Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Hari Pertunangan


__ADS_3

Setelah melewati hari hari yang panjang, tak terasa akhirnya tibalah dihari pertunangan Ken dengan Rava. Acara ini sudah di rancang sedemikian rupa dan persiapkan dengan sebaik mungkin oleh nenek dan tante Hera.


Didalam kamarnya, Ken sudah terlihat cantik dengan make up yang tidak terlalu mencolok dan balutan gaun berwarna navy. Dia masih duduk didepan meja riasnya. Dilihatnya dirinya lekat-lekat.


'Apa sebenarnya rencana tuhan untukku? Aku bersyukur tidak dijodohkan dengan orang yang tidak ku kenal seperti di cerita-cerita hidup orang lain. Tapi dijodohkan dengan sahabat sendiri juga bukanlah takdir yang aku impikan.' batin Ken.


Lamunannya melayang jauh membentuk kisah-kisah yang dia ciptakan semdiri di fikirannya. Ken meraih handphonenya lalu melakukan selfi beberapa kali.


Dia memilih satu foto terbaiknya untuk dia upload ke akun medsosnya dengan tulisan: 'Tuhan, jangan mengobrak-abrik perasaanku lalu menggantinya dengan rasa yang lain." Tulis Ken dalam statusnya.


***


Di tempat lain, Rava juga sudah terlihat rapi dengan setelan kemeja putih yang terbalut jas berwarna navy, senada dengan gaun Ken agar terlihat serasi. Rava berdiri didepan cermin, dia melihat  pantulan dirinya disana. Ada sedikit keraguan didalam hatinya, tapi dia mencoba untuk meyakinkan diri.


'Semoga ini cara terbaik agar aku bisa menjagamu. Kamu adalah sebuah titipan yang haris ku jaga.' Gumam Rava dalam hatinya.


* Hotel K two A (K2A)


Hotel ini merupakan salah satu hotel bintang lima di Jakarta. Hotel tersebut juga menjadi pilihan pertama untuk mengadakan pertemuan, pernikahan dan acara acara lain. Tentu saja yang menyewa hotel ini bukan orang biasa, karena biayanya yang cukup mahal.


Ken tidak menyangkan akan bertunangan di hotel elit ini. Dia langsung teringat dengan perbincangannya bersama tante Hera di rumah nenek Rava.


flashback on


*Dirumah nenek Rava


"Untuk acara pertunangan kalian, biar nenek dan tante Hera yang mengurusnya. Kalian tenang saja." ucap nenek Rava.


"Bagaimana kalau masalah hotel biar Ken yang urus nek." pinta Ken kepada nenek. Ken tidak ingin dianggap mengambil keuntungan karena tidak mengeluarkan dana sedikit pun.


"Tidak perlu, biar semua kami yang urus. Kamu tahu kan rekan kerja Rava semuanya orang - orang terhormat. Apa kata mereka jika pesta pertunangan Rava di hotel biasa." ucap tente Hera dengan panjang x lebar x tinggi.


Flashback off

__ADS_1


"Hemm... kenapa hanya tunangan saja harus buang-buang uang si." Gerutunya pelan sambil masuk ke dalam hotel. Dekorasi ruang cukup elegan dengan nuansa putih. Mawar-mawar putih tersusun rapi di atas meja hidangan.


Tamu-tamu dari keluar Rava dan Ken sudah berdatangan. Kebanyakan tamu dari rekan bisnis om Haris. Ken melihat bunda Tama dan om Putra sedang berdiri bersama. Disisi lain terlihat ada Andre yang sesang asik ngobrol dengan Sasya.


"Deeerrrr....." Teriak seorang wanita mengagetkan Ken dari belakangnya.


"Vely... ternyata kamu dateng. Makasi yaa...." ucap Ken sambil memeluk Vely.


"Ya dateng dong, masa sahabat sendiri tunangan. Aku gak dateng." Jawab Vely. "Ngomong-ngomong mana tunangan mu?" Tanya Vely.


"Aku juga belum liat, mungkin belum dateng." Jawab Ken sambil melihat kesana kemari.


Ken melihat papanya melanbaikan tangan memangil Ken.


"Ve, bentar ya papaku manggil, kamu makan aja apa yang ada. Disini makanannya enak- enak." Ucap Ken lalu meninggalkan Vely. Vely mengangguk.


Ken berjalan mendekati papanya lalu duduk disebelahnya. Rava masuk dengan diiringi oleh papa, nenek dan keluarganya yang lain. Mereka duduk di kursi yang sudah di persiapkan tepat di seberang keluarga Ken. Host memandu acara dengan sangat apik. Hingga tiba pada acara penyematan cincin. Ken dan Rava diminta untuk berdiri kedepan.


