LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

Silvia kini sedang berjalan dikoridor sekolah dengan wajah ditekuk.


"VIA" pekik Stania tiba-tiba datang dan menyejajarkan langkahnya.


"apa" Jawab Silvia singkat.


"muka lu kenapa!! masih pagi juga udah ditekuk aja?" tanya Stania.


"gpp" jawab Silvia singkat.


"ish...cuek amat sih kayak si batu es Alex aja" jawab Stania kesal.


"bodo" ucap Silvia memasuki kelasnya.


"vi...yaampun Vi kamu kenapa Vi?" tanya Clarisa melihat Silvia duduk dibangkunya dengan wajah ditekuk.


"huft...gue gk apa-apa" jawab Silvia lalu menenggelamkan wajahnya dengan kedua lengannya yang dijadikan tumpuan.


"gak gue gak percaya, Lo jawab pertanyaan gue dengan jujur Vi" ucap Clarisa menggoyangkan tubuh Silvia.


"apa ini ada hubungannya dengan tantangan yang gue kasih ke Lo?" tanya clarisa.


"hooh apa jangan-jangan karena masalah kemarin yha pas dikantin itu" ucap Stania menebak-nebak.


"apa bener Vi Apa yang dibilang Stania,apa karena masalah kemarin Lo jadi gak semangat kayak sekarang ini?" tanya Clarisa.


silvia menatapnya geram "bukan masalah itu!!! huft...gue dijodohin sama ayah gue"


"WHAT!!" pekik Stania dan Clarisa kompak.


"Lo bener mau dijodohin vi, lu kan masih SMA?" tanya clarisa.


"betul tuh Vi Lo mau masih SMA udah punya anak, nanti mau Lo kasih makan apa Vi anak Lo" tambah Stania.


"idih!! gue juga awalnya nolak tapi ayah gue ngancem gue lagi" ucap Silvia.


"ngancem dengan penyakitnya lagi Vi?" tanya Stania.


"iya gue gak mau ayah gue kambuh lagi penyakitnya" jawab Silvia.


"lah orang yang bakal dijodohin ayah Lo gimana" tanya Clarisa.


"itu masalah nya, gue belom tau siapa orang yang bakal dijodohin sama gue" ucap silvia.


"ups!!! hahaha...lu bener belum ketemu sama orangnya Vi?" tanya Stania disela-sela tawanya.


"hmm"


"hahaha...trus nanti kalo orang yang dijodohin sama bokap Lo itu om-om terus hidung belang gimana Vi" ucap Stania polos.


plakk..


"lu kalo ngomong kagak bisa apa dipikir dulu , ucapan Lo itu sama aja buat Silvia makin gak semangat gubluk" ucap Clarisa.

__ADS_1


" ya kan apa yang gue ucap sama hal nya dengan apa yang ada dipikiran gue sa" jawab Stania.


"gue titip absen y" ucap Silvia berjalan keluar kelas.


"loh Vi Lo mau kema--" ucap Clarisa terputus.


Kring... kring...


"sa ikut Silvia yok, malas gue belajar" ucap Stania.


"udah biarin aja dulu, dia butuh ketenangan" ucap Clarisa menahan tangan Stania yang hendak pergi.


-----


taman belakang sekolah....


Silvia mendudukan dirinya dibawah pohon yang sangat tinggi dan besar. hanya tempat ini yang bisa membuatnya nyaman.


"huft..gue harus gimana, bener juga apa yang dibilang Stania bisa jadi calon suami gue om-om" gerutu Silvia.


"kyak..gue gak mau, tapi gue harus bagaimana" pekik Silvia tiba-tiba tersadar apa yang diucapkannya.


Silvia pun mulai memejamkan matanya menikmati hembusan angin.


"halo ayang beb" teriak Naufal tiba-tiba datang.


secara spontan Silvia membuka matanya. "kyak!!! kalian ngapain ada disini?"


"hehe...rencana nya kita mau bolos tapi pas lewat liat Lo disini sendiri yudah kita susulin" ucap naufal.


"gak kenapa-kenapa kok...hehe" ucap Silvia.


"ehmm...yudah gue duluan yha" sambung Silvia bersiap akan pergi namun tanggannya tiba-tiba dicekal seseorang.


