Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Rindu


__ADS_3

Rindu adalah satu kata untuk menggambarkan perasaan yang terus memikirkan seseorang. Jika kita sedang merindu, maka eksistensi wajah orang itu akan sering muncul di fikiran kita tanpa bisa kita hitung jumlahnya. Apakah kamu pernah merindu? Pasti pernah... Karena dihatimu ada cinta.


***


Ken sedang asik menonton film kartoon di ruang tamu. Sesekali dia tertawa melihat adegan kartoon tersebut.


"Ini non, silahkan di makan." Ucap bi Murni yang meletakkan potongan buah dan segelas susu ke meja di depan Ken.


"Makasi bik." Ucap Ken pada bi Murni lalu meraih susu tersebut.


"Sama-sama non." Ucap bi Murni lalu meninggalkan Ken.


Tiba-tiba dia teringat Rava yang belum juga mengabarinya selama di Paris. 'Rava lagi ngapain ya kira-kira?' Tanya Ken dalam hati. Ken ingin menghubungi Rava tapi takut mengganggunya. Karena sebelumnya Rava memberi tahu Ken, bahwa dia akan sangat sibuk dengan projek barunya. Ken pun mengurungkan niatnya untuk menghubungi Rava.


Ken mengingat kembali kenangannya bersama Rava saat mereka nonton TV di villa sampai ketiduran. Tanpa disadari Ken melengkungkan bibirnya membentuk senyuman. 'Apa ini yang namanya rindu? Rava aku rindu!' Teriak Ken dalam hati.


Setelah lama tidak berpacaran sepertinya Ken lupa dengan rasa rindu. Namun kini akhirnya dia bisa merasakan rindu kembali. Semenjak hatinya dibuat jatuh cinta lagi oleh Rava. Rava lah pemilik hati Ken sekarang.


Ken mengambil Hpnya yang terletak di atas meja lalu membuka ikon galeri. Ken melihat lihat foto yang ada di dalamnya. Setelah memilih foto yang dia sukai, Ken lalu membuka akun instagram miliknya. Dia mengupload foto wajah dirinya yang sedang bersama Rava.


"Rindu" caption Ken dalam foto yang Tersebut.


Caption itu adalah cara untuk ungkapan perasaan secara tidak langsung di jaman sekarang. Tanpa harus gengsi, semua perasaan bisa tersampaikan, yah.. walau pun kadang gak tepat sasaran. Caption nya untuk si A,  eh... yang baper si B.


Ken sibuk membayangkan wajah Rava, hayalannya menari-nari seakan mengejek Ken. Dia mulai berfikiran aneh dan konyol. Dia takut kepergian Rava akan sama dengan kepergian Riko. 'Kok Rava gak sedikit pun ngabarin aku ya? Apa dia punya perempuan lain disana sama kayak Riko? Aku gak bisa bayangkan kalo itu terjadi untuk kedua kalinya. Mungkin aku bakal stres lagi.' batin Ken.


"Heeehhhmmmm." Ken mengendus kesal.


'Dimana-mana Paris itu tempat orang yang jatuh cinta. Masa iya kisahku malah berantakan di Paris.' batin Ken.


Karena asiknya menghayal, sampai-sampai dia terlelap dan akhirnya tidur di sofa. Tidak heran dengan kebiasaan Ken yang satu ini. Dia memang suka tidur dimana pun asal dia nyaman. Tidur saat nonton, tidur saat berendam,  untung saja dia belum pernah mencoba tidur saat sedang berenang. Bisa-bisa dia terapung seperti balon renang.


***


Ditempat lain Rava sedang sibuk didepan laptopnya. Demi ingin cepat pulang ketanah air, Rava mengerjakan pekerjaannya tanpa henti. Hanya sedikit istirahat dan sedikit makan. Matanya bahkan mulai menyerupai panda. Tubuhnya juga terlihat agak kurusan. Mungkin ini disebabkan oleh rindunya yang menggebu-gebu. Pasalnya semenjak bertunangan dengan Ken, Rava tidak lagi mengirim mata-mata untuk Ken. Sehingga dia tidak bisa tahu keadaan Ken setiap waktu.

__ADS_1


Rava menghentikan kegiatannya sejenak, matanya sudah mulai kering. Rava merenggangkan tangannya dan otot-otot lehernya.


"Ken lagi ngapain ya sekarang? Rasanya kangen banget gak tau kabar dia." Ucap Rava.


