LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

Silvia terbangun dari tidurnya saat suara bel berbunyi, Silvia melirik kesamping dan melihat Clarisa yang tertidur pulas.


"hoam...gue masih diuks ternyata" gumam Silvia.


"sa bangun sa woy" ucap Silvia mengguncang tubuh Clarisa.


"eungh..iya yank nanti kita jalan lagi ya" jawab Clarisa yang masih dunia mimpinya.


"CLARISA!!!" pekik Silvia membuat Clarisa terbangun tiba-tiba.


"gemp-gempa" ujar Clarisa berjalan dengan mata yang masih berat untuk dibuka.


Bruak...


"aduh" ringgis Clarisa memenangi


Clarisa terjatuh karena tersandung pinggiran ranjang.


"hahahaha...makanya disekolah jangan tidur Mulu" ujar Silvia tertawa keras.


"hilih...kau pun sama" ucap Clarisa berjalan keluar uks.


"ya so--" ucap Silvia terhenti dan berjalan menuju sebrang gorden.


"loh bukannya tadi Alex di uks ya kok gak ada" batin Silvia melihat seluruh penjuru.


"via ayo!! Lo mau kita dihukum karena masuk kelas" ucap Clarisa tiba-tiba datang dan menarik lengan Silvia.


-----


saat berjalan dikoridor banyak yang menertawai Clarisa, sebenarnya ingin sekali Silvia mengucapkan sejujurnya tentang apa yang ia lakukan tapi ia lebih memilih diam dan berpura-pura tidak tahu (tempe)


"via, Sasa Lo kok gak ikut upacara" tanya Stania.


"biasalah rencana Silvia" ucap Clarisa.


"wah kok kalian gak ngajak-ngajak sih" kesal Stania.


"tunggu, sa muka Lo kenapa" tanya Stania menahan tawanya.


"gue tau gue artis makanya kalian pada liatin gue" ujar Clarisa dengan PD nya duduk di bangkunya.

__ADS_1


"mukanya kenapa vi" tanya Stania berbisik pada Silvia.


"gue hanya iseng-iseng aja, bagus kan karya gue" ucap Silvia berbangga diri.


"bagus tapi kenapa Lo gak ngajak-ngajak gue" ucap Stania kesal.


"salah Lo sendiri berdiri dibarisan depan" jawab Silvia menjulurkan lidahnya.


"ya tapi kan kalian bisa beri kode gitu" ucap Stania.


"hm... iyain aja deh biar cepat" ujar Silvia bersedekap dada.


"gaes kalian pada ikut camping gak" tanya Silvia lagi.


"ya pasti lah vi" jawab Stania.


"emang hari apa acaranya" tanya Silvia.


"1 Minggu lagi kalo gak salah" jawab Clarisa.


"ish...kenapa waktunya samaan dengan hari pernikahan coba" lamunan Silvia langsung terbuyarkan saat Clarisa kembali bertanya.


"Vi lu kenapa melamun, lu kagak mau ikut y" tanya Clarisa melambai-lambaikan tanggannya didepan wajah silvia.


"kok ragu sih Vi, kan Lo dari dulu pengen banget bisa ikut camping" ucap Stania.


"hm..Vi,tan liat deh kok Briana jalan kesini" ucap Clarisa menunjuk arah luar kelas nya.


"paling mau ketemu Alex" jawab Stania singkat.


"makanya itu ayok gagalin rencananya" ucap clarisa lagi.


"ngapain sa orang Alex nya aja ga ada dikelas" jawab silvia membuat Clarisa menoleh kearah bangku Alex dan benar bangkunya masih kosong.


"udah demi rencana" ucap Clarisa menarik tangan Stania dan Silvia keluar.


"demi rencana lagi" gerutu Silvia kesal.


kini silvia,Clarisa dan Stania sudah sampai didepan pintu luar kelasnya dan dengan segera mereka bertiga mencegat geng Briana yang akan masuk.


"Lo lagi, Lo ngapain dikelas calon pacar gue hah" ucap Briana kesal karena setiap dia mau mendekati Alex selalu dihalang Silvia.

__ADS_1


"hallo briana!! loh wajah mu kenapa Briana? dan emang boleh ya pakai kacamata gaya disekolah ini" tanya Silvia berpura-pura terkejut dan menghiraukan pertanyaan Briana.


"itu...boleh aja memang siapa yang ngelarang" ucap Briana memegang kacamatanya berwarna hitam agar tidak terjatuh.


"owh iya ya gue baru tau tuh" ucap Silvia sinis.


"bukan urusan Lo, sekarang gue tanya kenapa Lo bisa ada di kelas calon pacar gue" tanya Briana kesal.


"Briana Briana!! gue kan udah kasih tau kalau gue itu" ucap Silvia menjeda kalimat akhirnya.


"apa" ucap Briana binggung.


"calon istrinya dan sebentar lagi gue bakal jadi istrinya Alex calon pacar yang gak pernah angap Lo" bisik Silvia tepat ditelinga Briana.


"bullshit" ucap Briana tidak percaya.


"sekarang Lo minggir gue mau masuk" sambung Briana kesal mendorong tubuh silvia namun tidak sampai terjatuh.


teman-teman Silvia dan Brian hanya diam menonton saja, mereka akan melerai saat akan terjadi terjadi sesuatu.


"ups!! kasihan datang kesini tapi Alex ya gak ada, ututu perlu sandaran gak" ucap Stania mulai bersuara dan berjalan mendekat.


"berhenti Lo kenapa Lo berjalan mendekat" tanya Briana memegang erat kacamatanya.


"gue hanya penasaran aja kenapa Lo pakai kacamata" ucap Stania langsung menarik kacamata milik Briana.


"hahahaha...kasihan banget sih mata Lo kenapa bri" tambah clarisa mengencangkan tawanya.


Briana dan geng nya pergi dengan perasaan kesal dan juga mereka malu? tentu saja banyak siswi dan Siwa yang ikut menertawai nya.


"dimana Alex?" batin Silvia.


"yaampun kasihan banget matanya, lagian kenapa coba bisa sampai bengkak gitu...hahahah" pekik Clarisa mengencangkan suara tawanya.


"udah sa ayok masuk gak baik bully orang yang kesusahan" ucap Silvia mendudukan dirinya dikursi.


"Lo tau gak Vi penyebab mata Briana jadi bengkak gitu" tanya Stania yang duduk didepan kursi Silvia.


"mana gue tau, emang gue pawang nya yang selalu jagain dia kemana-mana" ucap Silvia acuh.


"iya kan mana tau Lo dikasih suatu keajaiban bisa tau apa yang terjadi pada Briana" ucap Stania.

__ADS_1


------


bersambung👀✌️


__ADS_2