LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

"eugh"


tubuh Alex terasa sangat kaku dan sangat sulit untuk digerakkan hingga Alex pun terbangun dan melihat dirinya diikat diatas ranjang untungnya semua pakaiannya masih lengkap.


"sial" batin Alex.


Alex mencoba melepaskan dirinya dari ikatan tali namun nihil,tangan yang diikat diatas kepala ranjang dan kaki nya juga diikat hingga membuat Alex susah untuk bergerak.


KLIK...


suara pintu terbuka dan tampaklah naufal dan Dion yang sudah memakai seragam lengkap.


Alex menatapnya tajam "bantuin gue bazeng"


"santai bosque" jawab naufal berjalan mendekat.


"Lex lu kagak bisa apa setiap ke club kagak mabok" tanya Dion dengan wajah tanpa dosa.


"Dion yang pintar tapi kebalikannya yha setiap orang kalo masuk ke club itu pasti pulang nya mabok Dion" jawab Naufal mencoba meredakan kekesalannya.


dan kini tali tersebut telah terlepas dari tubuh dan tangan Alex hanya tersisa kaki nya yang terikat,Dion dan Naufal pun mulai berjalan mundur dan....


"LARI" pekik Dion dan Naufal kompak berlari keluar kamar Alex mereka tidak inggin mendapat amukan yang sungguh pedas dari mulut Alex.


---------


Disekolah...


Alex,Dion dan Naufal kini telah sampai disekolah,banyak teriakan histeris para siswi saat melihat 3 pria tampan yang berada didepannya.


"kyak!! Dionku tambah ganteng"


"*Naufal ku cinta padamu"


"pangeran alexkhu ganteng bingitz"


"pangeran sekolah datang gaes*"


begitulah pekikan para gadis yang dapat memekakan telinga.


Alex lebih memilih cuek bebek dan berjalan dengan angkuhnya,beda hal nya dengan Naufal yang hanya memberikan senyum manisnya membuat seluruh penjuru sekolah menjadi sangat riuh seakan kedatangan Artis, sedangkan Dion dia melambaik-lambaikan tanggannya.


"Alex" pekik Briana tiba-tiba datang dan bergelayut manja di lengan alex.


"lepas" ucap Alex dinggin dan menyentakan tanggan Briana.


mereka bertigapun melanjutkan jalannya menuju kelas.


"Lex lu mau kekelas apa kekantin dulu lapar gue" tanya Dion.


"duluan" ucap Alex dingin dan pergi meningalkan mereka yang masih sibuk menerjemahkan kata-kata tersebut.


"duluan!! mungkin maksudnya alex itu dia duluan ke kelas kali yha" ucap Naufal sedikit ambigu.


"entah dah lah hayuk ke kantin lapar aku Abang" jawab Dion alay.


"idih jijik gue punya teman kayak Lo" ujar Naufal dan pergi meningalkan Dion ditempatnya.


"tungguin elah" teriak Dion dan menyusul Naufal.


------


Di toilet....


"huft!! untung gue bisa bebas dari itu tantangan aneh Clarisa lagi" gerutu Silvia dan berjalan menatap kearah belakang.


bruk...


tubuh Silvia hampir saja terjatuh kelantai jika tidak ada lengan kekar yang melingkar di pinggangnya.

__ADS_1


lalu Silvia mulai membuka kelopak matanya secara perlahan-lahan dan pandanganya bertubrukan langsung dengan manik milik orang tersebut.


hening' ...itulah yang terjadi, dunia seakan milik berdua,mereka saling menatap satu sama lain hingga....


bruk....


Alex tiba-tiba melepas tubuh Silvia namun naas Silvia malah menarik lengan alex dan alex pun ikut terjatuh.


bibir mereka saling bertempelan,dan manik mereka saling bertemu satu sama lain.alex tanpa sadar ****** bibir tersebut dan menatap manik Silvia seakan terhipnotis.


kring...kring..


mereka berdua seakan langsung tersadar dan Alex segera menjauhkan dirinya lalu pergi dari sana tanpa sepatah katapun.


"manis" batin Alex.


"first kiss gue" batin Silvia.


lalu Silviapun langsung berdiri dan merapikan pakaiannya yang kotor.