Semenjak mereka bertunangan, rasa rindu Rava semangkin meningkat. Padahal sebelumnya dia bisa menahan rindunya dengan hanya melihat foto Ken dan mencari tahu kabar Ken dari mata-matanya. Rava yang sudah mengagumi Ken sejak lama, hingga kabar Ken menjadi makanan pokok Rava sejak dulu.


Rava langsung mengambil Hpnya ingin menghubungi Ken. Jam dilayar Hp menunjukkan pulul 18.00 waktu Paris.


"Kalau disini jam enam berarti disana udah jam dua belas. Pasti Ken udah tidur." Ucap Rava.


Rava mengurungkan niatnya untuk menghubungi Ken lalu membuka galeri yang berisi foto-foto mereka. Rava memperhatikan satu per satu foto Ken yang ada di galerinya.


"Tunggu aku pulang ya sayang. Aku akan memberimu kejutan." Ucap Rava yang masih memandangi foto Ken.


Rava memang tipe lelaki yang romantis dengan kejutan-kejutannya. Walaupun kadang dia terlihat pendiam dan dingin dimata orang lain. Namun di depan Ken, Rava benar-benar humoris dan hangat.


***


"Dreeeeeettttt... Dreeeetttttt.... "suara Hp Ken berdering. Ken menjulurkan tangannya meraba raba di sekitar nya untuk mencari asal suara.


"Gruubaaakkkk....." suara benda jatuh.


Ken langsung tersadar dari mimpi buruk yang menjadi kenyataan. Dia masih terkejut dengan posisinya yang sudah teduduk di lantai. Dia elus-elus sikunya yang tak sengaja terbentur meja sambil meringis kesakitan.


"Pinggangku sakit." Rengek Ken lalu bangkit sambil memegangi bokong dan pinggangnya.


Ken kembali duduk di sofa dan meraihnya Hpnya. Dia melihat nomor asing di layar Hpnya.


"Gara-gara kamu aku jatuh dari sofa. Ganggu orang tidur aja sih. Kalau nelvon lagi ku jadikan tusuk sate kamu ya." Gerutu Ken pada pada layar Hpnya dengan kesal.


"Dreeerttttttt... Dreeeettttt..." Hp Ken kembali berdering.


"Ohhh nantangin ni orang, mau jadi tusuk sate rupanya." Omel Ken. Ken langsung menjawab telvonnya.


"Hallo..." jawab Ken dengan nada Ketus.

__ADS_1


"Sayang kamu kok marah-marah?" Suara dari balik Telvon. Ken langsung terkejut dan seketika raut wajahnya berubah.


"Mas Rava..... aku rindu." Ucap Ken dengan manja.


"Oww... Rindu, Kennya ada Rin?" Canda Rava.


"Mas Ravaaaaa..." Rengek Ken.


"Mas rindu juga sama kamu sayang. Kamu apa Kabar disana?" Tanya Rava lembut.


"Aku sehat mas. Mas sehat kan?" Tanya Ken kawatir.


"Iya.. Mas sehat kok." Ucap Rava.


"Aku tebak pasti kamu baru bangun tidur." tebak Rava.


"Hehehe.. kok tau sih." jawab Ken sambil meringis.


"Tau dong, mas kan udah kenal kamu bertahun-tahun." ucap Rava santai.


"Iya yah lupa, mas kan penguntit." ejek Ken. Dia ingat saat Rava ketahuan mengirim mata-mata untuk ngawasinya.


"heemmmm.." jawab Rava singkat.


"Mas Va kok nelvon, emang lagi gak sibuk?" tanya Ken.


"Yah nanti di lanjut kerjanya. Sekarang lagi pengen denger sura kamu." ucap Rava dengan lembut.


Mereka melakukan obrolan panjang untuk melepaskan kerinduan.


"Sayang, udah dulu ya nelvonnya. Mas mau lanjut kerja." pinta Rava.


"Ow... iya Mas. Semangat kerjanya Mas Va." ucap Ken menyemangati Rava.


Sambungan telvon pun terputus. Ada raut bahagia dan lega diwajah Ken.Bahagia karena rasa rindunya terobati dan lega arena fikiran buruknya tentang Rava tidak benar terjadi.

__ADS_1


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hai Readers ku yang baik hati... Jangan sungkan sungkan untuk like dan komen yaaaa... jika kamu suka cerita ku vote juga dong.... Terima Kasih.


__ADS_2