Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Salah Paham


__ADS_3

Rava berangkat ke kantor setelah mendapatkan sarapan khususnya. Hari ini Rava sengaja mengajak Ken ikut ke kantor. Dia ingin mengumumkan hubungannya dengan Ken sebagai istri satu satunya.


Rava memasukin gedungnya dengan menggandeng tangan Ken. Beberapa karyawan memperhatikan keromantisan mereka membuat mereka tersenyum senang sekaligus iri. Larena mereka tidak bisa terang terangan mengagumi bos mereka. 


"Selamat pagi pak Rava, bu Ken." Sapa Nadia sekretaris Rava yang berada di dekat pintu.


"Pagi juga Nad." Ucap ken. Sementara Rava hanya tersenyum.


"Pak Rava, ada nyonya Besar di dalam." Ucap Nadia.


"Okee.." jawab Rava singkat.  Dia langsung masuk kedalam ruangannya diikuti oleh Ken.


"Nenek, tumben kekantor." Sapa Rava sambil memberi salam begitu pula Ken yang ikut menyalami nenek Rava.


"Nenek ingin ketemu kamu." Jawab nenek.


Rava dan Ken kini duduk di seberang nenek. Sementara Noura duduk di samping nenek.


"Nenek dengar, Noura membuat keributan di apartementmu pagi ini." Ucap nenek.


'Oww jadi aura negatif ini ngadu.' Batin Ken dalam hatinya.


"Neneekkkkk... bukan aku tapi istri kak Rava yang ngusir aku." Rengek Noura tak mau disalahkan.


"Nek Ken pasti punya alasan." Bela Rava.


"Ken, maafkan Nora ya. Dia memang belum dewasa." Ucap nenek dengan tulus yang justru membuat Ken merasa tidak enak.


"Nenneeekkk" rengek Noura.


"Iya nek, Ken minta maaf kalo tindakan Ken kasar." Ucap Ken.


"Tidak, tidak... Nora cepat minta maaf sama kakak mu." Pinta nenek.


"Tapi nek.." bantahnya. Nenek hanya menatap cucu angkatnya itu tanpa arti.


"Ra, kakakmu itu sudah nikah. Kamu gak bisa manja manja kayak dulu lagi. Bersikaplah dewasa.' Ucap nenek menasehati Noura.


"Kak Ken aku minta maaf ya. Aku gak akan ngulangi lagi." Ucap Noura pasrah dibalas senyuman oleh Ken.


Yah, walaupun Noura terbilang cucu yang sangat manja, tetapi dia juga penurut. Dia tidak berani melawan kata-kata neneknya. Itu adalah bentuk terima kasihnya pada nenek yang sudah mengadopsinya.


Alih alih ingin mendapat pembelaan, Noura malah mendapatkan kekalahan. Sia-sia pengaduannya pagi tadi. Pasalnya sepulang dari apartement Rava pagi tadi, Noura merengek di pangkuan neneknya. Dengan harapan neneknya akan memarahi kakak iparnya tersebut.


"Nah karena masalah hari ini udah selesai. Gimana kalau kita sarapan. Nek, aku dan Ken belum sarapan. Kita sarapan di kantin yuk." Aja Rava.

__ADS_1


"Baiklah." Ucap nenek.


***


Kantin perusahaan sepi karena belum tiba jam istirahat. Rava, Ken, nenek dan Noura tengah asik menikmati sarapan mereka.


"Noura, katanya kamu sudah selesai kuliah. Gimana kalo kamu kerja di hotel kakak." Ucap Ken membuka pembicaraan.


"Ide bagus itu. Dari pada kamu main main gak jelas." Tambah nenek.


'Kenapa sih kakak ipar nih, mau cari muka sama nenek?' Batin Noura.


"Kenapa gak kerja di kantor kak Rava aja." Tawar Noura. Karena menurutnya kerja dengan Ken bukan pilihan yang bagus.


"Gak bisa, kalau disini kamu bakal suka suka aja." Tolak Rava. Dia serasa sudah hafal dengan tabiat manjanya Noura.


"Sudah, lebih baik kamu kerja di hotelnya Ken. Disitu kamu pasti bisa banyak pengalaman." Sahut nenek.


"Iya nek." Jawab Noura pasrah.


"Ya udah kalau gitu nanti aku ijin ke hotel ya mas." Pamin Ken. Rava menganggukkan kepalanya karena sedang mengunyah makanan.


