Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Ulang Tahun Rava


__ADS_3

Ken pergi dengan menggunakan transportasi online. Padahal bunda telah menyuruhnya agar diantar supir, tapi Ken menolaknya karena tidak ingin merepotkan. Ditengah perjalanan, Ken meminta supir untuk mampir ke toko kue. Sambil menunggu kue selesai di hias, Ken duduk di kursi yang telah di sediakan. Ketika asik memaikan handphonenya seseorang masuk ke dalam toko melihat kue yang di pajang di dalam steling. Setelah kuenya selesai di hias, Ken di panggil untuk melihat kuenya. Setelah itu kuenya di bungkus kedalam kotak. Ken langsung mebayar lalu kelur dari toko, mereka pun melanjutkan perjalanannya.


*HS Group


Rava sedang fokus menatap laptopnya dengan serius. Dia tersadar dengan bunyi notif pesan di handphonenya. Setelah membuka pesan, wajahnya berubah menjadi semringah.


Dia langsung menggubungi sekretarisnya untuk menunda meeting yang akan mereka laksanakan satu jam lagi.


***


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, Ken akhirnya sampai ke gedung perusahaan Rava. Ken langsung masuk ke loby perusahaan menuju ruang informasi.


"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" sapa salah satu resepsionis dengan ramah.


"Saya ingin bertemu dengan pak Rava. Apa pak Rava ada? " tanya Ken dengan ramah.


"Apakah mbak sudah membuat janji?" tanya resepsionis.


Ken langsung berfikir, ternyata untuk menjumpai sahabatnya harus membuat janji terlebih dahulu.


Tak berapa lama seorang wanita menghampiri mereka. Wanita itu berpenampilan rapi, mengenakan baju panjang dan rok diatas lutut dengan rambut terikat dibelakang kepalanya. Badannya juga tinggi bak model-model di TV. Kedua resepsionis itu pun memberi senyuman dan menundukkan kepala tanda memberi hormat.


"Nona Ken, mari ikut saya." ajak wanita tersebut.


Ken pun yang masih bingun langsung mengikuti ajakan wanita itu. Dia seperti terhipnotis mengikuti wanita tersebut memasuki lift khusus presedir. Tak berapa lama, pintu lift terbuka, dan wanita itu mengulurkan tangannya dan sedikit membungkukan kepalanya untuk menyilahkan Ken keluar. Ken pun mengikuti perintahnya hingga mereka berdua berada di depan pintu ruangan.


"Tunggu dulu." ucap Ken yang melihat tangan wanita itu ingin membukakan pintu. Wanita itu hanya melihat Ken dengan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Apa Rava ada di dalam?" tanya Ken dengan suara agak dipelankan. Tetapi wanita di depannya tersebut hanya menjawabnya dengan tersenyum.


Ken pun berjalan mendekati meja yang berada di sebelah kiri pintu. Ken mengeluarkan kotak yang sedari tadi dia bawa, terlihat sebuah cake ulang tahun yang cantik yang bertuliskan 'happy birthday Rava'. Setelah memasang lilin yang menunjukkan angka 27, Ken langsung membawanya masuk keruangan Rava sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


Rava yang masih duduk di depan meja kerjanya langsung memasang wajah terkejut, lalu dia berjalan mendekati Ken. Senyumnya seketika mengembang melihat kedatangan Ken.


"Ayo kita tiup lilinnya." pinta Ken. Mereka langsung meniup lilin bersama-sama.


Rava mengambil kue yang dipegang Ken dan meletakkannya ke meja yang ada di depan sofa ruangannya. Lalu dia menarik tangan Ken, hingga Ken jatuh ke pelukan Rava, begitu juga Ken yang membalas pelukan Rava. Ada rasa nyaman saat Ken berada di pelukan Rava. '"makasih ken"' ucap Rava dalam hati.


