Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Hari Pernikahan Part 1


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Ken dan Rava yang diselenggarakan di hotel Ketua  (K2A).  Setelah beberapa hari sampai ke tanah air, akhirnya tibalah dihari bahagia mereka.


Ken dan oma tiba lebih dulu di hotel. Manager hotel dan beberapa karyawan menyambut kedatangan Ken di depan pintu hotel. Mereka terlihat seperti pelayan kerajaan karena memakai gaun putih selutut dan berdiri seperti sedang dalam formasi. 


"Selamat pagi nona Ken. Nyonya Audi" Sapa salah satu karyawan yang merupakan manager hotel. Ken membalasnya dengan tersenyum begitu pula dengan oma.


"Mari saya antar" ucap wanita itu lalu mengambil posisi di samping kanan Ken. Mereka berjalan memasuki hotel di ikuti oleh pelayan kerajaan itu.


Ken terkejut saat tiba di loby hotel. Dia melihat rangkaian mawar putih menghiasi seluruh ruangan. Di samping kanan kiri lift terdapat beberapa papan bunga bertuliskan " Wedding Ken ♡ Rava".


"Oma.. ini juga bagian dari dekorasi yang oma siapin?" Tanya Ken penasaran.


"Tidak." Jawab oma Ken.


"Ini ada kejutan dari semua karyawan nona. Setelah mendengar kabar pernikahan nona, mereka semua berinisiatif untuk memberikan sedikit kejutan." Jelas manager hotel tersebut membuat mata Ken berkaca-kaca karena terharu.


Ken adalah sosok bos yang royal terhadap bawahannya. Bahkan tak jarang dia memberikan bonus bagi karyawan yang giat. Ken juga sering memberikan beasiswa untuk adik-adik para karyawan yang berprestasi. Uluran tangan Ken ternyata membuat para karyawan simpatik dan mengaguminya walaupun mereka tidak mengenal sosok Ken.


"Manager Ana, sepertinnya kamu harus memberi mereka bonus tambahan." Ucap Ken yang masih melihat sekeliling loby.


"Baik nona." Ucap manager Ana. Mereka melanjutkan langkahnya memasuki lift. 


***


Ken sudah selesai dengan riasan make upnya. Dia juga sudah mengenakan gaun yang panjang hingga menyapu lantai  putih dan berlengan panjang. Rambutnya dibentuk sedemikian rupa hingga menampakkan leher jenjangnya. Mahkota di kepalanya menambah keanggunan bak seorang ratu.


'Iiiihhh.. kok aku deg degan ya? Apa semua orang yang mau nikah itu deg degan?' Tanya Ken dalam hatinya. Sejak tadi dia terlihat gusar walaupun sudah beberapa kali ditenangkan oleh omanya.


Akad akan segera dimulai, Rava dan seluruh keluarga  sudah duduk di ruang akad. Ken melangkah memasuki ruang akad digandeng oleh oma dan papanya. Seketika mata Rava tak berkedip melihat kehadiran Ken. Matanya terpana dengan kecantikan Ken yang luar dari biasanya.


Ken duduk di samping Rava. Acara akad pun segera di mulai. Entah apa yang di rasakan Rava dan Ken yang pasti mereka sangat gugup saat ini. Setelah akad, Rava dan Ken bertukar cincin. Tidak lupa satu kecupan mendarat di kening Ken.

__ADS_1


Tentu saja moment kebahagiaan ini di rekam oleh sejumlah awak media. Beberapa stasiun televisi juga melakukan siaran langsung. Publik pasti akan di kejutkan dengan kabar pernikahan ini namun tidak untuk para kalangan pembisnis. Karena Ken dan keluarganya tidak pernah masuk dalam berita entertaiment.


Setelah selesai dengan rentetan acara setelah akad. Ken dan Rava kini berada di aula tempat diadakannya resepsi pernikahan. Aula di dekorasi bernuansa putih dan gold sehingga menonjolkan kesan lembut dan mewah. Beberapa keluarga Ken dan Rava berkumpul menikmati hidangan yang ada.


"Ken, anak bunda selamet ya sayang. Semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu." Ucap bunda yang langsung memeluk Ken. Begitu pula om putra yang menyelami Rava.


"Rava, titip Ken ya. Jaga dia baik-baik." Pesan bunda pada Rava lalu memeluk Rava.


