Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Mencarimu Part 1


__ADS_3

Di kediaman neneknya, Rava sedang bersiap- siap untuk pergi kekantor. Dia berangkat kekantor agak siang kali ini, karena tidak ada hal yang memburunya untuk datang lebih awal. Nenek Rava dan tante Hera duduk di ruang tamu, menikmati hari walau hanya sekedar minum teh dan membaca majalah ditemani alunan musik santai.


"Mi..." panggil tante Hera yang masih melihat lekat-lekat majalah yang dia baca. Wajah tente Hera terlihat kaku.


"Ada apa?" Tanya nenek Rava.


Tante Hera langsung mendekati maminya dan menyodorkan majalah yang ia baca tersebut.


"Ternyata dia bukan perempuan biasa." Ucap tante Hera dengan rasa takjub juga terkejut.


Nenek Rava dan tante Hera membaca berita di majalah bisnis, terlihat sosok wanita cantik sedang bersandar disamping mobil sport merah miliknya.


"Berita ini diambil dari salah satu stasuin televisi di Perancis. Lihat mi, bahkan dia punya mobil sport yang harganya hampir 60 Milyar. Bahkan aku saja tidak sanggup mimpi beli mobil itu." Jelas tante Hera yang begitu takjubnya.


"Aku tertipu dengan penampilannya. Bahkan aku sudah menghina dia." Sesal tante Hera.


Nenek Rava masih serius membaca majalah itu. Tiba-tiba tapak kaki Rava terdengar menuruni tangga. Dia terlihat rapi dengan setelan jasnya. Nenek dan tantenya langsung menatap Rava dengan tatapan yang tidak bisa dia artikan.


"Nek, tante ada apa?" Tanya Rava lalu mendekati neneknya.


Rava menerima majalah dari tangan neneknya. Dia mencari berita apa yang membuat neneknya seterkejut itu.


"Ken pemilik hotel Ketua?" Tanya Rava. Wajahnya terkejut seakan tidak percaya. Rava langsung mengeluarkan Hpnya dari saku celana. Dia berselancar di mesin pencarian lalu mengetikkan kata 'hotel ketua'.


'Hah... kenapa aku tidak pernah berfikir Hotel Ketua itu adalah Hotel K Two A (K2A).' Gumam Rava yang menjatuhkan tangannya.


Hotek K Two A atau K2A adalah singkatan dari nama Ken Aurelia Aliska. Orang-orang lebih suka menyebutnya dengan plesetan Hotel Ketua. Selain lebih gampang disebut, nama itu juga lebih mudah di ingat.


"Dan hotelnya itu sudah berkembang di Paris, bahkan  memiliki cabang di beberapa kota di Indonesia." Sambung tante Hera.


'Dreetttt....' notif pesan dari Hp Rava. Rava langsung membukanya. Matanya terbelalak membaca pesan dari Hendri.


'Pak ini informasi terakhir saya. Semoga membantu.'


"Ada apa Rav?" Tanya nenek penasaran melihat wajah cucunya.


"Aku salah nek. Aku salah paham sama Ken." Lirih Rava yang menyadari kesalahannya. Raut penyesalan mulai tergambar di raut wajah Rava. Pesan yang dia terima, seakan menjadi tamparan untuk dirinya.


"Laki-laki yang bersama Ken di foto itu adalah mantannya, rekan kerja papanya, dan presedir hotel Ketua." Jelas Rava membuat nenek terdiam dan tante Hera membulatkan bibirnya karena terkejut.

__ADS_1


Tante Hera menundukkan wajahnya. Dia merasa bersalah dan ceroboh dengan tindakannya. Dia hanya diam menutupi kebodohannya tersebut. Jika ponakannya tahu semua foto itu dari dia, entah apa yang akan terjadi pada dirinya.


'Habis lah aku, kalau sampai Rava tahu. Aku bisa di asingkan kenegara lain.' Batin tante Hera.


'Bahkan dia akan menarik semua kartu kreditku.' Gumamnya lagi.


Yah.. semenjak Rava menggantikan posisi papanya di perusahaan. Rava juga ikut mengatur keuangan rumah dan keperluan tantenya.


"Kita sudah teledor, tidak mencari tahu dari awal." Ucap nenek Rava.


"Kita juga tidak mendengar penjelasannya." Tambah nenek Rava di sambut anggukan oleh tante Hera. Rava semangkin merasa bersalah mendengar kata-kata neneknya.


