LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

Kini teman-teman Silvia sedang berada di kamar Silvia sehabis pulang dari pasar malam.


"Vi Lo bisa jelasin gk maksud dari perjodohan yang hari itu Lo bilang" tanya Clarisa


"Kepo lo, udah yok tidur aja mendingan" ucap Silvia menghindari pertanyaan Clarisa.


"Gak usah menghindar deh vi kita itu sahabat Lo dari kecil, jujur Lo bahagia gak dengan perjodohan ini" tanya Clarisa lagi.


"Bahagia orang tua gue bahagia gue juga" jawab silvia.


"Vi gak ada makanan lagi apa" tanya Stania melihat isi kulkas dikamar Silvia.


"Tania, kamar gue kenapa bungkus sampah semua" pekik Silvia.


"Hehe...gak usah teriak-teriak Vi nanti pada bangun loh" jawab Stania.


"Bodo...kamar gue kan kedap suara, sekarang Lo bersihin semua gue mau tidur" ucap Silvia menaiki tempat tidur dan mulai tidur.


"sa bantuin gue beresin kamar ini ya" ucap Stania menunjukan puppy eyes nya.


"Em...entar gue pikir dulu" ucap Clarisa berpura-pura berfikir.


"Ayo donk sa Lo kagak kasian apa udah malam-malam gini gue disuruh bersihin semua sampah ini" ucap Stania menggoyangkan lengan Clarisa.


"Salah Lo udah malam juga masih makan aja" ucap Clarisa mulai tidur.


"Eh..yakali gue bersihin sendiri emang gue pembantu" ucap Stania mulai ikut membaringkan tubuhnya.


"Bodo ah mending pagi aja gue bersihin" batin Stania mulai tertidur lelap.


--------


Disekolah....


"Vi beberapa bulan lagi kita lulus, Lo pengen lanjut kuliah apa fokus sama calon suami Lo nanti" tanya Clarisa.


"Gue sih pengennya kuliah sa tapi gue bingung kalo gue kuliah calon suami gue nanti gak keurus lagi" jawab Silvia.


"Tapi kan calon suami Lo pasti disibukan pekerjaan Vi,jadi selama dia kerja Lo bisa kuliah" ucap Stania.


"Masalahnya itu tan, calon suami gue itu seusia sama gue" ucap Silvia.


"Haah" pekik Stania langsung dibungkam oleh Clarisa.


"Vi Lo serius kan" tanya Clarisa.


"Hmm..mana mungkin gue bercanda" jawab Silvia.


"Terus Lo nanti dikasih makan apa vi" tanya Stania.


"Ya nasi lah ogeb" jawab Silvia.


"Dah lah capek gue jawab pertanyaan kalian" tambah Silvia memasuki kelasnya.


------


"Muka Lo kenapa fal ko mirip kek ta*" tanya Dion dengan polosnya.

__ADS_1


Plak...


"Diem lo dion, gak usah buat gue tambah kesal" ucap Naufal memukul perut Dion.


"Ish...sakit govlok, bisa gak sih gak usah main kekerasan gue laporin kena Lo" ucap Dion mengusap-ngusap perutnya.


"Dasar kambing hitam" jawab naufal.


"Lagian Lo kenapa sih masih pagi juga" tanya Dion.


"Gara-gara kalian berdua gue jadi gagal jalan berdua bareng Silvia" jawab Naufal.


"Puft...haha...lagian ko salah kita, kan Lo yang ngajak gue sama Alex ikut" jawab Dion membela dirinya.


"Bukan gue yang minta tapi via" jawab naufal.


"Tapi baik juga yak lo, mau traktir belanjaan gue yang banyak" ucap Dion.


"Gue emang baik gak kayak lo, giliran disuruh traktir jumlahnya dibatasin giliran orang yang traktir rombong semua sampai penjualnya juga beli semua" ucap Naufal kesal.


"Kan tugas gue membantu menghabiskan duit orang" jawab Dion.


"Dasar matre, siapa juga yang mau jadi istri tukang matre kek Lo" ujar Naufal.


