
Setelah berbincang-bincang lama masalah perjodohan Ken dan Rava, om Haris akhirnya pamit pulang begitu juga dengan Rava.
* Halaman Rumah Ken
Dua mobil mewah meninggalkan halaman rumah Ken yang cukup luas mendekati gerbang utama. Ken dan papanya mengantarkan kepulangan Om Haris dan Rava dari depan rumah. Bersama dengan keluarnya mobil Rava, sebuah mobil mewah pun memasuki halaman rumah mereka. Ken dan papanya yang belum beranjak dari tempat mereka berdiri, bertanya tanya sendiri dalam hati.
Mobil berhenti tidak jauh dari mereka, seorang wanita dan pria paruh baya turun dari mobilnya. Mata Ken yang mengenali wanita tersebut langsung histeris dan berlari mendekat.
"Bundaaaaa...." teriaknya sambil memeluk Bunda Tama, lalu menyalami Om Putra. Papa Ken menyambut om Putra dengan pelukan persahabatan. Papa Ken langsung mengajak mereka masuk kedalam lalu duduk di ruang tamu.
"Baru ada tamu ya?" tanya bunda kepada Ken.
"Iya bun, om Haris sama Rava, yang kemaren di rumah sakit." jelas Ken, lalu dibalas anggukan oleh bunda.
"Kamu udah sehat kan nak?" tanya bunda.
"Udah kok bun, mungkin kemaren Ken kecapean." jawab Ken yang duduk di sebelah bunda Tama.
Seorang pelayan datang menghampiri mereka dengan membawa nampan. Setelah meletakkan empat gelas dan cemilan, pelayan itu meninggalkan mereka.
"Sudah lama ya kita tidak kumpul disini!" ucap Om Putra.
"Iya.. masih ingat dulu Andre, yang selalu pulang sekolah kemari?." balas papa Ken.
"Yah.. Karena kesibukan saya dulu, andre selalu ngambek dan gak mau pulang kerumah gaga - gara gak saya jemput." Sambung om Putra
flashback on
Di depan gerbang sekolah dasar favorit di kota J, seorang supir telah menunggu majikan kecilnya. Tak berapa lama, bel sekolah berbunyi manandakan kepulangan. Banyak anak-anak yang berjalan keluar dari gerbang sekolah.
" Papaaaaa..... " teriak gadis kecil itu yang tak lain adalah Ken. Dia berlari mendekati supir sekaligus papanya. Papa Ken langsung menangkap Ken dalam gendongannya.
__ADS_1
"Eh.... ada Andre juga." ucap papa Ken yang melihat kedatangan Andre. Papa Ken melihat ke sekitar mereka, matanya menyebar mencari keberadaan papa Andre.
"Papa mu telat jemput lagi ya? ayo pulang bareng Ken. Nanti om anter pulang." pinta Papa Ken.
Papa Ken berjalan membukakan pintu di kursi penumpang, dan Andre membuka pintu samping kemudi.
"Papaaaaa... Ken mau duduk di depaaannnn." Rengek Ken.
"Aku gak mau duduk di belakang. Kan aku yang duluan masuk." Jawab Andre dengan wajah cemberut.
Papa Ken mulai pusing melihat tingkah anak-anak yang ada di depannya. Dia langsung menutup pintu penumpang dan menyuruh Ken masuk ke pintu samping kemudi.
"Sudah... kalian berdua duduk di depan. Jangan berantem kalo kesempitan. Kalo berantem, papa turunin di kolong jembatan." Ancam papa Ken. Papa Ken menutup pintu setelah itu berlari kecil memasuki mobil dan mengemudikan.
Mobil melaju dengan santai, terlihat dua orang anak itu sesekali nyanyi bersama mengikuti musik yang di putar papa Ken. Sepertinya suasana hati mereka cukup bersahabat. Andre yang tadinya agak murung sekarang kembali ceria.
* Rumah Ken
"Mamaaaa... Ken pulang." Sapa Ken langsung menyalam tangan mamanya, Begitu juga dengan andre.
"Ehh.. ada An jugaa.." sapa Mama Ken. Andre hanya tersenyum tipis.
