suasana kota dari lantai 10.
"Maksud kamu?" Tanya Ken memastikan.
"Aku sempet putus asa waktu kamu pergi dulu." Jawab Rava. Ada rasa penyesalan saat dia berbicara masa lalu mereka itu. Ken hanya tersenyum tanpa menanggapinya.
"Sebenernya aku sempet kecewa. Tapi biarlah, mungkin saat itu kita belum kenal jauh." Jawab Ken santai.
"Ken Aurelia Aliska, maukah kamu mengenalku lebih jauh?" Tanya Rava sambil menatap mata Ken dalam dalam.
Ken melihat mata Rava yang serius. Seperti ada aura aura aneh yang dia rasakan dalam hatinya.
"Maukah kamu tetap bersamaku dengan setiap sisi baik burukku?" Lanjut Rava.
Ken menganggukkan kepalanya tanpa ragu. Tentu saja dia tahu apa maksud Rava yang sesungguhnya.
Rava langsung mengecup bibir Ken dan menciumnya dengan lembut. Mendorong tubuh Ken memasuki kamar. Dia menjatuhkan tubuh Ken di atas kasur. Dan malam ini, semua yang harus terjadi telah terjadi. Dua insan menyatu didalam redupnya cahaya malam. Mencurahkan segala isi hati, berbicara dengan aksi.
Diatas sebuah persegi itu, nafas bertemu nafas, desahan silih berganti. Tidak ada ego di dalamnya, yang ada hanyalah rasa yang harus tercurahkan. Hingga akhirnya mereka lelah dan menyerah pada malam.
Ken sudah terbaring lelap di samping Rava. Perlahan Rava mengecup kenin Ken dan senyumnya mengembang sempurna.
'Berhasiiiilllll' Teriak Rava dalam hati.
Pasalnya saat Ken sedang membereskan apartement, diam diam Rava berselancar dengan handphonenya.
Flashback on
'Cara menakhlukkan istri. Pertama, "Merangsang gairah istri dengan nada seksual". Kedua, "Gunakan jurus jitu". Jurus apaan? gak bisa nih, ekstrim banget. Yang ada Ken bakal kabur nih." Oceh Rava.
"Hal hal yang paling di sukai wanita?" Rava membaca sesuatu di layar handphonenya.
"Kalau wanita seneng pasti mudah di takhlukkan." ucap Rava pada dirinya sendiri.
"1. Ajak wanita berbelanja. 2. Masakkan wanitamu beberapa makanan kesukaannya. 3. Beri kejutan romantis di depan umum. 4. Berikan wanitamu kata-kata romamtis. 5. .... 6. ...... ." baca Rava.
Seketika wajahnya bersinar setelah mendapatkan ide.
Flashback off
__ADS_1