
Flashback on
Setelah kepulangan Ken dari Paris. Ken terpuruk dan mengurung dirinya didalam rumah. Tidak ada sesuap nasipun yang dia makan, hanya air putih yang bisa dia telan selama seminggu. Sahabatnya Vely lah yang telaten menjenguknya, menguatkannya dan menasehatinya. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit Ken bisa melupakan Riko. Walaupun tidak sepenuhnya.
Ken penasaran dengan wanita yang bersama Riko di dalam hotel itu. Dia ingin tahu apa kelebihan wanita itu hingga Riko berani menghianatinya. Lalu Ken menyuruh orang untuk menyelidiki Riko dan wanita yang bersamanya di Paris.
Tidak butuh waktu lama, Ken langsung mendapatkan informasi tersebut. Ken membuka amplop yang berisi informasi tentang wanita itu. ' Jadi namanya Jingga Zahira. Ternyata dia cukup terkenal di Kota J. ' gumam Ken. Ken semangkin kesal membaca kertas yang dia pegang.
"Baru tiga bulan pacaran mereka sudah berani berhubungan badan. Bahkan mereka belum nikah." Ucap Ken dengan Kaget. Ken masih memperhatikan bacaannya.
"Jadi selama ini dia ngegebet cowok cowok tajir. Hahhh... apa sekarang mereka masih pacaran setelah tau Riko dipecat? Hahaha..." Tawa Ken merasa puas.
"Dia tidak tahu kalau aku yang membuatnya jadi wakil presedir hotel. Jadi aku bisa mecat dia sewaktu waktu." Ucap Ken serius.
Flashback off
'Aku bahkan udah buat namanya masuk daftar hitam di semua Hotel di negara ini. Tapi kenapa dia bisa ada disana? Kenapa dia jadi salah satu tamu hotel juga?' Tanya Ken dalam hati.
Ken mengambil Hpnya lalu menghubungi salah satu kontak.
"Coba kamu cari tahu tentang Riko Hardika." Ucapnya lalu memutuskan telvon.
Malam semangkin larut, Ken akhirnya menyudahi segala keriwehan yang ada difikirannya. Setelah membersihkan diri, Ken langsung menidurkan dirinya.
***
Ken bangun agak siang hari ini. Dia melihat layar Hpnya dan melihat ada beberapa pesan masuk. Ken langsung membuka grup chatnya dengan Sasya dan Nadia.
"Jalan-jalan yuk guess..." Sasya.
"Boleh juga." Nadia.
"Oke entar malem kita ke mall Graha yuks." Sasya.
"Kuyyy" Nadia.
"Ken mana nih gak nongol-nongol?" Sasya.
"Masih tidur kali." Nadia.
"Wadaw... Aku jadi iri sama pengangguran satu ini." Sasya.
"Mulut kamu tu minta di hekter." Nadia.
"Biarin, dia kan calon adik ipar ku" Sasya
"Aku datang." Ken.
"Nih anaknya udah nongol." Nadia.
__ADS_1
"Eh.. pengangguran. Enak banget idup mu jam segini baru bangun tidur." Sasya.
"Anak sultan mah bebas." Ken
"Apalah daya kami pemburu rupiah." Nadia.
"Jam istirahat udah selesai. #pemburu_rupiah." Sasya.
"Mangaaatseee" Ken.
Obrolan mereka pun berhenti. Setelah menutup kolom obrolan, Ken membuka pesan yang lain. Dia menatap layar Hpnya dengan serius.
"Jadi sekarang dia bekerja di Antara Group." Ucap Ken sambil menganggukkan kepala.
"Dia bahkan bisa jadi tangan kanan presedir Antara Group dengan mudah." Ucap Ken merasa tidak senang.
Entah apa lagi yang akan diperbuat Ken pada Riko. Riko telah merubahnya menjadi orang yang pemdendam. Siapa sangka sosok lembut dan sederhana seperti Ken ternyata bisa mengombang-ambingkan hidup seseorang. Yah begitulah, jika coba-coba membangunkan singa tidur.
Ken meletakkan Hpnya, dia bengkit ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu Ken turun ke meja makan.
"Ini namanya udah gak sarapan lagi. Sarapan plus makan siang deh." Gerutu Ken.
Ken menikmati makanannya yang sudah terhidang. Setelah selesai makan, Ken memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar perkarangan rumahnya. Ken menyibukkan diri melihat warna-warni bunga yang tengah bermekaran. Lalu dia duduk di ayunan yang ada di taman. Sampai hari larut sore.
***
Ken sampai lebih dulu di mall Graha, mall terbesar di Jakarta. Dia berkeliling mall sambil menunggu dua temannya yang belum datang. Dia melihat-lihat tas dan sepatu yang terpajang namun enggan membelinya.