"Iya papanya belum jemput jadi papa ajak pulang bareng. Tapi dia gak mau di anter pulang kerumahnya." Jelas papa Ken.
"Ya udah An disini aja ya, main sama Ken!" ucap mama Ken pada Andre.
"Iya tante." jawab Andre.
"Ken cepat ganti baju lalu turun, pinjemin An baju kamu." Pinta mama Ken. Ken anak yang tomboy, dia suka memakai baju kaos oblong dan bahkan dia memiliki banyak kaos laki-laki. Dia hanya memiliki beberapa gaun yang biasa digunakan saat menghadiri pertemuan dengan rekan bisnis papanya.
"Ni ..." ken memberikan satu lembar baju kaos berwarna hitam dan celana pendek.
__ADS_1
Setelah selesai berganti baju, mereka berlarian menuruni tangga, lalu duduk di depan meja makan. Ken dan Andre makan dengan sangat lahap bersama papa dan mama Ken. Selesai makan Ken dan Andre menonton kartoon di TV, kadang terdengar suara tawa mereka kadang juga mereka berdebat karena rebutan remot TV. Setelah bosan nonton, mereka bermain di halaman belakang rumah Ken.
Pukul 4 sore, bunda Tama datang menjemput Andre, karena sebelumnya mama Ken sudah menghubungi bunda Tama bahwa Andre di rumahnya. Mama Ken yang mengetahui kedatangan sahabatnya langsung menyambutnya dan mempersilahkan masuk.
"Sebentar ya Tam, aku panggil mereka dulu.. kayaknya mereka lagi main di kamar." Ucap mama Ken. Mama Ken berjalan menuju kamar Ken diikuti oleh bunda Tama.
Pintu kamar Ken sedikit terbuka, mama Ken melebarkannya dengan mendorong pintu tersebut perlahan lalu matanya mencari keberadaan Ken dan Andre. Ternyata mereka sedang tertidur kareka kelelahan bermain. Mama Ken dan bunda Tama tersenyum melihat mereka yang tidur begitu nyenyaknya.
Flashback off
"An kemana bun kok gak ikut?" Tanya Ken.
"Masih di kantor, tadi udah bunda kabarin biar pulang sama om tapi katanya masih ada meeting." Kelas bunda Tama. Ken mengangguk mendengar jawaban bunda.
"Mumpung sudah kumpul begini, baiknya saya memberi tahu kalian. Karena kita sudah seperti keluarga." ucap papa Ken mulai serius. "Saya ingin mengundang secara langsung Jadi minggu depan Ken akan tunangan dengan Rava." Lanjut papa Ken.
"Apa tunangan... kenapa buru-buru?" Tanya bunda Tama kaget.
"Ya sebernya tidak buru-buru, hanya mempercepat niat baik saja, saya juga harus kembali ke Jepang. Lagian Ken dan Rava sudah berteman lama." Jelas papa Ken. Bunda Tama dan om Putra mengangguk paham. Ada sedikit kekecewaan tergambar di wajah bunda.
" Ternyata kamu sudah besar ya nak!" ucap bunda sambil menggenggam tangan Ken. "Padahal bunda mau jodohin kamu dengan An. Ehhhh.... gak taunya bunda sudah kena tikung." lanjut bunda. Ken hanya meringis tak percaya dengan apa yang di katakan bunda Tama. 'Kenapa dengan orang tua - orang tua ini? Kenapa mereka suka banget jodoh - jodohin anaknya?' batin Ken dalam hati.
* Rumah Bunda Tama
Bunda Tama meletakkan tasnya di atas meja lalu duduk di sofa yang ada di kamar. Suaminya yang tengah mengganti baju, tidak menghiraukan istrinya. Bunda Tama membuang nafasnya dengan kasar.
"Aku kalah cepat sama Haris pa!" Ucap bunda Tama pada suaminya dengan kesal.
"Sadah la bun, itu tandanya mereka gak jodoh." Jawab om Putra dengan tenang.
"Ini namanya 'Gagal sebelum dimulai'." Ucap bunda Tama.
__ADS_1