"lu kalo ada masalah bisa kok cerita sama kita" ucap Naufal.


"eh gak ada apa-apa kok...hehe" ucap Silvia cengengesan dan berusaha melepas cekalan tanggan naufal.


"ehm..tanggannya gak usah dicekal juga kali fal, ntar lu nyaman lagi" ucap Dion membuat Naufal tersadar dan langsung melepas genggaman tanggan silvia.


"hehe...sorry ya Vi" ucap Naufal mengaruk tekuknya yang tidak gatal.


"gak papa ko santai aja" ucap Silvia.


"oiy lu bolos ya?" tanya Dion.


"enggak ko hehe.. cuman lagi bosan aja liat gurunya" jawab Silvia.


"ye sama aja lu bolos yank beb" ucap Dion.


"idih!! kagak jelas lo" jawab silvia geli dengan ucapan Dion.


"emang lu kagak mau y gue bilang sayang Bebeb" ucap Dion mendramatisir.

__ADS_1


Tak...


"kagak usah lebay lu itu laki bukan perempuan" ucap Naufal menonyor kepala dion.


"abank kok salahkan dewedek sih...huaaa" ucap Dion masih melanjutkan acara lebay nya.


" udah yok Vi, lu ikut gue aja gue tau tempat yang bisa buat pikiran menjadi fresh lagi" ucap Naufal membawa Silvia pergi dari sana.


"wah woy anak orang mau lu bawa kemana" pekik Dion.


sedangkan Alex dari tadi dia hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun,ia lebih memilih menatap depan dan mendengarkan perbincangan antara 2 jenis yang berbeda dihadapanya.


"eh lu mau bawa gue kemana?, kagak gue kagak mau ikut Lo" ujar Silvia berusaha melepas genggaman tanggan naufal.


"udah tenang aja Vi kita pergi gak sendiri ko, tuh Dion sama Alex lagi jalan kesini" tunjuk Naufal pada 2 sejoli yang sedang berjalan mendekat.


"bodo gue tetap gak percaya, kalian itu laki-laki sedangkan gue perempuan sendiri" ucap Silvia berusaha pergi.


"hei mau kemana lu aja kemarin berani ko gue antar pulang, udah tenang aj gue gak akan macam-macam ko" ucap Naufal.


"tapi lo mau bawa gue kemana?" tanya Silvia lagi.


"gue mau bawa Lo ketempat yang sangat bagus dan bisa buat Lo tenang, udah yok masuk" ucap Naufal memasuki mobilnya.


Silvia hanya bisa mengalah dan memilih memasuki mobil tersebut diikuti dengan Alex dan Dion juga.


jangtung Silvia berdegup sangat kencang entah karena hal apa, mungkin karena keadaan didalam mobil yang hening ataupun karena sedang duduk disamping Alex.


Dion pun mulai merasa sangat hening pun menirukan suara jangkrik "krik..krik..krik...krik"


"lu sehat don" tanya naufal.


"kagak gue sakit tolong bawa gue kerumah sakit kalo bisa yang ada tambahan jiwanya" ujar Dion.


"hahaha...bagus juga tuh fal, lu tinggal lurus aja terus nanti belok kanan biar kita sekalian mampir kerumah sakit cek dia" ujar silvia yang mulai tidak canggung lagi.


"ish..yank beb ko gitu sih" ucap Dion mengerucutkan bibirnya.


"idih idih alay banget sih Lo" ucap Naufal.


"awas kalian semua ya gue aduin sama nyokap gue, biar habis Lo semua dimakan" ucap Dion masih dalam mode ngambek.


"kyak!! hahahaha...sakit perut gue...lu itu udah SMA masih aja anak mama don" tawa Silvia makin mengeras.


"dasar anak mami" tambah Naufal.


"bodo,kalian semua jahat gue jadi malas berteman sama kalian" ucap dion.


"idih gue juga ogah kali berteman sama tukang alay kek Lo" balas Naufal.


"DIAM!!" satu kata yang pasti membuat suasana kembali hening dan canggung kembali.


------

__ADS_1


bersambung👀✌️


__ADS_2