Suara tepuk tangan memenuhi ruangan menyadarkan Ken dari lamunannya. Rava menggandeng tangan Ken, mereka berjalan mendekati papa Ken dan penyalami papa Ken Ken memeluk papanya dengan mata berkaca-kaca. Lalu mereka menyalami bunta Tama dan om Putra. Bunda Tama memberikan pelukan haru pada Ken.


Lalu mereka beralih mendekati papa Rava dan menyalami nya setelah itu menyalai nenek. Nenek menyambut mereka dengan pelukan hangat. Setelah itu mereka menyalami tante Hera. Kali ini Ken benar-benar menyalami tante Hera.


***


Pesta pertunangan sudah selesai, semua tamu sudah meninggalkan ruangan. Begitu pula dengan keluarga Ken dan Rava. Di ruang tersebut hanya tinggal Rava dan Ken. Ken belum ingin beranjak, dia masih ingin menikmati suasana pertunangannya yang masih seperti mimpi.


"Va, gimana ya kalo nanti kita nikah?" tanya Ken yang duduk di sebelah Rava.


"Gimana apanya?" Tanya Rava balik.


"Va, aku tuh udah nyaman kamu jadi temenku, jadi sahabat, bahkan jadi kakak." Ucap Ken.


"Ya udah.. aku akan berusaha buat kamu nyaman jadi istriku." Ucao Rava serius.

__ADS_1


"Caranya?" Tanya Ken melihat Rava. Begitu juga Rava yang melihat Ken.


"Kita mulai dari sini." Ucap Rava lalu menjatuhkan bibirnya di atas bibir Ken. Rava memberikan kecupan kepada Ken. Mata Ken seketika terpejam. Dadanya mulai sakit akibat detakan jantung yang terlalu kencang. Walaupun bukan ciuman dari orang yang kita cinta tapi ciuman dari sahabat yang sedang jatuh cinta jauh lebih mengejutkan.


***


Rava mengantarkan Ken pulang kerumahnya. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Rava masih tidak menyangka dia bisa terang-terangan mencium Ken tapi didalam hatinya, dia merasa senang karena dua maju selangkah mebdekati Ken. Begitu pula Ken yang masih saja terdiam dengan lamunannya.


"Ken..." panggil Rava.


"Hemmm..." Jawabnya namun tidak melihat kearah Rava. 


"Walaupun nantinya kita nikah, aku akan tetep jadi temen, sahabat dan kakak buat kamu. Kamu gak perlu kawatir." Ucapa Rava menenangkan Ken.


"Tapi kan kita bakal jadi suami istri Va." Jawab Ken.


"Kita gak harus memaksakan diri jadi suami istri kan? Biar aja waktu yang mengaturnya, sampai nanti cinta tumbuh diantara kita." ucap Rava. "Anggap aja aku kakakmu." lanjutnya.


"Va makasi ya, kamu dewasa banget nanggepin ini." Ucap Ken mulai tenang. Rava mengelus kepala Ken. Perlakuan Rava membuat Ken seperti memiliki seorang kakak sekarang.


'Walaupun dia bilang ga akan ada yang berubah. tapi tetep aja semua akan berubah. Ga tau kita akan lebih deket dari sekarang atau bahkan lebih jauh.' gumam Ken.


Mobil terus melaju membawa mereka. Tidak ada ketegangan lagi didalamnya. Hampir 30 menit berlalu, akhirnya mereka sampai dirumah Ken.


"Rava kamu mau mampir dulu gak?" tanya Ken sebelum keluar dari mobil.


"Aku langsung balik gak papa ya udah kemaleman soalnya." Tolak Rava. Ken mengangguk mengerti lalu dia mengulurkan tangannya. Rava mengerutkan keningnya seolah bertanya 'ada apa?'.


"Mau salam Va. Itung-itung latihan kalo udah nikah." jelas Ken.


"Wah kayaknya ada yang mau jadi istri sholeha nih." Canda Rava membuat Ken memanyunkan bibirnya. Rava langsung membalas salam Ken dan Ken mencium tangan Rava.


Setelah itu Ken keluar dari mobil dan membiarkan mobil itu menjauhinya. Rava tersenyum lucu melihat tingkah Ken, walaupun dia merasa Ken sedikit canggung namun tingkahnya itu justru terlihat menggelikan.

__ADS_1


__ADS_2