
Silvia sengaja memper lambat waktu dan menahan tawanya melihat ekspresi teman-temannya yang sedang menunggu jawabnya.
"Lo" jawab silvia menatap Stania malas.
"haaaaa... apa gue yang menang" tanya Stania tidak percaya.
"iya" jawab silvia malas.
"kok bisa" tanya Clarisa binggung.
"ya bisalah, liat aja kue nya bisa dimakan 5 suap lagi" jawab Silvia.
"terus kenapa punya Lo sama Dion masih banyak, Lo gak mau menang y" tebak Silvia.
"kue nya kemanisan ditambah lagi bubuk cabai yang kebanyakan" jawab Clarisa kesal, ia pikir challenge ini hanya memakan kue yang berisi bubuk cabai namun salah.
"iya udah sekarang permintaan kalian apa" tanya Clarisa pada pemenang.
"okey dimulai dari stania dulu!! permintaan lo apa tan" tanya Silvia.
"hm...gue minta apa ya harus pikir bener-bener nih" ucap Stania mengetuk-ngetuk dagunya.
"okey permintaan gue kalian berdua harus memakai pakaian culun kesekolah...hahahaha..." jawab Stania menatap Silvia dan Clarisa.
"hah ngapain gue juga kena" ucap Silvia.
"lah itu derita Lo intinya gue mau Lo sama Clarisa pakai pakaian cupu ke sekolah dan waktunya selama 3 hari saja" ucap Stania menarik turunkan alisnya.
"gak ini merugikan sebelah pihak" ucap Clarisa tidak terima dengan tantangan yang dikasih oleh Stania.
"lah yang dirugikan siapa!! gue hanya mau kalian berpakaian cupu saat disekolah bukan untuk selamanya" jawab Stania.
"udah lah sa terima aja" ucap Silvia melerai perdebatan sahabatnya.
"okey permintaan Lo apa fal" tanya Silvia menatap Naufal.
"okey permintaan gue yang pertama!! em... Silvia Lo harus jujur sama pertanyaan yang gue bakal kasih" ucap naufal.
__ADS_1
"pertanyaan apa,berapa,dan tentang apa" tanya Silvia.
"gue kasih 1 pertanyaan aja gimana" ucap Naufal menatap Silvia.
"ok asal jangan yang sudah" jawab Silvia.
"jadi pertanyaan itu!! Siapa mantan terindah mu? dan mengapa kalian putus ?!" tanya Naufal.
Deg....
jantung Silvia seakan berhenti mendadak saat mendengar pertanyaan dari Naufal, tanggannya keringat dinggin memikirkan jawaban yang harus dia ucapkan, dan mulutnya seakan kaku untuk menjawabnya.
"ma...man...m.....mantan gu..gue...it-" ucap Silvia terputus saat Stania bersuara.
"fal bisa gak pertanyaannya tidak menyangkut hal pribadi, kan kasihan Silvia yang harus mengingat kembali masa lalunya" ucap Stania menggenggam tangan Silvia yang gemetaran.
"eh...sorry ya Vi gue gak bermaksud!! oke lah gue ganti pertanyaannya, Siapa yang paling mendekati tipe pasangan idealmu di sini" tanya Naufal.
"i..iya gue gak papa kok" jawab Silvia tersenyum kaku.
"ya maksud gue yang mendekati tipe pasangan ideal" ucap Naufal lagi.
"hm...siapa ya, sepertinya Lo deh" jawab Silvia.
"haaa...gue tipe ideal Lo" tanya Naufal lagi.
"udah-udah lama bange sih sekarang permintaan selanjut apa" tanya Clarisa.
"ok permintaan selanjutnya, saat disekolah nanti kalian berempat beli satu minuman dan siram ke seseorang secara acak" ucap naufal membuat Silvia mengangguk.
"oke" ucap semua kompak kecuali Alex karena dia tidak ikut bermain.
"sekarang giliran gue, lagian permintaan kalian kok gak ada yang ekstrim sedikit sih" ucap Silvia.
"iya, permintaan Lo sekarang apa" tanya Clarisa pada silvia.
"permintaan gue kalian semua telfon seseorang secara random yang pastinya lawan jenis dan bilang i love you " ucap Silvia membuat semua terbengong.
__ADS_1
"hah gue gak punya no perempuan Vi" ucap Dion sok sedih.
"idih setiap kemana-mana aja kalo lihat perempuan langsung minta nomor nya" cibir Naufal.
"hhhh...oke teleponnya nya secara bersamaan ya" ucap Silvia membuat mereka hanya bisa mengangguk lemah.
1
2
3
"mulai" bisik Silvia membuat mereka memencet tombol telepon.
"hallo dion ada apa" tanya seseorang diseberang sana.
"hallo calon ayang beb ku yang utututu banget gue mau ngomong sesuatu nih" ucap Dion membuat Silvia dkk menahan tawanya.
"iya mau ngomong apa" tanya orang tersebut lagi.
"Will you marry me" ucap Dion membuat Silvia dkk saling menatap bingung satu sama lain.
"eh apa Dion Lo ngomong apa ntar gue translate dulu tapi dimatikan dulu ya hp nya bye" ucap orang diseberang sana langsung mematikan teleponnya.
dan disaat bersamaan Silvia dkk ketawa bersamaan.
"Dion gue bilang Lo bilang i love you bukan Will you marry me" ucap Silvia.
"ulang gak sah itu" ucap Stania dengan tawa kerasnya.
"lah ogah malas gue" jawab Dion beranjak pergi.
dan begitupun seterusnya, yang paling parah disini yaitu Stania' menelepon orang yang udah pacar dan yang angkat pacarnya orang yang Stania telepon.
-----
bersambung👀✌️
__ADS_1