Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Makam Mama


__ADS_3

Pagi ini tepat pada tanggal 28 Mei 2020 adalah hari peringatan kepergian mama Ken. Sudah sepuluh tahun lamanya Ken berpisah dengan mamanya. Awalnya memang berat bagi Ken, tapi seiring berjalannya waktu Ken mulai mengikhlaskan kepergian mamanya.


*Ruang Tamu


Bunda Tama, Om Putra, dan Andre sudah berkumpul di meja makan, mereka mengenakan pakaian senada berwarna putih. Ken segera turun menyusul mereka. Wajahnya tak menunjukkan sedih ataupun bahagia. Seperti biasa mereka sarapan dengan tenang, kali ini tidak ada candaan yang biasa terjadi pada Ken dan Andre.


Setelah selesai sarapan, mereka segera memasuki mobil meninggalkan halaman rumah. Bunda satu mobil dengan Om Putra dan Andre bersama Ken. Sepanjang perjalanan Ken hanya diam dan memandang jauh keluar jendela mobil.


*Pemakaman


Setelah sampai di tempat pemakaman umum, supir yang mengantarkan bunda Tama dan om Putra langsung memarkirkan mobilnya begitu pula dengan Andre. Setelah itu mereka berjalan menuju tempat peristirahatan terakhir mama Ken. Disana sudah terlihat sosok lelaki paruh baya yang tak lain adalah papa Ken. Papanya yang masih di luar negeri, dipaksa pulang oleh Ken karena anak berjiarah ke makam mamanya. Ken langsung menghampiri papanya lalu menghadiahi pelukan.


Mereka melafaskan doa-doa dan menaburkan bunga secara bergantian. Setelah itu satu persatu pergi meninggalkan makam untuk kembali ke mobil. Ken masih tetap berada di samping makam mamanya, air matanya tak mampu lagi ia bendung. Andre yang menyadari Ken tidak ada di sekitarnya sengaja menunggu Ken di mobil. Sementara yang lain pergi meninggalkannya.


Biarkan lah hari ini Ken menjadi sosok yang lain, menumpahkan segala kerinduannya yang lama dia pendam.


flashback on


Malam itu Ken masih duduk di bangku taman menunggu mamanya. Tiba-tiba seorang lelaki paruh baya menghampirinya dengan tergesa-gesa. Wajahnya penuh keringat dan ke hawatiran tergambar begitu jelas. Ken yang melihatnya pun langsung berdiri.


"Papa..." ucap K1en mendekati papanya.


"Sayang, ayo kita melihat mamamu." kata papa Ken yang mencoba untuk tetap tenang.


"Mama dimana pa? Dari tadi nomer mama gak aktif." tanya Ken sambil melangkah mengikuti papanya.

__ADS_1


Papanya terus berjalan dengan tergesa-gesa tanpa menjawab pertanyaan Ken. Mereka menaiki mobil dengan cepat hingga akhirnya berhenti di sebuah rumah sakit. Mereka masuk kedalam rumah sakit dengan berlari kecil. Pikiran Ken mulai melayang-layang entah kemana. Rasa penasaran, cemas dan bayangan-bayangan buruk pun mulai menghantui Ken dan Papanya.


Akhirnya mereka sampai di ruangan yang telah di informasikan. Mereka berdiri di depan ruangan dengan penuh kegelisahan. Tak lama seorang dokter diikuti oleh dua orang suster keluar dari ruangan.


"Bagaimana kondisi istri saya dok?" tanya papa Ken menghampiri dokter tersebut.


"Pasien masih dalam keadaan kritis, detak jantungnya sangat lemah. Pasien sempat kehilangan banyak darah namun sudah diatasi. Bapak harus bersabar dan banyak-banyak berdoa." jelas dokter.


"Terima kasih dok" ucap Papa Ken. Dokter langsung meninggalkan mereka.


Ken dan papanya masuk ke ruang tempat mamanya dirawat. Wajah mama Ken terlihat pucat terbaring tak berdaya di atas tempat tidur. Ken yang melihat mamanya tak bedaya, menangis tanpa suara sambil mencium salah satu tangan mamanya. Fikirannya mulai dipenuhi rasa bersalah. Kejutan mamanya di hari ulang tahunnya sungguh sangat mengejutkan. 'Kalau saja aku tidak minta mama merayakan ulang tahunku di taman, pasti tidak akan berakhir seperti ini!' gumamnya dalam hati.


