Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Mas Rava


__ADS_3

Perasaan Ken bercampur baur, rasa haru, bahagia, dan gugup bercampur menjadi satu. Dia tidak pernah sedekat ini dengan Rava. Dan dia juga tidak pernah membayangkan akan mengalami momen seperti ini. Sebuah lamaran yang sangat romantis seperti yang hanya ada di drama, kini juga dia rasakan.


Kini mereka telah duduk kembali dengan perasaan mereka masing-masih. Ketiga pelayan tersebut kembali setelah meletakkan sisa hidangan yang mereka bawa ke atas meja. Ken dan Rava menikmati hidangan tersebut, yah walaupun sepertinya Ken sudah lupa dengan rasa laparnya.


"Va... boleh gak aku manggil mas Rava?" Tanya Ken memecahkan kebisuan. Rava langsung tersipu malu mendengar pertanyaan Ken.


"Mas Rava..." goda Ken yang sebenarnya agak janggal menyebutkannya. Dan lagi lagi Rava tersipu malu dibuatnya.


"Kenapa sih?" Tanya Rava lembut.


"Makasi ya untuk hari ini." Ucap Ken dengan sungguh-sungguh. Rava hanya tersenyum melihat Ken.


Setelah selesai makan malam, mereka kembali ke villa. Kini mereka melewati sisa malam sambil menonton televisi.


"Mas Va, kamu sering kesini ya?" Tanya Ken yang sedang asik memperhatikan tontonannya.


"Ya dua bulan sekali kalo gak sibuk." Jawab Rava yang sedang menyenderkan kepalanya di bahu Ken. Ken sedikit canggung dengan tingkah Rava yang sedikit manja itu, namum dia membiarkannya karena dia mencintai Rava.


"Udah malem, tidur yuk." Ajak Ken yang sudah beberapa kali menguap.


"Cepet banget ngantuknya. Aku belum nyantuk." Ucap Rava yang sebenarnya agak ngantuk, hanya saja dia tak mau berpisah.


"Ya udah deh ku temenin lagi." Ucap Ken pasrah. 'Karena kamu udah nyiapin banyak kejutan untukku, aku bakal nemenin kamu nonton disini.' Gumam Ken dalam hati.


***


Malam berganti pagi, suara deburan ombak di pantai diiringi dengan kicauan burung bernyanyi kesana-kemari. Ken masih tertidur di sofa karena tak sempat pindah ke kamarnya. Begitu pula dengan Rava yang nyenyak di pangkuan Ken.


Rava mulai sadar dan sedikit membuka matanya. Dilihatnya Ken yang masih pulas menyandarkan kepalanya di sofa dengan posisi sedikit miring. Digapainya pipi Ken yang mulus lalu dia usap dengan lembut. Ken yang merasa ada sentuhan mulai tersadar dan mengangkat kepalanya.


"Aaawww.... sakit." Rengek Ken sambil memegang tengkuknya. Rava pun bangkit dari posisinya lalu duduk disamping Ken.


"Kamu kenapa gak bangunin aku biar pindah kekamar." Tannya Rava yang sedikit kawatir.


"Gimana mau dibangunin kamu pules banget tidurnya. Aku kan gak tega." Jawab Ken sedikit cemberut.


"Maaf ya.... Ya udah kamu pindah ke kamar. Biar aku siapin sarapan." Pinta Rava. Ken pun menurutinya dan melangkah ke kamar.


Didapur, Rava sedang bergelut dengan bahan-bahan masakannya. Karena kebetulan pembantu yang mengurus villa sedang sakit. Dia membuat beberapa hidangan sederhana. Karena Rava tidak begitu ahli dalam masak memasak.

__ADS_1


Setelah 40 menit berlalu, Ken turun dari kamarnya. Dia mencium aroma-aroma yang menggoda di indra penciumannya. 'Aku laper' ucap Ken pada dirinya sendiri.


"Hai sayang." Sapa Rava yang masih menata hidangan di meja makan. Mendengar kata sayang dari mulut Rava, membuat getaran getaran aneh muncul di dada Ken. Ken pun tersipu malu mendengarnya.


"Kamu masak apa?" Tanya Ken.


"Ini nasi goreng, capcai dan telur gulung. Yah .. aku cuma bisa masak ini. Semoga Rasanya sesuai selera kamu." Ucap Rava merendah.


