LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

saat ini Silvia dan Alex sedang berada diparkiran sekolah lebih tepatmya disamping mobil Alex.


lalu Silvia pun memberanikan diri bertanya


"al kita ngapain ke parkiran, Lo mau ngajak gue bolos ya"


"masuk" ucap Alex menghiraukan pertanyaan Silvia.


"gak mau!! gue tau Lo mau ngajak gue bolos kan, hilih pagi aja sok rajin banget tarik tanggan gue sekarang aja ngajak gue bolos" cerocos Silvia.


"masuk" ucap Alex dinggin.


"gak mau,sebelum lu jawab dulu kenapa Lo aja gue kesini" tanya Silvia lagi dengan bersedekap dada.


"masuk or" ucap Alex menatap kearah Silvia.


"atau apa" tanya Silvia berani.


Alex dengan cepat berjalan mendekat kerah Silvia dan mengikis jarak diantara mereka, iya Alex bukan lah tipe orang yang suka menjelaskan secara panjang kali lebar, ia langsung mengendong Silvia ala bridal style dan mendudukkannya dikursi samping Alex.


"kyak...lo ngajak ribut heh" pekik Silvia.


"gak" jawab Alex menyodorkan hpnya.


"hp Lo mau gue apain" tanya Silvia bingging.


"baca" jawab Alex membuat Silvia mengambil hp tersebut dari tanggan Alex dan membacanya.


"fitting baju" gumam Silvia.


"tapi untuk apa" tanya silvia mantap Alex yang sedang fokus menyetir.


"nikah" jawab Alex.


"hah pernikahannya siapa" tanya Silvia yang masih binggung.


"pernikahan teman Lo, sepupu Lo, mantan Lo ata-" ucap Silvia disela cepat oleh Alex.

__ADS_1


"kita" jawab alex.


"kita!!! hahahah... Lo lagi gak sakit kan" tanya Silvia menyentuh kening Alex namun langsunng ditepis.


"jangan mimpi Lex ini udah siang" ucap silvia tertawa keras.


"dijodohin" ucap Alex yang masih fokus menyetir.


"owh" jawab Silvia cuek ketika mengerti maksud dari ucapan tersebut dan memilih menatap jalanan dari dalam mobil.


setelah beberapa jam diperjalanan kini mereka sudah sampai didepan butik.


"turun" ucap Alex turun dari mobilnya dan meningalkan silvai seorang diri didalam mobil.


"yaampun dia manusia, es, atau patung sih" gerutu Silvia turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam butik tersebut.


"selamat datang kak" ucap salahsatu pegawai butik tersebut.


"eh...iya...hehe...em..pangil aja Silvia" ucap Silvia cengengesan.


"ok baiklah Silvia, mari ikuti saya untuk mencoba gaunnya" ucap pegawai butik tersebut berjalan menuju ruang ganti.


"em..kak saya kan belum memilih bajunya" ucap silvia memberanikan diri bertanya.


"owh tadi sudah dipilihkan mba sama mas yang duduk disana" jawab pegawai tersebut menunjuk Alex.


setelah itu Silvia hanya menurut saja memasuki ruang ganti, karena ia tidak inggin terlalu mengambil pusing hanya karena baju.


lalu Silvia pun keluar dari ruang ganti dengan gaun yang sangat panjang dan membuat Silvia harus berhati-hati jika tidak ia akan terjatuh karena kelebihan bahan gaun tersebut.


Alex pun langsung memperhatikan Silvia dari atas hingga bawah, namun dengan cepat mengalihkan pandangannya lagi mentap hp.


"woy gimana? capek nih berat lagi" kesal Silvia.


"ganti"


Silvia pun mengangguk dan Menganti pakaiannya dengan diruang ganti.

__ADS_1


"gimana"


"ganti"


"huft..ok" jawab Silvia mencoba bersabar.


Silvia menatap semua gaun yang ada, "apa bedanya gaun 1 sama kedua bukannya dia sama saja hanya beda warna" batin Silvia bingung.


"ini kak gaunnya" ucap pegawai butik tersebut lagi membuat Silvia hanya bisa mengangguk patuh.


"bagus banget gaunnya, jarang banget lagi gue ada gaun seperti ini" batin silvia.


Silvia pun berjalan keluar dengan senyum yang tidak hilang dari wajahnya.


"kalo ini" tanya Silvia menatap Alex.


"ganti" ucap Alex membuat harapan Silvia musnah seketika.


Silvia pun dengan kesal langsung berjalan keruang ganti, bagaimana tidak kesal sudah banyak gaun yang ia coba namun dengan mudahnya Alex bilang "ganti" emang dia pikir gaun tersebut tidak berat.


"tunggu" ucap Alex menghentikan langkah Silvia.


"apa lagi" ucap Silvia menatap tajam alex.


"gaun ke tiga" ucap Alex membuat Silvia binggung.


"ish...Lo kira gue apa hah!! gaun pertama aja gue lupa apa lagi gaun ketiga" ucap Silvia memasuki ruang ganti untuk Menganti gaun tersebut ke seragam sekolah yang ia pakai awal.


lalu Silvia pun segera keluar dari butik menghiraukan Alex yang memanggilnya.


"oke jadi gaun yang mana mas yang jadi dipesan" tanya pegawai tersebut.


"semua yg tadi dipakai" ucap Alex.


pegawai tersebut pun langsung membungkus gaunnya dibantu beberapa pegawai lainnya, Alex langsung membayar saat gaun tersebut sudah selesai dibungkus dan langsung menyusul silvia.


sebenarnya gaun yang ketiga adalah gaun yang dipakai Silvia tadi, Alex dapat melihat bagaimana ekspresi wajah Silvia saat memakai gaun tersebut.

__ADS_1


------


bersambung👀✌️


__ADS_2