Ken hanya tersenyum sinis melihatnya. Lalu meninggalkan Jingga tanpa menggubrisnya. Jingga yang merasa diabaikan langsung naik pitam. Jingga langsung menarik tangan Ken.
"Lepaskan tangan saya." Ucap Ken sinis sambil menarik tangannya namun pegangan Jingga cukup kuat.
"Kalau aku gak mau kamu mau apa?" Tanya Jingga sambil mempererat pegangannya. Sementara Ken hanya menahan tangannya yang sedikit sakit.
Tiba tiba dua orang lelaki datang dari arah yang berbeda. Yaitu arah belakang Jingga dan arah belakang Ken.
"Lepaskan tangan anda nona." Ucap salah satu lelaki yang datang dari belakang Ken sambil menggenggam tangan Jingga.
"Awww..." pekik Jingga karena tangannya sakit tergenggam lelaki itu. Jingga langsung melepaskan tangan Ken.
"Anda tidak papa nona?" Tanya lelaki yang asing itu kepada Ken. Dan Ken hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.
"Aliska" panggil lelaki yang datang dari belakang Jingga. Ken yang namanya disebut langsung melihat lelaki itu. Yah... lagi lagi Riko yang datang.
"Wah.. kalian pasangan serasi ya." Ucap Ken dengan senyum mengejek.
"Al ini gak seperti yang kamu kira." Jelas Riko.
Ken tidak menghiraukan kata-kata Riko, dia langsung berjalan meninggalkan orang-orang itu. Riko pun ingin mengejar Ken, namun langkahnya di hentikan oleh orang asing tersebut.
__ADS_1
"Tolong jangan ganggu dia." Ucap lelaki asing itu sambil menggenggam kerah Riko lalu mendorongnya. Riko ingin melawan namun lelaki itu segera pergi.
Jingga hanya melihat dua lelaki itu dengan penuh tanda tanya. Dia heran dengan Riko yang memanggil Ken dengan sebutan Aliska. Dia juga penasaran dengan lelaki yang membela Ken tersebut.
"Riko, kita bertemu lagi." Ucap Jingga basa-basi.
"Yah.. setelah kamu ninggalin aku." Ucap Riko dingin.
"Riko, keadaan yang membuat kita pisah. Kalau saja kamu tidak di pecat dan jadi pengangguran, kita mungkin masih bersama." jawab Jingga dengan santai dan menggoda. Riko tidak menggubris kata-kata Jingga. Dia langsung meninggalkan Jingga.
"Riko, tunggu." ucap Jingga. Riko langsung menghentikan langkahnya.
"Kenapa kamu manggil wanita itu Aliska?" tanya Jingga penasaran.
"Bukan urusanmu." jawab Riko lalu meninggalkan Jingga. Jingga langsung mengepalkan tangannya karena kesal.
Ditempat lain, lelaki asing itu mendekati Ken yang sedang berkeliling.
"Permisi Bu .." panggil lelaki itu.
"Ya... Oh maaf saya belum mengucapkan terima kasih. Terima kasih sudah membantu saya dari Lemper tadi." ucap Ken dengan senyum manisnya.
"Tidak perlu berterima kasih bu. Perkenalkan saya Wira." ucap Wira sambil mengulurkan tangannya.
"Oww saya Ken." jawab Ken dan membalas uluran tangan Ken.
"Iya, saya sudah tahu." jawab Wira. Ken mengerutkan keningnya.
"Keeennnn...." suara teriakan dari jauh. Ken langsung mencari asal suara melengking yang memanggil dia.
"Maaf bu Ken saya permisi dulu." ucap Wira lalu meninggalkan Ken. Ken tersenyun lalu menganggukkan kepalanya.
"Eh gak pake teriak berapa..? Kemelengking banget suaranya." omel Ken pada dua orang teman yang menghampirinya.
"hehehe..." Sasya hanya meringis.
"Itu tadi siapa? aku aduin Rava kamu ya." Tanya Nadia.
"Cuma temen baru kenal. Tadi dia bantuin aku pas aku di jailin sama kates Jingga." Jelas Ken. Sasya dan Nadia membulatkan bibirnya.
"Kamu ketemu Jingga? Kamu diapain?" Tanya Nadia antusias.
"Gak ada sih, cumann yahh... gitu lah..." Jawab Ken abstrak.
"Ya udah yuk kita jalan-jalan." Ajak Sasya.
Mereka langsung jalan-jalan mengelilingi mall. Sekedar melihat-lihat dan membeli barang yang mereka sukai. Bersama Sasya dan Nadia sekarang, Ken bisa sejenak melupakan Riko dan Jingga yang akhir-akhir ini menyita perhatiannya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
__ADS_1
Haii Readers.... Terima kasih sudah mampir dan membaca cerita ku... Tolong bantu Like dan Coment ya... Jika tidak keberatan beri Vote juga... Terima kasih....