Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Bianglala


__ADS_3

Malam ini Rava dan Ken kembali keluar. Rava menjemput Ken di rumah Bunda Tama. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, akhirnya Ken dan Rava sampai ke sebuah taman hiburan. Mereka berjalan memasuki taman tersebut, banyak orang yang berlalu lalang dengan wajah penuh bahagia. Ada yang menggandeng pasangannya, ada pula yang bersenda hurau dengan sahabatnya dan ada juga yang menghibur anak-anaknya. Tiba-tiba Ken berhenti di depan permainan bianglala, kepalanya terakngkat melihat orang-orang yang duduk di dalamnya. Tanpa dia sadari matanya mulai berkaca-kaca.


flashback on


Hari ini adalah hari ulang tahun Ken yang ke-17, mama Ken berjanji akan mengajaknya ke taman hiburan untuk menaiki biang lala bersama sama. Ken sangat senang, akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba. Ken bangun dari tidurnya tepat pukul 06:00 WIB, ia langsung bergegas mandi dan bersiap-siap, setelah selesai berdandan, Ken memanggil-manggil mamanya namun tidak ada sahutan. Ken berjalan menuju kamar mamanya, namun hasilnya nihil, mamanya tidak ada di kamar. Ken mulai berfikir kemana mamanya pergi, sambil memeriksa seluruh ruangan. Namun Ken tidak menemukan keberadaan mamanya.


Ken mulai lelah karena memeriksa semua ruangan yang ada dirumahnya. Dia berjalan kedapur dengan nafas terengah-engah. Digapainya gagang kulkas untuk mengambil air putih dingin, lalu menutupnya kembali. Di pintu kulkas tertempel kertas note berwarna kuning, Ken langsung meraihnya.


'Sayang maafkan mama, mama ada pekerjaan yang sangat mendesak, jadi tidak bisa membangunkanmu. Nanti mama akan menyusulmu di taman jam 12. Selamat ulang tahun putriku.'


Ada kesedihan tergambar di wajah Ken, karena mama dan papanya sibuk bekerja, tapi dia coba mengerti. Ken kembali ke kamarnya dengan membawa air putih dingin dan dua lembar roti yang sudah diolesi coklat. Dia berkutat setenga harian di kamarnya, memainkah HP dan menggonta-ganti siaran TV.


Setelah jam 12, Ken langsung bangkit dengan menyilangkan tas kecil di bahunya. Ken berangkat dengan taxy online menuju taman hiburan. Taman tersebut sangat ramai karena ini hari minggu. Ken melihat kesana-kemari untuk mencari mamanya. Dia pun mengambil HP di dalam tas selempangnya lalu menghubungi mama.


'Hallo sayang.' suara dari balik telvon.


"Mama dimana? Ken sudah di taman." ucap ken.


'Iya... mama sebentar lagi sampai' ucap mama meyakinkan Ken.

__ADS_1


"Oke ma..." telepon pun terputus.


Ken tidak menghubungi papanya karena papanya sedang berada di luar kota. Papanya sangat sibuk bekerja bahkan jarang pulang kerumah jadi dia tidak terlalu berharap papa bisa datang.


Satu jam berlalu tapi mama tak kunjung datang. Ken masih duduk di bangku besi yang tersedia di taman. Pandangannya terlempar ke berbagai tempat permainan yang ada di taman, dia melihat ke arah bianglala yang berdiri dengan gagah. Ken ingin ulang tahunnya kali ini di rayakan di atas biang lala. Dia mencoba menelvon mamanya lagi tapi nomornya tidak aktif. Dia berfikir apa mama ingin memberinya kejutan seperti sebelum-sebelumnya?


Waktu ke waktu berlalu sedikit demi sedikit, jam telah menunjukkan pukul 19:00 WIB. Taman mulai sepi, ada raut kekecewaan terlukis diwajahnya. Tiba-tiba datang seorang laki-laki seusianya membawa sebuah kue ulang tahun berwarna coklat. Ken langsung melihat ke arah anak tersebut berharap kalau itu adalah mamanya, tapi ternyata salah.


"Mau nemenin aku tiup lilin gak?" tanya anak laki-laki itu. Ken hanya diam dan matanya mulai berkaca-kaca, setelah itu dia menganggukkan kepalanya.


