LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

Pagi hari begitu cerah, silvia sudah siap dengan pakaian seragamnya untuk pergi kesekolah. dengan langkah gontai Silvia menuruni tangga untuk menuju meja makan yang terdapat kedua orang tuanya.


sebuah deringan telepon membuat raut wajah silvia muram, selalu saja dari penelpon yang sama menghubungi nomornya, tentu saja orang itu adalah pacar LDR-nya yang berada diluar negri.


"Kenapa?" Ketus silvia langsung saat mengangkat video call dari pacarnya itu.


"Sisil kamu mau lihat pesawat nggak?" alih-alih menjawab pertanyaan dari pacarnya, Aylon mengarahkan layar ponselnya kearah luar pesawat.


"Udah? Lo mau bilang itu doang kan? dirumah gw juga ada, jangan lupa ayah gw pilot" desis Silvia memakan roti yang diberikan oleh ibunya.


"Jangan ketus gitu bicara sama calon menantu" ujar sang ibu mendapatkan tawa kemenangan dari sebrang telepon.


masih tetap dengan wajah kesal, Silvia menutup kamera hp nya. kini dia merasa senang saat melihat raut wajah cemberut aylon yang mematikan sambungan video call secara sepihak.


berbagai pertanyaan kini mulai muncul dibenak Silvia, kemana Aylon akan pergi dengan menggunakan pesawat, tapi dapat bisa dipastikan akan melewati perjalanan yang sangat jauh.


^^^AYLON :^^^


^^^'kamu nggak tanya aku mau pergi kemana?'^^^


^^^06.10 ✓✓^^^


^^^'cuek amat sih pesanku diread doang :) '^^^


^^^06.15 ✓✓^^^


^^^'aku bakal pindah keindonesia, datangin kamu'^^^


^^^06.16 ✓✓^^^


SILVIA :


'KITA PUTUS!"


✓✓ 06.20


^^^' kita nggak akan Ldr-an lagi by ") '^^^


^^^06.20 ✓✓^^^

__ADS_1


^^^'nggak, by! nggak mau putus "( '^^^


^^^06.21 ✓^^^


rasa penasaran itu terbalaskan saat melihat pesan masuk dari Aylon. tanpa berfikir lebih lama lagi Silvia langsung membalas pesan itu hanya untuk mengatakan 2 kalimat yang selama ini inggin ia katakan.


*****


Suasana sekolah yang ramai tidak membuat Silvia lantas melupakan ucapan dari Aylon yang mengatakan akan mendatanginya. walaupun hubungan mereka sudah terjalin cukup lama namun dari awal Silvia tidak sama sekalipun menyimpan rasa untuk Aylon.


saat ini jalan terbaik adalah mengakhiri semua kepura-puraan dirinya yang mencintai pacar LDR nya itu. setidaknya Silvia tidak perlu lagi berbohong pada dirinya sendiri juga Aylon yang bebas tanpa perlu berharap padannya lagi.


kedua temannya datang merangkul Silvia dari belakang, mereka melihat kesedihan diwajah sahabatnya itu berbeda dari biasanya. satupun diantara selsi dan Clarisa tidak ada yang berani buka suara, keduanya hanya berjalan mengekori Silvia dari belakang menuju kelas.


"Sil, ayo latihan bareng untuk persiapan lomba basket Minggu depan" ajak si ketua basket yaitu Bagas bersama dengan teman-teman yang lain.


Silvia menggeleng pelan, pikirannya saat ini sedang kacau untuk menerima ajakan dari si ketua basket. walaupun moment itu sangat dia nanti-nantikan. tapi saat ini ada yang jauh lebih penting dan harus dia selesaikan.


Silvia berjalan melewati si ketua basket masih dengan wajah menunduk, diikuti dengan kedua temannya. selsi akhirnya memberanikan diri untuk membuka suara bergosip dengan Clarisa.


"padahalkan bagas itu ganteng banget, siapa sih yang berani nolak ajakan dia selain bestie kita Silvia, tapi emang nolep banget sih ketua basket sekolahan kita, bisa-bisanya nggak sadar disukai satu sekolah. termaksud gue princess sekolah" ucap selsi dengan percaya diri mengibaskan rambut panjangnya yang terurai.


