Lelaki Kiriman Mama

Lelaki Kiriman Mama
Janji Lama


__ADS_3

Pagi ini cukup cerah, banyak sepasang kaki yang berlalu lalang keluar masuk bandara. Ken berjalan memasuki bandara dengan menarik koper pinknya. Ken langsung melakukan chek in. Wajahnya begitu ceria seolah ada guratan rindu disana, rasanya tak sabar untuk segera sampai di kota tujuannya. Kota yang pernah dia tinggali sebelum mamanya meninggal.


* Bandara Jakarta


Setelah melewati beberapa jam, akhirnya Ken tiba di bandara Jakarta. Setelah mengambil kopernya Ken berjalan ke pintu keluar bandara.Tiba-tiba seseorang tak sengaja membuat Ken menjatuhkan handphonenya.


"Maaf-maaf" ucap laki-laki yang menabraknya sambil mengambil handphone Ken dan memberikan nya kepada Ken.


"Iya gak papa" jawab Ken sambil tersenyum tipis melihat laki-laki itu. Wajahnya seperti familiar di mata Ken. Ken mengingat-ingat wajahnya kembali namun zonk, karena kapasitas memori Ken sedang lemah.


***


Jam telah menunjukkan pukul 06:10 WIB. Ken sudah berada di depan rumah yang terbilang cukup megah. Pintu rumah tersebut terbuka, terlihat bunda Tama tersenyum menyembut Ken.


"Ken.. sudah sampai sayang?" sapa bunda Tama.


"Bundaaaa... !" Teriak Ken sambil membuka tangannya seakan menyambut pelukan.


"Iya sayang." jawab bunda Tama.


"Kengen Bunda." kata Ken masih dalam pelukan bunda.


Mereka sudah seperti Ibu dan anak, karena semenjak kepergian mama Ken, bunda Tama lah yang menjadi sosok ibu bagi Ken. Saat itu ken masih duduk di kelas 2 SMA, dan kepergian mamanya membuat pukulan besar untuk Ken. Bunda Tama juga merupakan sahabat baik almarhumah mamanya.


"Sayang, kamu nyium aroma-aroma aneh gak?" tanya bunda Tama sambil mengendus dan melepaskan pelukannya.


"Aroma apa Bun? jangan jangan masakan bunda gosong" tanya Ken sambil Ikut mengendus.

__ADS_1


"Bau aceemm." kata bunda santai.


"Bundaaaa...." Rengek Ken.


"Yaudah sana mandi, setelah itu kita makan bareng." ucap bunda.


"Iya bun, Ken kekamar dulu ya." ucap Ken yang pamit ke kamar tamu di bantu oleh pelayan yang membawakan kopernya.


***


Di luar rumah terlihat dua mobil mewah berwarna hitam dan putih memasuki garasi, mereka adalah om Putra dan anaknya yaitu Andrean. Walaupun mereka bekerja di kantor yang sama, namun mereka selalu berangkat terpisah.


"Kok baru pulang si pa?" tanya bunda pada suaminya sambil mengambil tas dari tangan suaminya.


"Iya banyak kerjaan di kantor bun." Jawab Papa.


"Hai bun." sapa Andrean sambil melangkah ke lantai dua. Bunda hanya membalasnya dengan senyuman.


Diruang makan, sudah terlihat bunda dan papanya duduk menghadap meja makan. Andre juga melihat sosok perempuan berambut bergelombang duduk membelakanginya. Andre pun langsung tahu siapa dia.


"ahhhhhh..... ANDREE..." Teriak Ken yang kaget rambutnya di acak acak oleh Andre. Bunda hanya tersenyum melihat tingkah mereka.


" Kapan lo sampai Ken?" tanya Andre yang duduk di sebelah Ken, tepat di seberang papanya.


"Tadi sore." jawab Ken.


"Kok gak ngabarin?" Tanya Andre.

__ADS_1


"Sengajaaaaa" jawab Ken sambil meringis membuat Andre langsung mengacak-acak rambut Ken hingga sedikit berantakan.


"Sudah-sudah, ayo cepat makan!" seru bunda menghentikan tingkah mereka.


Mereka pun menikmati makan malam dengan tenang. Ada raut bahagia yang terpancar di wajah bunda Tama saat melihat Ken yang ada di depannya.


flashback on


Dua pasang anak kecil bermain di taman belakang rumah Ken mereka duduk di ayunan sambil mengayunkannya ayunannya.


Disisi lain ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka dengan senangnya.


"Seneng ya rasanya liat mereka akrab." ucap salah satu diantara mereka yang tak lain adalah bunda Tama.


"Iya Tam.. manis banget mereka." jawab mama Ken.


"Gimana kalau kita jodohin mereka Han. Kamu setuju gak?" tanya bunda Tama.


"Aku si setuju setuju aja, tapi kita gak bisa maksakan keinginan mereka Tam."


"Ya pokoknya kita coba aja, kalo jodoh ya alhamdulillah kalo enggak ya tetep jadi anak kita juga kan." ucap bunda Tama langsung mengalihkan pandangannya ke arah anak-anak itu.


"Andre... Ken... Sini sayang. " Panggil bunda Tama.


Mereka langsung turun dari ayunan dan berjalan mendekati mama dan bunda.


"Ya ampun anak manis, yuk sini kita foto dulu." pinta bunda Tama.

__ADS_1


Bunda Tama langsung mengambil beberapa foto Ken dan Andre juga foto selfi mereka berempat.


flashback off


__ADS_2