"Wahhhh... kayaknya enak." Puji Ken yang langsung duduk di meja makan. Begitu juga Rava yang ikut duduk disamping Ken.


Ken menyendokkan nasi goreng ke piring Rava setelah itu ke piringnya sendiri.


"Enak banget Mas. Kamu jago masak." Puji Ken sambil mengunyah makanannya.


"Makan jangan sambil ngomong." Ucap Rava.


Setelah selesai makan Ken mencuci piring kotor mereka, sementara Rava pergi ke kamarnya untuk membersihkan badannya.  Setelah selesai, Ken keluar villa untuk menikmati pemandangan pantai di pagi hari. Terlihat beberapa turis sudah bertengger disana. Ken menyadari ada salah satu penikmat pantai yang memperhatikannya, dia langsung bergegas kembali ke villa Rava.


"Sayang, kayaknya kita gak bisa lama-lama disini. Sore ini aku harus berangkat ke Paris." Ucap Rava yang melihat kedatangan Ken.


"Heeehhh.. Iya mas gak papa." Ucap Ken dengan semangat.


Ken langsung kembali kekamar untuk mengambil barangnya.


***


"Sayang, kamu kok diem aja?" Tanya Rava memecah keheningan.


"Aku gak mau ganggu kamu nyetir mas, kamu harus fokus." Jawab Ken singkat. "Nanti kamu mau ku anter kebandara gak?" Tanya Ken.


"Gak usah sayang, nanti aku dianter supir papa aja. Kamu istirahat dirumah, badan kamu pasti masih sakit karna tidur disofa." Pinta Rava. Ken menganggukkan kepalanya, badannya memang masih terasa pegal dan sakit.


Tiga jam berlalu, Rava menghentikan mobilnya didepan gerbang rumah Ken. Tak lama gerbang terbuka lalu mereka masuk kehalaman rumah.


"Kamu mau mampir dulu gak?" Tanya Ken basa-basi.


"Gak usah deh, aku mau packing." Jawab Rava sembari memberikan senyum tipisnya.


"Oke deh.. kamu Hati-hatinya." Ucap Ken sambil mencium tangan Rava. Setelah itu Ken turun dari mobil dan menyaksikan kepergian mobil Rava hingga tak terlihat lagi.

__ADS_1


Ken masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya. Tanpa basa-basi, Ken langsung menghempaskan badannya di atas kasur.


"Ahhh... Nyamannyaaa...." ucap Ken yang tengah berbaring. Ken memejamkan matanya.


'Riko, kenapa kamu muncul lagi dihadapanku.' Gumam Ken, tanpa disadari air matanya menetes.


Ken langsung bangun dari rebahannya menuju ke kamar mandi. Setelah mencuci mukanya, Ken meraih Hpnya yang berada di dalam tas.


"Hallo.." suara dari balik televon.


"Hallo mas Va!" Sapa Ken.


"Ada apa sayang." Tanya Rava.


"Kamu lagi apa? Aku rindu..." ucap Ken tanpa ragu.


"Loh kamu Rindu? Aku kira kamu Ken... maaf ya aku salah sambung." Canda Rava sambil tertawa kecil.


"Ravaaaaa...." Teriak Ken.


"Iya sayang. Aku juga rindu. Ini perdana kamu bilang rindu. Ternyata aku udah bisa buat kamu jatuh cinta." Ucap Rava.


"Hemmmm..." jawab Ken cuek.


"Kamu udah beres-beres?" Tanya Ken.


"Udah sayang. Tadi pas sampek dirumah, rupanya bibi udah packing barang-barang. Jadi aku tinggal mandi abis tu berangkat deh." Jelas Rava.


"Kamu berapa hari disana?" Tanya Ken memastikan.


"Yah sekitar seminggu atau sepuluh hari." Jawab Rava.


"Lama banget.. ya udah deh, kamu siap-siap.. Hati-hati ya mas Va." Ucap Ken agak lesu.


"Mas Va...?" protes Rava.


"Hati-hati ya mas Rava." Ulang Ken.


'Hemmm... lama-lama aku nyaman manggil dia mas Va. Hahaha... mas Rava ... mas Rava.." oceh Ken dalam Hati.

__ADS_1


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hai Readers... Terima kasih sudah baca.. Jangan lupa tinggalkan jejakmu denga like dan komen ya.... Jika tidak keberatan beri vote jugaaa....


__ADS_2