***


Ken dan Noura sudah berada di hotel.


"Ehh... maaf maaf" ucap Noura yang tidak sengaja menabrak seseorang di depannya.


"Iya gak papa. Aku yang buru-buru." Jawab Wira dengan ramah. Seketika Noura terpesona melihat senyum Wira yang menurutnya begitu manis. Ditambah lagi lesung pipinya yang tergambar jelas.


'Inikah yang namanya cinta pandangan pertama?' Batin Noura yang tidak bisa mengontrol raut wajahnya lagi.


"Maaf ya, saya harus pergi." Pamit Wira lalu meninggalkan Noura.  Sementara Noura masih dalam posisinya.


'Ya ampun, gak pernah aku nemuin cowok se cute dia.' Batin Noura.


Di ruang presedir, Ken sedang menunggu seseorang yang ingin dia temui. Ken duduk di sofa sambil memainkan handphonenya.


"Maaf Ken udah menunggu lama ya?." Sapa Wira yang baru masuk.


"Ow, enggak lama kok." Jawab Ken sambil tersenyum ramah.


"Ada apa Ken tumben nyariin aku? " tanya Wira.


"Wira aku mau masukkan manager baru. Gimana menurut kamu?" Tanya Ken.

__ADS_1


"Yah, kalau itu udah diputuskan, aku terima aja." Jawab Wira santai.


"Yah, aku pengen kamu bimbing dia sedikit. Mungkin dia agak merepotkan kamu nantinya." Jawab Ken dengan ekspresi wajah yang penuh  permohonan.


"Aku pasti bimbing dengan semampu ku." Jawab Wira penuh percaya diri.


"Kak Ken, aku mau kerja disini. Tadi aku abis ketemu cowok ganteeeng banget. Aku yakin dia kerja disini juga." Ucap Noura yang tiba masuk. Dia bercerita dengan penuh semangat seperti hanya ada mereka berdua. Tanpa disadarinya Wira menyaksikan kehebohan tersebut.


'Nih anak kena gampar setan apa ya. Baru tadi pagi dia rebutin Rava, belum ada sehari langsung nyantol cowok laen.' Gumam Ken dalam hati.


"Yah, bagus kalau gitu." Ucap Ken dengan senyum kikuk.


"Oommmaaakkkkkk" teriak Noura saat mengalihkan pandanggannya. Betapa terkejutnya dia melihat sosok pria yang terang terangan dia puji. Habislah sudah rasa malunya. Bahkan telapak tanganpun tidak cukup untuk menutupi wajahnya.


"Kamu kenapa?" Tanya Ken bingung. Bagaimana tidak, wajah Noura sudah seperti melihat hantu.


'Bodohnya aku, kenapa sih punya mulut rembes banget sih.' Batin Ken.


"Ehhh... gak papa kak." Ucap Noura gugup.


"Wira, ini dia orang yang saya maksud." Ucap Ken.


"Wira" sapa Wira sambil mengulurkan tangan.


"Noura" balas Noura sesikit ragu-ragu.


"Wira aku pamit dulu ya. Noura mulai magang besok." Ucap Ken sambil bangkit dari duduknya.


"Udah gak usah di anter." Ucap Ken yang melihat Wira ikut melangkah keluar. Wira hanya tersenyum menyaksikan kepergian Ken dan Noura. 


***


"Perasaan ada yang tadi pagi marah marah mau ngerebut suami orang deh, ini kok tiba tiba udah pindah haluan aja." Sindir Ken.


"Apaan sih kak, enak aja ngerebutin suami orang.  Apa kakak pikir aku cinta sama kak Rava?" Tanya Noura.


"Lah terus apa namanya kalau gak cinta?" Tanya Ken.


"Ya aku cuman gak suka aja ada cewek lain di deket kak Rava. Selama ini kan cuma aku yang diperhatiin kak Rava. Aku cuma takut kak Rava gak sayang sama aku lagi." Jelas Noura dengan suara manjanya.


"Dasar manja." Ejek Ken.


"Tapi maaf ya, kakak udah salah paham sama kamu." Ucap Ken.


"Santai aja lagi. Aku juga sering kok buat kak Rava putus." Jawab Noura santai.

__ADS_1


"Haaahhhh...." Kaget Ken.


__ADS_2