"via lu dari mana aja sih" tanya stania


"dari...em..an..ehm habis dari toilet" jawab Silvia menetralkan raut wajahnya.


"gak mungkin habis dari toilet doank lu senyam-senyum gak jelas gitu" jawab Stania curiga.


"atau jangan-jangan lu kesambet hantu yang ada di toilet yha" sambung Stania asal.


"apaan sih Lo gak jelas" jawab Silvia dan pergi meningalkan Stania.


--------


Dikelas...


selama pembelajaran dimulai Alex tidak fokus sama sekali,ia hanya senyam-senyum tidak jelas.


"manis" ucap Alex tanpa sadar.


Alex langsung tersadar merubah raut wajahnya menjadi dinggin kembali "gpp"


"idih tadi aja bilang manis, siapa hayo yang manis" tanya Naufal penasaran.


"permen" jawab Alex cuek.


"mulai deh kumat dinggin nya lagi tadi aja senyum-senyum kaya orang gila" jawab Naufal kesal.


"Naufal sekarang kamu maju kedepan, kerjain soal dipapan tulis" ujar Bu guru.


"kok saya sih Bu" tanya Naufal.


"yha karna kamu dari tadi gak perhatiin saya yang lagi jelasin, cepat maju atau nilaimu saya kurangin" ancam Bu guru.


"huft!! ya deh Bu" jawab Naufal dan bangkit dari kursinya lalu berjalan untuk mengerjakan soal dipapan tulis.


-----------


kantin kini telah ramai dengan para siswa dan siswi karna kini adalah jam istirahat.


"yah Vi kantin nya udah ramai" ucap Clarisa menatap seluruh penjuru kantin.


"yaudah kalian cari tempat duduk aja biar gue yang pesanin makanan" jawab Silvia.


"ok gue bakso sama es teh ya" jawab Clarisa.


"emm...kalo gue bakso sama es jeruk ya Vi" jawab Stania.


"ok" jawab Silvia dan berlalu pergi


"kita duduk dimana tan bangku udah penuh banget" tanya Clarisa pada Stania.

__ADS_1


"dimejanya si Alex aja gimana" jawab Stania.


"ok lah" jawab Clarisa.


"Hay naufal, dion,alex kita boleh duduk disini gak soalnya semua meja udah pada penuh" tanya Clarisa.


"yaampun kagetin aja kalian ini!! boleh kok duduk aja lagian masih muat juga" jawab Dion.


"ok makasih yha Don" jawab Stania.


"loh kok Don kan nama gue Dion" tanya Dion.


"hehe...yakali gue bilang lu di atau on ntar kalian bingung lagi, jadi gue bilang Don aj" jawab Stania.


"hmm...ok lah lagian gak buruk juga" jawab Dion.


"oh ya teman kalian yang satu lagi mana" tanya Naufal.


" oh si via tuh orang nya" jawab Clarisa menunjuk seseorang yang sedang berjalan kearah meja mereka.


"Hay gaes kalian pada bicarain apa nich" tanya Silvia.


"ngomongin ayang beb via" jawab Dion dengan alay dan polos.


"loh kalian pada bicarain apa tentang ku" tanya Silvia.


"bukan masalah apa-apa kok" jawab Clarisa.


"ehmm...gaes gue ada pertanyaan kalian bisa jawab gak" tanya Stania.


"pertanyaan apa tan" tanya Silvia sambil memakan makanannya.


"ehm..apa nama kucing gue" tanya Stania.


"coco"


"salah"


"Rubi"


"salah"


"rainbow"


"salah"


"wah gue tau mesti tancat"


"salah juga!!emang apa itu tancat" tanya Stania.


"Tania cat"


"masih salah"


"lah terus apa jawabnya" tanya clarisa yang sudah mulai kesal.


"nih ya jawabannya itu raysia" jawab stania.


krik...krik... krik


plak...


plak...


"lu bisa gak sih serius sekali aja" tanya Clarisa.


"loh bener ko nama kucing gue raysia, raya dan rasia" jawab stania dengan wajah polosnya.


"lu mending diem dari pada gue tambah emosi" jawab Clarisa menahan kekesalannya.

__ADS_1


__________


bersambung👀✌️


__ADS_2