Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Cerita Masa Lalu


__ADS_3

Di kamar, Ken sedang duduk di depan meja rias sambil mengoleskan krim ke wajahnya. Dia melamun mengingat kata kata Noura pagi tadi yang masih saja mengganjal di fikirannya. Dia ingin menanyakannya langsung, tetapi dia takut tidak menerima jawaban yang memuaskan.


Ken melihat ke arah Rava sedang duduk di kasur sambil asik membaca buku.


"Mas kamu baca buku terus, emang gak takut pinter?" Tanya Ken.


"Dimana mana orang takut bodoh bukan takut pinter." Jawab Rava serius.


"Hemmm iya deh." Ken menghela nafasnya.


"Mas, aku mau nanya deh." Ucap Ken yang berjalan mendekati Rava lalu duduk di kasur tepat di sampingnya.


"Nanya apa?" Tanya Rava tanpa memalingkan pandangannya dari buku yang ia baca.


"Dulu kamu pernah pacaran berapa kali?" Tanya Ken penuh selidik.


Mengingat omongan Noura yang mengatakan 'sering membuat Rava putus' Ken jadi penasaran di buatnya. Karena selama mereka bersahabat, Ken tidak pernah tahu bahwa Rava pernah suka dengan wanita.


"Menurut kamu?" Tanya Rava balik. Hal itu justru membuat Ken kesal.


"Aku kan nanya Va." Ucap Ken kesal.


'Cuuppp...'


Tiba-tiba Rava mengecup bibir Ken, membuat Ken kaget dan menarik kepalanya agar menjauhi wajah Rava.


"Itu untuk kamu yang gak sopan manggil namaku." Ucap Rava kembali mengalihkan pandangannya ke buku.


"Sayang aku kan nanya." Kesal Ken sambil membuah nafasnya.


"Mas kamu mau teh gak?" Tanya Ken lembut.


"Enggak." Ucap Rava singkat.


"Ya udah kalau enggak mau." Ken kesal langsung meninggalkan Rava keluar kamar.


Beberapa menit kemudian Ken kembali membawa piring yang berisi beberapa potong buah buahan.


"Loh mana tehnya?" Tanya Rava.

__ADS_1


"Katanya mas gak mau." Ucap Ken santai.


"Emang mas bilang gak mau?" Tanya Rava kembali.


"Tuh tadi mas bilang enggak." Balas Ken. Yang jelas gak mau kalah.


"Mas ENGGAK pernah pacaran sayang." Jawab Rava dengan menekan kata enggak.


"Oke.. oke.. oke..." ucap Ken kembali keluar dari kamar.


Sepuluh menit kemudian Ken kembali ke kamar dengan segelas teh untuk Rava. Ken meletakkan teh di atas nakas dekat Rava. Lalu dia kembali duduk di depannya.


"Mas, kenapa mas gak pernah pacaran?" Tanya Ken penuh selidik.


"Mas sibuk bantu papi ngurus perusahaan." Kawab Rava singkat.


Sejak SMA, Rava sering diminta untuk membantu papinya. Setelah pulang sekolah dia bahkan jarang menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Rava selalu di kantor dan di kantor.


"Emang mas gak pernah kepikiran untuk pacaran waktu itu? Kan pasti banyak yang suka sama mas." Ken dengan segala pertanyaannya.


"Pernah kepikiran. Tapi waktunya gak tepat. Banyak yang suka tapi kalau mas gak suka, kan sama aja bohong." Jawab Rava sambil sesekali meneguk tehnya.


"Kamu kenapa sih, kok jadi kepo gini?" Tanya Rava heran.


Rava langsung menutup bukunya dan meletakkannya di atas nakas. Bagaimana dia bisa membaca, pertanyaan Ken yang tak ada habisnya sudah membuyarkan konsetrasi Rava.


"Mas aku nanya, kamu tinggal jawab


 Apa susahnya sih." Ucap Ken sambil mengerutkan bibirnya, dia kesal namun masih penasaran dengan masa lalu suaminya.


Rava menarik nafas dalam dalam dan mulai menceritakan masa lalunya yang kaku. Kaku? Yah karena Rava seperti tembok hidup yang selalu dipuja puja wanita. Walaupun begitu banyak wanita yang mencari perhatian Rava, tetapi seorang Rava tetap melihat ke satu arah. Arah dimana wanita pujaannya selalu berdiri.


Rava tidak pernah mau mengungkapkan perasaannya. Dia tetap mengagumi sosok wanita itu dari jauh. Hingga suatu ketika, penyesalan datang tiba tiba. Wanita yang ia kagumi jatuh cinta dengan lelaki lain. Sesak memang, tapi apa yang bisa dia perbuat. Itu adalah resiko orang yang mengagumi dari jauh.