Rava mergegas pergi meninggalkan nenek dan tantenya. Di melajukan mobilnya menuju suatu tempat. Jalanan cukup di ramaikan pengemudi, sehingga Rava mengemudi dengan pelan dan hati-hati.


'Ken, maafkan aku.' Gumam Ken.


Sesampainya di rumah Ken, Rava bertanya pada satpam. Namun satpam tersebut memberitahu bahwa Ken tidak dirumah. Penghuni rumah juga tidak tahu kemana Ken pergi. Rava mengambil Hpnya, dia langsung menghubungi Ken. Namun ternyata nomernya tidak aktif.


"Kamu dimana Ken?" Tanya Rava pada dirinya sendiri.


Rava melajukan mobilnya lagi menuju rumah Andre. Sesampainya di rumah andre, Rava langsung memencet bell. Dia berharap bisa menemukan Ken disini.


"Rava, ada apa?" Tanya bunda tama datar.


"Apa Ken ada disini tan?" Tanya Rava dengan sopan.


"Untuk apa kamu mencari Ken?" Tanya bunda Tama sinis. Beliau sangat kesal mengingat cerita yang dikatakan Ken padanya.


"Saya ingin bertemu Ken tan, saya mau minta maaf." Jawab Rava. Sorot matanya seakan memohon dan berharap kebaikan bunda Tama. Tapi sepertinya akan sia sia.


"Maaf? Kamu tidak tahu sesakit apa dia saat pulang dari rumah kamu. Kamu bahkan sudah membuat dia kecelakaan." Teriak bunda dengan sinis. Rava terkejut bagai tersengat listrik mendengar ucapan bunda Tama. Dia membayangkan Ken yang sedang terbaring di rumah sakit.


"Tan, Ken dirawat dimana tan?" Tanya Rava. Raut kawatir terlihat jelas di wajahnya. Dia semangkin merasa bersalah sudah menyakiti hati Ken.


"Tidak usah repot-repot mencarinya Rava. Percuma, itu akan sia sia." Ucap bunda Tama lalu menutup pintunya.


"Tan, tolong kasih tau saya dimana Ken. Tan ... tante..." Teriak Rava sambil mengetuk-ngetuk pintu. Namun tidak ada jawaban dari bunda Tama.


Rava berjalan dengan gontai meninggalkan kediaman Andre. Apa dia sudah putus asa? Tentu saja tidak. Karna bukan Rava namanya jika menyerah dengan mudah. Dia memasuki mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah itu.

__ADS_1


"Andre, bisa kita bicara?" Tanya Rava di telvon.


"Datang lah ke kantorku." Jawab Andre singkat.


"Oke." Jawab Rava lalu mengakhiri telvon.


Rava kembali melajukan mobilnya menuju kantor Andre.


***


Matahari terlihat terik siang ini. Entah ia memberi semangat pada Rava atau malah sebaliknya. Yang pasti ia sedang menjalankan tugasnya.


"Dimana Ken? Apa dia sakit parah? Bagaimana keadaannya?" Sosor Rava saat masuk ke ruangan Andre. Rava langsung mendekati meja kerja Andre.


Andre yang tadinya masih sibuk dengan berkas-berkasnya langsung bingung tiba-tiba dihujani pertanyaan.


'Ken sakit? Keadaan? Maksud dia apa? ni orang ngigo kayaknya.' Batin Andre sambil mengerutkan keningnya.


"Ndre jawab!" Panggil Rava.


"Sebenarnya apa yang mau kamu tanyakan?" Tanya Andre.


"Dimana Ken?" Tanya Rava lagi.


"Dia ditempat yang jauh." Jawab Andre singkat. Dia enggan memberi tahu Rava setelah apa yang dilakukan pada Ken.


Rava merasa tidak puas dengan jawaban Andre. Ia langsung menarik kerah baju andre dengan kencang membuat tubuh Andre langsung tertarik.


"Apa maksudmu?" Teriak Rava. Dia menjadi kacau tak terkendali.


"Apa menurutmu aku akan ngasih tahu kamu?" Jawab Andre dengan senyum liciknya. Rava langsung menghempaskan tangannya melepas kerah Andre. Dia pergi meninggalkan ruangan Andre tanpa mendapat sebuah jawaban.


'Ken, aku akan terus mencarimu." bisik Rava.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


**Hai readers... Terima kasih sudah setia membaca cerita ini. Mohon tinggalkan like, coment dan vote yaa...


Semoga harimu menyenangkan**!

__ADS_1


__ADS_2