"Sampai kapanpun ucapan Lo itu hoax, dulu bilangnya ada yang kesurupan ternyata cuman adek kelas yang cium kucing doang, apalagi! banyak kebohongan Lo itu sampai masuk ruang kesiswaan terus" sindir selsi yang diangguki setuju oleh Silvia.


"Bodo amat, lu emang dari awal nggak pernah percaya sih sama gw" Clarisa merangkul Silvia untuk pergi meninggalkan selsi sendirian.


perkataan yang baru saja diucapkan oleh Clarisa membuat silvia tersenyum miris. walaupun kata-kata itu bukan untuk dirinya namun mengigat perkataan itu yang selalu Silvia ucapkan pada Aylon ketika berbohong dan begitu saja dipercaya membuatnya merasa sangat bersalah.


silvia menyalakan hp nya untuk memastikan terakhir aylon pacar LDR-nya aktif, namun sedari dia mematikan data selulernya ternyata Aylon terus spam chat padanya, sampai sekarang masih mengetik walaupun sudah hampir seratus pesan yang belum Silvia baca.


raut wajah terkejut saat Aylon tiba-tiba melakukan telepon padanya , segera Silvia berlari memasuki toilet membuat Clarisa merasa kebingungan dengan tingkah sahabatnya itu.


"nggak mau putus, aku nggak mau putus, kenapa kamu jahat banget, kita udah 3 tahun pacaran, kamu pernah bilang nggak suka ldr sekarang aku samperin kamu malah minta putus" rengek Aylon dengan suara yang terdengar berbeda dari sebelumnya.


"Lo nangis?" tanya Silvia memastikan.


Silvia mencoba melakukan video call tanpa mematikan teleponnya. namun Aylon menolak, dirinya tidak berhenti mengatakan 'tidak inggin putus' membuat Silvia jengah mendengarnya.


"berani lo ya nolak video call dari gue! nggak usah nangis! lo kayak gini buat gw merasa bersalah tau nggak" sungut Silvia.

__ADS_1


"Nanti aja kalo aku udah sampai baru ketemu, aku yang salah, jangan marah lagi ya" bujuk Aylon dengan suara terbata-bata.


"Lo itu udah jadi mantan sekarang! gue cuman mau ingetin doang" tekan Silvia mematikan sepihak telepon.


Silvia merapikan dirinya untuk keluar dari toilet, tidak lupa ia mengusap air mata yang keluar dari pelupuk matanya. perpisahan adalah cara terbaik sebelum pertemuan.


saat Silvia membuka pintu langsung disuguhkan dengan Clarisa dan selsi yang berdiri didepan pintu toilet.


"Siapa?" tanya clarisa dan selsi kompak


*****


Dibandara Soekarno Hatta, Aylon masih diam memaknai tiap pesan yang dikirim pacarnya yang beberapa menit lalu berhasil membuatnya menangis tanpa suara selama dipesawat.


Saat melihat silvia pacarnya masih online tanpa memberi balasan dari pesan yang dikirimnya membuat Aylon tetap menunggu, Namun tetap saja walaupun dibaca tidak ada balasan sama sekali, aylon mencoba menormalkan suasana hatinya dengan mengupload di insta story Instagram miliknya dengan memegang plastik es diisi bubur, dengan caption "Sarapan pagi untuk Hari pertama di Indonesia"


Silvia melihat story' itu langsung membalas postingan aylon, tentu saja walaupun bukan jawaban yang inggin Aylon dengar namun dirinya merasa senang saat masih mendapatkan balasan dari Silvia.


"lu makan bubur apa minum bubur bego. Sedotannya kecil lagi. Yakali penjualnya gak mau rugi terus pembelinya gak modal. hati-hati keselek" Kata Silvia melalui pesan suara singkat.


^^^Aylon :^^^


^^^Makasih, lope 1000 untuk kamu ;))^^^


Silvia :


"Gak lucu!"


^^^Aylon :^^^


^^^Iya by hambar ya :))^^^


^^^*buburnya hambar, tapi aku suka ^3^^^


Entah mengapa pesan itu yang silvia kirimkan padanya, Aylon yakin jika itu hanyalah spontanitas chat yang dikirim oleh silvia, tapi kalaupun begitu setidaknya Aylon sangat senang karena memiliki harapan untuk memulihkan kondisi.


*****


halo semuanya cerita ini ada sedikit revisi ya, selamat membaca, terimakasih °~°

__ADS_1


__ADS_2