"Babang Alex nwufal juahay" ucap Dion berjalan kearah Alex.


"Alay" ucap Alex dingin dan beranjak pergi.


"Alex yang sekarang bukan Alex yang gue kenal dulu fal "ucap Dion.


"Sabar aja ada saatnya dia mencair" ucap naufal mengikuti Alex.


"Lex Lo bisa ko cerita sama gue kalo misal nya Lo ada masalah" ucap Naufal.


"Ga ada" ucap Alex singkat.


"Ga usah bohong lex, Lo habis lulus mau kuliah dimana" tanya Naufal.


" Ga tau" jawab Alex.


" Gimana kalo lo kuliah bareng gue di luar negri" usul Naufal.


"Gak"


"Kalo gak mau sama Naufal gimana kuliah sama gue aja Lex" ucap Dion.


"Gak"


"Masa depan Lo masih panjang Lex lu bener gak mau kuliah" tanya Naufal lagi.


"Hm"


"Tapi karena masalah apa Lex" tanya Naufal.


"Gpp"


"Andai gue bisa bilang ke Lo fal kalo gue gak diijinkan bokap" batin Alex.

__ADS_1


"Huft..serah Lo deh Lex, tapi kalo ada masalah Lo bisa bilang ko mana tau gue sama Dion bisa bantu" ujar Naufal.


"Hm"


"Eh fal Lo suka ya sama via" ucap Dion tiba-tiba.


"Haa....eh Lo ngomong apa sih, via kan cuman teman kita mana mungkin gue suka sama dia" ucap Naufal gugup.


"Gak mungkin sebatas teman gue curiga L--" ucap Dion terputus.


"Apa hah, Lo ngomong sekali lagi gue pastiin semua belanjaan kemarin bakal gue rebut " ancam Naufal.


"Ok ok gue diem" jawab Dion.


------


Sehabis pulang sekolah Alex tidak langsung pulang tapi mengunjungi makam ibu nya.


"Ma...aku binggung harus gimana...di dunia ini gak ada yang peduli sama aku mah" ucap Alex seraya mengusap batu nisan yang bertuliskan nama mamahnya.


Alex menangis dalam diam.menatap kosong kearah batu nisan bertuliskan nama mamanya.


"Ma...mama tau gak papa yang sekarang jahat....ma aku mau ikut mama"


"Mama pernah bilang kan kalo mama udah gak ada aku harus kuat, tapi aku gak bisa ma" ucap Alex menumpahkan semua isi hatinya.


"Semoga orang yang mama jodohkan dan bilang bakal jadi pendamping langkahku tidak seperti mama tiriku ya ma" ucap Alex.


"Aku pamit ya ma, besok aku bakal datang lagi kunjungin mama" sambung Alex mengusap sisa air matanya.


-----


Kediaman baskara...


"Alex dimana saja kamu 2 Minggu ini gak pulang ke rumah" bentak ayah Alex.


"Bukan urusan anda" jawab Alex singkat berjalan menuju kamarnya.


Cklek...


Pintu kamar Alex terbuka dan tanpa ijin ibu tiri Alex yang dikenal dengan nama Renata itu langsung masuk.


"Cih!!!Dasar anak gak tau diri, saya pikir kamu tidak akan datang lagi jadi saya bisa nguasain harta kamu dengan mudah" sinis Renata.


"Anda hanya ibu tiri yang ditemukan ayah saya dijalan jadi tidak usah sok, dan untuk nguasain harta mama saya itu sangat mustahil" jawab Alex.


"lihat saja harta mama kamu semua akan jadi milik saya dan akan saya pastikan kamu


yang akan saya usir pertama kali dari rumah ini" ucap ibu tiri alex.


"kita lihat saja nanti" jawab Alex.


"oke baiklah kau tunggu saja tanggal mainnya" ucap ibu tiri Alex langsung keluar dari kamar dengan membanting pintu kamar Alex.


"sabar alex,sabar" batin Alex


Alex pun berjalan keluar dari kamar yang penuh kenangannya bersama ibu kandung nya.

__ADS_1


------


Bersambung👀✌️


__ADS_2