Saat itu adalah kali pertama Rava merasa hatinya hancur. Tetapi tak mampu berbuat apa apa. Dia pasrah dengan takdir tuhan. Satu hal yang dia yakini, 'Suatu hari, akan tiba waktu yang tepat, bersama orang yang tepat'.


"Wawww so sweet banget mas." Puji Ken.


"So sweet dari hongkong." Ejek Rava.

__ADS_1


"Setelah mas tau cewek itu punya pacar, mas gak nyoba pacaran juga sama cewek lain? Yah supaya sakit hati mas terobati gitu." Tanya Ken.


"Mas gak mau jadiin orang lain bahan pelampiasan." Jawab Rava singkat. Ken mengangguk setuju dengan jawaban Rava.


"Yah itu lah kisah cinta mas. Selebihnya udah di urus sama Noura." Ucap Rava dengan tenang.


"Haa.. Maksud mas selebihnya gimana?" Tanya Ken tambah penasaran.


Rava kembali menceritakan kejadian kejadian masa lalunya bersama Noura. Noura adalah sosok adik yang manja bagi Rava. Walaupun mereka berbeda tinggatan, tetapi Noura sering ke sekolah Rava saat pulang sekolah. Noura juga sering jahil dengan teman teman wanita Rava.


"Pernah dulu mas lagi janjian sama Noura di cafe X. Mas dateng duluan karena kita gak pigi barengan. Jadi tiba tiba aja ada cewek duduk di depan mas sambil ngasih kado gitu. Mas kaget dong. Terus pas Noura sampek di cafe, dia langsung lari ke meja mas sambil marah marahin cewek itu. Sangking malunya, akhirnya cewek itu pergi." Cerita Rava. Dia tertawa lucu mengingat kejadian tersebut. Begitu juga Ken yang ikut tertawa.


"Bahkan mas pernah kejebak di salah satu acara televisi yang untuk ngungkapin perasaan gitu." Lanjut Rava.


"oh yaaa... Terus gimana mas?" Tanya Ken penuh antusias.


"Ya waktu itu temen mas ngajakin mas ke taman. Katanya si ada acara ulang tahun temennya. Jadi mas ikut ikut aja. Ditaman itu udah di dekorasi sedemikian rupa. Tiba tiba aja mas liat ada bacaan ' l Love You Rava'. Mas agak kaget aja. Perasaan tadi katanya ini ulang tahun temennya, Tapi kok jadi kayak gini. Akhirnya dia nyatain perasaannya ke mas. Dan lagi lagi Noura dateng, gak tau deh dari mana dia bisa tau keberadaan mas. Disitu Noura buat rusuh, marah marah sama temen mas. Keluar la semua kameramen plus hostnya buat bantuin temen mas. Dan endingnya mas gak bisa nerima perasaan dia." cerita Rava.


"Ya ampun, pasti sedih banget cewek itu." ucap Rava simpati.


"Akibat ulah Noura, mas gak bisa punya pacar dan mas mutusin tetep nunggu wanita itu. tapi itu dulu." jelas Rava.


"Emang siapa sih nama cewek itu mas? beruntung banget ya dia gak ketemu Noura" Tanya Ken tambah penasaran.


"Ken, itu kamu." Jawab Rava sambil menatap dalam Ken.


"Hahhhh.. becanda kamu."  Ucap Ken sambil meringis.


"Sini." Rava menarik tangan Ken lalu mendekapnya dalam pelukan.


"Dari dulu sampai sekarang, yang aku suka cuma kamu." Ucap Rava sambil mengusap rambut Ken.


Mendengar ucapan Rava membuat Ken merasa senang sekaligus sedih. Senang, karena dicintai seseorang dengan tulus selama bertahun tahun. Juga sedih, karena tidak pernah tahu ada orang yang benar benar menyayanginya.


'Apa kita harus jatuh dulu sebelum akhirnya bisa terbang? Apa aku harus sakit dulu sebelum bertemu orang yang bener bener sayang?" Batin Ken.


"Kamu kenapa cemberut?" Tanya Rava yang menyadari raut wajah istri nya.


"Mas makasi ya, kamu udah sayang sama aku selama ini. Bahkan aku gak tau." Ucap Ken sambil mendongak melihat wajah Rava.

__ADS_1


Rava langsung menyambar bibir Ken dan menciumnya dengan lembut. Begitu juga Ken yang membalas ciuman Rava.


__ADS_2