Setelah melepaskan pelukannya, Rava mengajak Ken duduk disofa. Rava memotong kue dan memberikan suapan pertama pada Ken, lalu suapan kedua untuk dirinya sendiri.


"Thanks ya cakenya." ucap Rava.


"Iya sama-sama, biasa aja gak usah terharu gitu." jawab Ken seraya melanbaikan khas lambaian banci.


"Va, cewe yang duduk di depan pintu itu sekretaris kamu ya?" tanya Ken dengam serius.


"Owhh... Iya itu Nadia sekretaris gue. Gue yang nyuruh dia jemput lo." jawab Rava santai sambil menikmati kuenya.


"Kok lo tau gue dateng?" selidik Ken penasaran.


"Iya, tadi Tayo liat lodi jalan. jadi dia nfasih laporan ke gue." jawab Rava bercanda. Namun Ken masih menatap Ken penuh curiga dan penasaran.


"Udah gak usah liat-liat. Nanti jatuh cinta." ucap Rava tanpa melihat Ken. Ken pun langsung berpindah melihat keruangan Rava.


"Jangan-jangan li masang kamera pengintai ya?" ucap Ken sambil menggeleda tasnya, siapa tau ada kamera tersembunyi di tasnya seperti di film-film.

__ADS_1


"Gue nyewa agen Z." jawab Rava sambil tertawa. Ken malah semangkin tidak percaya.


"Lo sibuk gak.. Jan jalan yuk." Ajak Ken.


"okee " jawan Rava tanpa keberatan langsung bangun dari tempat duduknya.


Mereka keluar dari ruangan Rava dan berjalan beriringan menujulu lift. Tidak menunggu lama mereka pun sampai di loby. Banyak yang memperhatikan langkah mereka berdua, karena ini merupakan pertama kalinya ada wanita yang menemui Rava di kantor. Ditambah lagi langsung sekretaris Nadia yang menjemputnya. Hal itu membuat para karyawan wanita patah hati dan penasaran. Mereka sempat berfikir bahwa Rava memiliki hubungan dengan sekretaris Nadia. Namun sekarang bos mereka malah memiliki wanita lain.


Sesampainya di depan mobil, Rava langsung membukakan pintu untuk Ken. Setelah Ken masuk, Rava langsung berlari kecil masuk mobil di kursi kemudi. Mereka menelusuri kota dengan kecepatan sedang agar dapat menjaga jarak dengan pengendara yang lain.. Jalanan yang cukup ramai dan padat menjadi ciri khas pusat kota ini.


"Rava..... " panggil Ken dengan sedikit merengek.


"Hemmmm.." jawab rava singkat.


" Gue laper." ucap Ken sambil mengelus perutnya. "Traktir dooongg ..... " bujuk Ken sambil mengedipkan matanya ke arah Rava.


Rava yang sadar wajahnya di pandangi langsung melirik ke arah Ken. Senyumnya tiba-tiba mengembang melihat tingkah imut Ken. Rava menghentikan mobilnya di sebuah restauran yang cukup terkenal di pusat kota. Lalu mereka turun dari mobil dan memasuki restauran tersebut. Setelah memilih tempat duduk, pelayan langsung datang menghampiri mereka untuk memberikan buku menu.


"Lo mau pesen apa Va?" tanya Ken.


"Emm gue ngikut aja." jawab Rava singkat.


"Mas, catet ya, ayam bakar 1, nila bakar 1, cumi saus padang 1, cah kangkung 1, salat buah 1, jeruk peras 2 air mineral 2." ucap Ken sambil menyerahkan buku menu.


Lima belas menit kemudia pelayan datang membawa pesanan mereka. Diletakkannya satu persatu piring pesanan di hadapan Ken dan Rava. Mata Ken seketika terbelalak melihat semua yang dia pesan. Cacingnya segera memberi sorakan penyemangat agar Ken segera makan.


"Gila lo laper apa doyan lo." Rava kaget.

__ADS_1


"Mumpung lo yang bayarin... he.. he..."


__ADS_2