Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Masa Lalu Oma


__ADS_3

Hai readers,, author minta maaf ya kalau selama ini sering telat update. Author sedang buntu gaeeeessss... Mohon dukungannya ya, biar author tetep semangat nulis.. Love you all ♡♡♡


••••◇••••◇••••◇••••◇••••◇••••◇••••◇••••◇••••


Hari ini Ken akan pergi ke sebuah mall terbesar di kota J. Dia memutuskan pergi sendiri karena Rava sedang ada rapat di kantornya. Ken berencana untuk membeli hadiah kecil untuk Noura. Ken merasa bersalah karena selama ini sudah salah paham dengan adik iparnya itu. Ditambah lagi, hari ini adalah hari pertama Noura bekerja di hotelnya.


Ken sudah menenteng beberapa paperbag di tangannya. Dia terus mengelilingi mall sambil mengingat kembali apa yang ingin dia beli. 


'Yah.. biasa lah wanita kalau lagi belanja kadang suka lupa, pas tibanya dirumah baru deh inget semua'.


Di salah satu toko, Ken melihat sebuah gaun berwarna putih terpajang di manekin. Tiba - tiba dia teringat pada omanya. Ken merasa gaun itu cocok untuk omanya. Dia bergegas memasuki toko tersebut.


Ditempat lain dua orang pria sedang mengamati Ken. Terlihat seorang pria tua dengan pengawalnya yang juga sudah paruh baya. Entah apa yang mereka rencanakan, mereka terus saja mengikuti Ken, tanpa Ken sadari.


Ken membayar gaun yang dia lihat tadi, lalu pergi keluar meninggalkan toko.


"Ken" panggil seseorang dari belakang Ken. Ia langsung menoleh ke asal suara karena merasa namanya di panggil.


"Iya Kek. Kakek kenal saya?" Ken memperhatikan kakek yang memanggilnya.


"Kamu cucuku." Jawabnya.


Sontak saja Ken kaget dibuatnya. Dia melihat lelaki tua itu dari ujung kaki sampai ujung rambut. Selama ini Ken tidak pernah tahu sosok kakeknya seperti apa. Dirumah omanya juga, dia tidak pernah melihat foto kakeknya. Ken pernah bertanya pada mamanya dulu, tetapi mamanya mengatakan kakeknya sudah meninggal.


"Maaf kek, Opa saya sudah lama meninggal."


'Kakek ini penipu kali ya' gumam Ken dalam hati.


"Kamu pasti cucu Audi kan? Dimana nenekmu sekarang? Bisa antarkan kakek bertemu nenekmu?" Pinta lelaki tua itu.


"Kakek kenal oma saya?"


Ken berfikir sejenak. Kewaspadaannya mulai meningkat. Karena pria tua itu bukan hanya mengenal dia tetapi juga mengenal omanya. Padahal selama ini omanya tinggal di Paris. Tetapi dia mulai positif thinking, karena pria tua itu tidak terlihat seperti orang jahat.


 "Mari kek ikuti saya." Jawabnya. Ken keluar dari mall lalu melajukan mobilnya diikuti oleh mobil yang di tumpangi kakek itu.


Beberapa puluh menit kemudian mereka sampai di rumah lama Ken.

__ADS_1


"Silahkan masuk kek." Ucap Ken.


"Omaa." Panggil Ken yang langsung berjalan memasuki ruang tamu.


"Kamu datang sayang." Sapa oma sambil mencium pipi cucu kesayangannya.


"Oma, ada tamu yang nyariin oma." Ucap Ken sambil melirik lelaki tua yang sedang duduk di sofa.


Oma Ken terkejut melihat tamu yang dibawa cucunya tersebut. Wajahnya tidak mengatakan apa apa, beliau hanya diam menatap kakek tua itu.


"Aurel masuk la." Pinta oma. Ken langsung masuk ke dapur. Ada perasaan bingun di hatinya. Fikirannya juga di penuhi tanda tanya.


'Siapa kakek itu? Apa bener dia kakekku?' Gumam Ken namun tak berani menanyakannya. Diam diam Ken menguping didekat pintu.


"Neng Ken, ngapain?" Tanya pembantu rumahnya.


"Shhuuutttt" Ken meletakkan jari telunjukkan di atas bibir.


"Lagi nguping bik, pake nanya lagi." Bisik Ken. Bi Inah hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


Di ruang tamu, oma Ken duduk bersama lelaki tua yang mengaku sebagai kakek Ken.


