
Kini hari sudah mulai siang, Alex dan Silvia sudah pulang dari panti asuhan.
"wah...Lo kalo ngomong bisa juga ya selembut itu sama anak kecil" ucap Silvia menatap Alex yang sedang fokus menyetir.
"Hmz"
"Yea mulailah dinginnya" gerutu Silvia membuka hpnya.
PRINCESS TERBWAHAHA...
Stania"| : @silvia,@clarisa jalan kuy.
Silvia"| : kemana...?
Stania"| : kemana aja intinya jalan kuy.
Silvia"| : ok lah tapi ada traktirannya kan ^↑^
Stania"| : tenang aja nanti di traktir sama @clarisa (emot senyum manis)
Clarisa"| : woy ada apa manggil gue? lah baru aja buka grup langsung pada minta traktiran, yang ngajak siapa yang traktir siapa.
Stania"| : hmz...yaudah jadi gak mainnya.
Silvia"| : oke lah gue sih hayuk aja, tapi kumpul dimana"
Stania"| : entar gue mikir dulu(+_+)
Silvia"| : ish...yaudah @Clarisa kita main kemana.
Clarisa"| : gini aja gimana kalo kita main ke istana cokelat, yang ada didekat alun-alun kota.
Silvia"| : emang ada ya? kok gue baru tau.
Clarisa"| : baru selesai dibangun sih katanya dan tiket masuknya masih murah kok
Stania"| : harga tiketnya berapa
Clarisa"| : -_gue udah bilang yang pasti harga nya masih murah.
Silvia"| : yaudahlah yuk, saran gue kalian bawa uang lebih ya kan lebih baik lebih dari pada kurang.
Stania"| : ok oteweh.
Silvia melirik sekilas Alex yang berada disampingnya, Alex yang mengetahui itu langsung binggung dan bertanya.
"Apa" tanya Alex mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Lo tau istana cokelat kan" tanya Silvia.
"Gak" jawab Alex.
"Dekat kok dari sini, kalo gak salah posisinya dekat alun-alun kota" ucap Silvia.
Alex pun mengangguk mengerti dan langsunng menjalankan mobilnya menuju alun-alun kota.
--------
Alun-alun kota...
Keadaan di alun-alun sangat ramai sekali, hingga akhirnya akhirnya Silvia lebih memilih duduk diam didalam mobil.
"Lex coba deh Lo cari posisi istana cokelat di hp Lo" ucap Silvia melihat kearah luar kaca.
"Posisinya udah dekat" ucap Alex menjalankan mobilnya mengikuti jalur yang ada di hpnya.
"Wah bangus banget Lex" ucap Silvia saat melihat istana coklat yang berada didekatnya.
"Turun" ucap Alex membuat Silvia binggung.
"Lo gak ikut" tanya Silvia yang hanya dibalas gelengan oleh Alex.
"Yaudah Lo pulang duluan aja biar gue nanti pulang nya bareng clarisa" ucap Silvia mulai turun dari mobil Alex.
"Hallo kalian udah lama" tanya Silvia menatap Clarisa dan stania.
"Belum kok baru sampai!! udah yok masuk" ucap Stania menarik lengan Silvia dan Clarisa.
Namun sebelum masuk mereka membeli tiket dulu karena jika tidak ada tiket mereka tidak dapat masuk.
"Waow bagus banget tempatnya" pekik Stania saat mereka masuk kedalam.
Semua pengunjung yang ada pun menatap Stania binggung.
"Kampungan banget sih Lo" ucap clarisa.
Bruk....
"eh...sorry" ucap seseorang wanita mengunakan masker dan kaca mata hitam.
"tunggu nama Lo siapa" tanya Silvia.
"Isabella pangil aja Bella!! gue duluan ya" ucap orang tersebut terburu-buru.
"kok gerak-geriknya aneh banget ya sa,vi" ucap Stania.
__ADS_1
"gak baik negatif thinking tan!! lagian kok Lo tau tempat ini sa" tanya Silvia menatap Clarisa.
"gue dikasih tau sama saudara gue!! yok foto disana yuk" ucap Clarisa menarik lengan Silvia dan Stania.
Mereka pun terus asik berfoto hingga kini sudah sore, akhirnya mereka pun menghentikan aksi mereka menikmati sensasi coklat.
"Gaes pulang yuk udah sore nih" ucap Silvia melihat Jam yang ada di pergelangan tangganya.
"iya juga!! tapi tunggu kita wajib cobain coklat yang ada disana dulu" ucap Stania.
"Heh cokelatnya itu dibeli ogeb bukan gratis" ucap Clarisa.
"ya udah kita gabungin aja dulu uang kita" ucap stania mengeluarkan beberapa lembar uangnya yang tersisah.
Silvia, Clarisa dan Stania pun menggabungkan uang mereka menjadi satu dan berjalan menuju penjual coklat tersebut.
"Pak harga cokelatnya satu berapa" tanya Silvia sopan.
"Cokelatnya gratis kok mbak khusus 1 Minggu ini" ucap penjual cokelat tersebut.
"Wah kita boleh ambil 1 box coklat yang disana gak pak" tanya Stania membuat Silvia dan Clarisa binggung.
karena tujuan awal mereka yaitu cokelat jumbo kenapa Stania malah memilih cokelat box.
"Ini mbak sebagai bonusnya saya kasih 2 box lagi biar adil" ucap penjual cokelat tersebut.
" jangan lupa berkunjung ke istana cokelat ini lagi ya mbak" tambah penjual tersebut membuat Silvia dkk mengangguk.
"makasih pak" jawab Silvia,Clarisa,Stania kompak.
"Tan ngapain Lo malah milih cokelat box" tanya Clarisa.
"gue tadi berubah pikiran pas liat banyakrasa di box ini!! lagian kalo Lo pilih yang jumbo rasanya hanya 1 doank, Nah beda kalo Lo pilih cokelat box ini Lo bakal nikmati sensasi cokelat yang bervariasi" ucap Stania memakan cokelat tersebut satu-persatu.
"yaudah sudah kembaliin uang gue" ucap k
Clarisa.
"ini" ucap Stania menyerahkan duit Clarisa dan silvia.
Ya begitulah!! semua orang pasti mempunyai keinginan yang berbeda-beda, dan jika kita disuruh memilih salah satu, Itu tidak menutup kemungkinan kita akan memilih yang lain.
---------
bersambung👀✌️
__ADS_1