"Boleh aku ikut tiup juga? Hari ini juga ulang tahunku." pinta Ken. Laki - laki itu pun mengangguka kan kepalanya.


"Itungan ke tiga kita tiup ya.. satu.... dua.... ti..gaaa... " mereka meniup lilin di kue ulang tahun yang sama. Setelah itu mereka pun saling melihat dan tersenyum bersama.


Rava yang menyadari tingkah Ken langsung berjalan ke depan Ken, di membenamkan wajah Ken ke dadanya untuk menghalangi pandangan Ken.


"Disini adalah tempat pertama kali kita ketemu." ucap Ken.


"Iya... Kita sama-sama nunggui orang yang kita sayang di hari ulang tahun kita."

__ADS_1


"Aku gak nyangka bisa ketempat ini lagi setelah 10 tahun. Dulu aku pengen banget ngerayain ulang tahunku di atas bianglala." ucap Ken seraya mengingat kenangan masa lalu.


"Yaudah. yuk kita naik bianglala. Ini kan hari ulang tahun kita." ajak Rava sambil menarik tangan Ken. Ken mengikuti langkah Rava


Akhirnya Ken bisa naik bianglala di hari ulang tahunnya seperti yang dulu dia impikan. Bianglala terus berputar membawa mereka hingga kepuncak tertinggi. Ken milihat ke arah bawah, dilihatnya kelap kelip lampu menghiasi gemerlapnya malam menambah sisi romantis tempat itu. Dan kini mereka telah berada disisi bawah, tiba-tiba pintu bianglala yang mereka naiki terbuka, lalu seseorang memberikan sebuah kue ulang tahun dengan bertuliskan 'happy birthday Ken'. Senyum Ken mengembang seketika, dan melihat Rava dengan penuh tanda tanya.


"Kamu yang nyiapin ini?" tanya Ken pemasaran. Namun Rava hanya membalasnya dengan senyuman.


Mereka pun sama-sama berdoa lalu meniup lilin bersama sama. Ken memotong kuenya lalu menyuapkan potongan pertama kepada Rava. Lalu potongan kedua untuk dirinya sendiri.


Ketika mereka sampai ke puncak bianglala untuk yang kedua kalinya, tiba-tiba bianglala berhenti berputar. Ken yang sedikit panik bertanya-tanya pada hatinya sendiri. 'Apa bianglalanya rusak? Terus gimana cara turunnya? Kalau lompat jelas positif mati! Ya ampun.... gimana ini? Apa manjat aja kayak ala-ala pemain film laga? Tapi kalo jatuh ukurannya mati atau enggak cacat seumur hidup. Bisa bisa keluar berita Seorang Gadis Meninggal di Hari Ulang Tahunnya atau Bianglala Pembawa Petaka di Hari Ulang Tahun.' gumamnya dalam hati.


Ken terkejut dengan suara ledakan yang menyadarkan lamunan gilanya. Dia melihat ke arah asal suara dan ternyata itu adalah ledakan kembang api. Matanya terkesima melihat indahnya kembang api. Bibirnya mengembang sangat lebar. Begitu juga dengan penumpang yang lain.


Ken melihat ke arah Rava dengan senyum penuh selidik. Rava hanya tersenyum manis melihat ekspresi Ken yang bahagia. Ken tidak bisa berkata-kata, tanpa sadar air mata nya terjatuh sangking bahagianya. Rava mendekat ke Ken dan memeluknya dengan erat, begitu pula dengan Ken yang membalas pelukan Rava.


"Va... Makasi bangetnya untuk semuanya." ucap Ken.


"Ini bukan apa Ken, aku bisa buat kejutan yang jauh lebih mengejutkan dari ini" Jawab Rava sambil mengelus kepala Ken.

__ADS_1


"Apa kamu mau buat aku mati? Gini aja aku udah buat aku kepikiran mati." jawab Ken dengan mengomel.


Setelah pertunjukan kembang api selesai, bianglala kembali berputar membawa mereka menuju ke sisi bawah. Mereka pun turun di ikuti oleh penumpang lain yang juga ikut turun.


__ADS_2