"Iya. Bagaimana kabarmu?" Tanya kakek Farhan.


"Yah, seperti yang kau lihat. Aku masih hidup. Aku sehat." Jawab oma sinis.


"Kenapa kau datang? Harusnya kau tetap menghilang seperti dulu."


"Audi, kita sudah sama sama tua. Apa kamu masih tidak bisa memaafkan aku?"


"Aku buka orang yang rendah hati. Yang bisa mengumbar kata maaf."


"Yah.. memang sulit memberi maaf."


"Ada apa kau kemari? Jika tidak ada hal yang penting pergilah." Usir oma Audi.


"Aku hanya ingin melihat cucuku."

__ADS_1


"Dia bukan cucumu. Sejak kau pergi dengan perempuan itu dan merebut perusahaanku. Kamu tidak punya hubungan lagi dengan keluarga kami." Tegas oma Audi.


"Audi, kamu masih keras kapala."


"Ya ini lah aku. Kau tau itu."


"Aku minta maaf untuk kesalahanku ya lalu. Tapi aku ikut bahagia melihat kalian hidup bahagia sekarang."


"Ya aku juga senang karna bisa bangkit seperti sekarang. Bahkan aku bisa mengalahkan perusahaan kecil yang kau curi itu."


"Audi..."


"Dan aku sengaja membuat pesta penikahan anak dan cucuku semegah mungkin. Karena aku mau menunjukkan padamu, bahwa kami lebih bahagia dari pada keluargamu."


'Deegggg...' Ken terkejut mendengar ucapan omanya. Yah sekarang dia tahu alasan kenapa omanya mengadakan pesta pernikahan yang megah pada waktu itu.


Kakek Farhan bangkin dari duduknya dengan  sedikit kesal juga sedih. Entah sebuah penyesalan atau malah kekesalan, beliau pergi meninggalkan rumah itu.


Sementara oma Ken masih duduk termenung di ruang tamu. Ken yang mengetahui kepergian kakek itu langsung menghampiri omanya.


"Oma, kakek itu siapa?" Tanya Ken. Walaupun sebenarnya dia sudah tahu. Tetapi Ken ingin mendengar jawaban langsung dari omanya.


"Bukan siapa siapa sayang." Oma mengatakannya dengan tenang tetapi matanya tidak mampu mengelabuhi Ken.


"Oma, aku udah besar sekarang. Gak perlu ada rahasia lagi oma." Bujuknya.


" Terlalu pahit untuk di ingat sayang."


"Omaa..." Ken memeluk omanya. Dia tahu ini lah sisi terlemah omanya. Oma yang dia kenal segai sosok yang tangguh, kini meringkuk lemah hatinya.


Perlahan oma Ken menceritakan kisahnya kepada Ken, kisah yang sudah berpuluh puluh tahun lamanya. Cerita pedih yang oma Ken rasakan saat beliau masih muda. Belum ada Ken saat itu, bahkan mama Ken baru berusia sepuluh tahun. Dimana cinta masih sedang berbunga bunganya. Rumah tangga yang sedang harmonis harmonisnya, beliau tata sedemikian rupa.


Tetapi takdir berkata lain, manisnya kisah rumah tangga yang di berikan kakek Farhan hanyalah sebuah selimut yang menutupi penghianatannya. Lelaki tua itu justru berselingkuh dengan sekretarisnya di perusahaan dan diam diam menikah sirih.


Oma Ken yang mengetahuinya sangat terkejut. Hal itu bermula saat oma sedang berjalan jalan dengan mama Ken di sebuah mall. Tanpa sengaja beliau melihat suami tercintanya sedang mengandeng anak dari wanita lain. Oma Ken sempat merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Hingga akhirnya oma menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki. Yah... benar saja, apa yang dia lihat bukan lah sebuah kebohongan. Oma berada di puncak kebingungannya pada wantu iti. Beliau bingung harus memilih menutup mata atau berpisah.

__ADS_1


Dua bulan lamanya, oma Ken mempertahankan pernikahannya yang penuh duri. Namun hati tetaplah hati yang tak kan mampu menahan luka terlalu lama. Oma Ken meminta cerai pada lelaki tua itu.


 Ken menitikkan air mata mendengar cerita omanya. Dia tidak menyangka, beban seberat itu telah di alami oleh omanya sendiri.  Ken kembali memeluk  omanya dengan haru.


__ADS_2