"Rava selamat ya, semoga kamu bahagia." Tante Hera langsung memeluk Rava.


"Ken titip ponakan tante ya." Pesan tante Hera seraya memeluk Ken. Ken pun membalas pelukan tante.


Tamu-tamu mulai berdatangan. Papa Ken sibuk berbincang dengan rekan bisnisnya, begitu pula dengan papa Rava. Sementara oma dan nenek Rava sedang berkumpul dengan keluarga Rava yang lain. Ken sedari tadi melihat kesana-kemari. Namun tidak menemukan seseorang yang dia cari.


"Kenapa sayang?" Panggil Rava yang mengagetkan Ken.


"Itu lo Va, aku kok dari tadi gak liat Vely ya. Apa dia gak dateng?"


"Mungkin bentar lagi dia sampek." Rava mencoba menenangkan Ken.


Flashback on


Pagi ini Ken sedang duduk bersantai di rumah. Oma sudah sejak tadi pergi bersama nenek Rava dan tante Hera. Dia sengaja tidak diijinkan keluar rumah karena sedang dipingit. Dua hari lagi adalah hari pernikahannya namun dia belum mengabari seseorang. Ken mengambil Hpnya lalu menghubungi salah satu kontak di Hpnya.


"Hallo.." suara teriakan dari balik telvon.


"Ve... aku kangeeennn?" Teriak Ken pada sahabatnya.


"Maaf ini siapa ya?" Tanya Vely dengan nada serius.


"Ve jahat banget sih." Rengek Ken.

__ADS_1


"Ehhh Munaroh, siapa yang jahat sekarang. Masak kabar nikah kamu aja aku taunya dari orang laen. Kamu nganggep aku sahabat gak sih. Gak nyangka banget. Kemaren kemaren aja nolak nolak sampek kabur keluar negeri. Nih tiba-tiba udah mau nikah aja. Kenapa gak kabur ke planet lain aja sana. Nikah disana, gak usah ngundang-ngundang aku. Gak ngerti aku sama kamu." Vely memberikan semburan badainya pada Ken.


"Ve.. maafin aku." Jawab Ken yang kini sudah menciut karena kehilangan nyali.


"Gak ada maaf-maafan. Sebel aku tuh." Ucap Vely.


"Ve, aku ni nelvon kamu mau ngasih tau itu. Kamu jangan marah-marah dulu dong." Bujuk Ken dengan jurus kelembutannya.


"Baru mau ngasih tau sekarang? Aku udah tau dari jaman baholak Ken. Kamu tu telat. Kenapa gak kamu kasih tau aku pas lagi ijab aja sekalian." Omel Vely yang tak henti hentinya.


"Iya iya.. aku salah.." jawab Ken dengan suara pura-pura sedih. Ken sudah hafal dengan omelan Vely yang cuma sesaat.


"Jadi gimana ceritanya kamu bisa jadi nikah sama doi?" Vely memulai pertanyaannya.


Ken menceritakan semua kejadian saat dia dijodohkan oleh omanya dengan cucu temannya yang ternyata adalah Rava. Rava juga minta maaf kepadanya sampai akhirnya pingsan. Ken menceritakan tentang perasaannya kepada sahabatnya dengan serinci mungkin.


"Oke aku ngerti sekarang. Kemungkinan besok aku akan berangkat kesana sama Hery. Tapi aku gak janji ya. Soalnya aku sering gak enak badan akhir-akhir ini." Jelas Vely setelah mendengar cerita sahabatnya.


"Kamu kenapa ? Jangan-jangan kamu hamil." Jawab Ken dengan tertawa cekikikan.


"Enggak tau juga belom sepet chek soalnya" jawab Vely.


"Jangan hamil dulu dong. Tunggu aku biar barengan." Ken mulai dengan keisengannya.


"Kampret luuuuuu. Enak aja aku di suruh nunggu-nunggu kamu." ejek Vely.


"Udah ah emosi aku lama-lama ngomong sama kamu. Byeeeee" pamit Vely lalu mengakhiri telvon.


Flashback off


 

__ADS_1


"Hery, kamu kok sendirian. Vely mana?" Tanya Ken pada sosok lelaki yang menghampiri mereka.


"Saya bukan Hery bu Ken. Saya Hendry, kembarannya Hery." jawab lelaki itu membuat Ken langsung tersipu malu.


__ADS_2