Jam sudah menunjukkan pukul 05: 15 WIB dini hari, namun Ken dan papanya masih tetap terjaga. Ken keluar ruangan sebentar untuk kekamar mandi karena perutnya sedikit mules akibat begadang. Sebelum kembali kekamar Ken membasuh wajahnya agar tetap segar. Setelah itu Ken kembali keruangan, dari jauh Ken melihat Papanya sedang berbicara dengan dokter dengan kepala tertunduk.


"Mama kamu.... Mama kamu pergi nak." ucap papa terbata-bata.


Tubuh Ken langsung kaku, mendengar kabar dari papanya membuatnya sangat syok seakan tidak percaya. Baru beberapa menit dia meninggalkan ruangan mamanya, tapi mamanya malah meninggalkan dia untuk selamanya. Ken berlari ke kamar mamanya dan menangis sejadi-jadinya. Papa Ken yang tadinya tegar, kini layu menangisi kepergian istrinya.


flashback off


Dua jam berlalu, tapi Ken tidak juga kembali. Andre yang mulai kawatir langsung menyusulnya ke makam. Dan ternyata benar apa yang dia kawatirkan. Andre melihat Ken tergeletak di atas makam mamanya, dan langsung berlari menghampiri Ken. Andre menggendong Ken dan menidurkannya di kursi penumpang. Ada raut kawatir tergambar di wajah Andre. Dia melajukan mobilnya dengan kencang menuju rumah sakit terdekat. Butuh waktu 30 menit untuk sampai kerumah sakit karena jalanan cukup ramai.


* Rumah Sakit


Andre berlari kecil sambil menggendong Ken, dua orang suster datang mendekatinya dengan mendorong tempat tidur. Suster tersebut meminta ken untuk melakukan administrasi dan Ken sudah dibawa ke UGD.

__ADS_1


Andre langsung malakukan administrasi dan mengabari orang tuanya.


Dokter sudah memeriksa keadaan Ken, Ken hanya kelelahan dan kekurangan cairan. Andre duduk menemani Ken sambil menunggu keluarganya datang. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Seorang lelaki datang menghampiri Ken yang sedang tertidur.


"Kenapa bisa kayak ini? Apa dia baik-baik aja?" tanya lelaki itu yang tak lain adalah Rava. Matanya masih memandangi Ken dengan kecemasan.


"Dia gak papa cuman kecapean aja." jelas Andre datar. "Duduk lah." kata Andre melanjutkan.


Rava pun duduk di sebelah Andre, Mereka saling diam. Karena memang mereka sosok yang pendiam. Akhirnya Keluarga Andre datang bersama Papanya Ken. Mereka masuk ke ruangan dan menanyakan keadaan Ken. Setelah mengetahui keadaan Ken, mereka pun bernafas lega. Apalagi papa Ken yang selama ini tidak pernah mendengar kabar Ken sakit, tiba-tiba sekarang mendapat kabar anaknya sakit membuatnya syok.


Rava berdiri dari tempat duduknya lalu mempersilahkan Keluarga Andre duduk. Bunda dan Papa Andre langsung duduk di sebelah mereka. Sementara Papa Ken duduk di kursi sebelah Ken. Bunda masih tidak melepaskan pandangannya dari Rava.


"Siapa namamu nak?" tanya banda Tama dengan ramah.


"Rava tante. Rava Aditya Sudibjo." jawab Rava.


"Owwhh.. Kamu anaknya Haris Sudibjo!" seru papa Andre yang mengenal papanya Rava karena Haris Sudibjo adalah rekan bisnis papanya Andre.


"Iya om." sambil menundukkan kepalanya dengan sopan.


"Kamu kenal dengan Ken?" selidik bunda, padahal bunda ingin tahu hubungan nya dengan Ken.


"Iya tante. Saya temennya Ken." jawab Rava. Dibalas anggukan oleh bunda Tama.


Papa Ken yang mendengarnya tersenyum tipis, karena selama ini dia tidak tahu bahwa anaknya memiliki teman laki-laki. Bahkan dia yang selalu menyodorkan Ken untuk bertemu anak lelaki temannya. Melihat wajah Rava seperti tidak asing bagi papa Ken. Papa Ken mengingat-ingat kembali dimana dia melihat Rava tapi ingatannya telah terhapus waktu yang membuatnya semangkin tua dan pelupa.

__ADS_1


__ADS_2