LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

"huft!! akhirnya nih perut kenyang juga" ujar Dion mengusap-ngusap perutnya.


"udah yuk pulang" sambung nya lagi.


"eh...tunggu gue ke toilet dulu y" ujar Clarisa.


"ayo Vi sekalian bayar semua makanannya" ajak clarisa.


"hey lah gue gimana?" tanya Stania.


"lu mending duduk diem disini" ucap Clarisa berlalu pergi dengan Silvia.


lalu tak berapa lama Clarisa dan Silvia pun kembali kemejanya.


"dah yuk pulang" ujar Silvia dengan wajah kesal dan mengambil tasnya.


"hei tapi kita kan masih belum berfoto" ucap Stania.


"lain kali kan masih bisa tan, dah lah ayok lu mau gue tinggal" ucap Clarisa.


"huft..ya" jawab stania dengan muka lesu.


"em...Al aku boleh gak bareng sama kamu pulangnya?" tanya Silvia dengan senyum manisnya.


"gak" jawab Alex singkat.


"plis ya al" jawab Silvia menggoyangkan lengan alex,seperti anak kecil yang meminta permen kepada ibunya.


"lepas!! gue bilang gak yang gak" jawab Alex menyentakan tanggan Silvia.


"lo emangnya datang naik apa Vi?" tanya naufal.


"dianter sama supir, yudah deh kalo GK boleh kalian duluan aja" jawab Silvia menunduk.


"eh..tapi lo kan bisa bareng Clarisa Vi" ujar Naufal.


"emm...fal sebenarnya gue sih mau aj tapi arah jalan rumah kita berbeda" jawab Clarisa.


"loh kamu lupa ya sa kan arah rumah Silvia itu seara-" ucap Stania terputus karena mulutnya langsung dibungkam oleh Clarisa.


"maaf y semua...em..aku harus jemput


ortu pulang arisan..bye" ucap Clarisa menarik tanggan Stania pergi dari sana.


"yaudah aku juga duluan ya bye" ujar Silvia dan berjalan dengan menunduk.


"emmm...Vi Lo bisa ko bareng kami" ujar naufal menghiraukan tatapan tajam Alex.


"wah..beneran nih?" tanya Silvia antusias.


"udah yok nanti keburu ada yang marah lagi" jawab Naufal memasuki mobil Alex diikuti dion dan Silvia.


" gue pulang sendiri" ujar Alex dan berjalan menjauh dari mobilnya.


"NO NO NO!! Gak Lex intinya Lo bareng kita" ujar Naufal.


"hooh lagian kan itu mobil Lo" tambah Dion.


"udah ayok naik" ucap Naufal lagi.


Di dalam mobil...


"Al gue bisa gak minta no hp Lo?" Tanya Silvia


dari arah samping.


hening...


"woi al gue bisa gak minta no hp Lo" pekik Silvia.

__ADS_1


Cittttt.......


Naufal tiba-tiba mengerem mendadak, sedangkan Alex menatap nya tajam.


"hehe... sorry y" ucap Silvia cengengesan.


"huft... gpp ko" jawab Naufal dan mulai menjalankan mobilnya.


"oiy..fal gue boleh tanya gak" ucap Silvia.


"boleh ko Vi emang mau tanya apa" ujar Naufal.


"gue cuma mau tanya aja mama kalian pas hamil pada ngidam ap?" tanya silvia.


"kalo mama gue ngidamnya pakai baju seksi, makanya gue jadi seksi dan juga tampan seperti sekarang ini" ucap Naufal dengan PD nya.


"kalau nyokap gue ngidamnya pengen manjat pohon kepala vi " tambah Dion.


"kelapa Dion bukan kepala!!! jadi pas ngidam mama Lo jadi manjat pohon kelapa" tanya Silvia kaget.


"hooh, tapi gak dibolehin sama bokap gue" ucap Dion dengan raut wajah lesu.


"lah terus Lo kenapa sedih gitu?" tanya Naufal.


"gimana gak sedih, nyokap gue kan jadi gak bisa manjat" jawab Naufal.


"heh Dion kalo nyokap lu manjat nyawa lu jadi taruhan nya ogeb" jawab Naufal.


"huft...ada ada aja kalian ini" ujar Silvia.


"nyokap lu emang ngidam apa Vi?" tanya Naufal


"hmm..Mama gue pas ngidamnya pengen lihat ada kebun binatang dibelakang rumah" jawab Silvia.


"trus dibolehin?" tanya Naufal.


"terus dibelakang rumah Lo sekarang jadi banyak hewan donk ?" tanya dion.


"ya ngak gitu juga " jawab Silvia.


"maksudnya?" tanya Dion binggung.


"jadi bokap gue itu suruh beberapa editor buat ngeditin foto yang background nya itu seperti kebun binatang" jawab silvia santai


"terus nyokap Lo gimana ekspresinya" tanya Naufal.


"ketawa lah" jawab silvia.


"kok bisa" tanya dion mulai binggung dengan teka-teki pembicaraan.


"gak usah kepo" jawab silvia menahan tawanya.


"hmz..kalo nyokap lu ngidam apa Al" tanya Silvia.


"gak usah kepo" sahut Dion kesal.


hening...


" mungkin ngidam kayu dengan batu Vi?" jawab Naufal.


"mungkin juga fal soalnya dia juga mirip kaya kayu kaku tapi juga kaya batu diem dan keras" jawab Silvia.


"hahaha... betul tuh betul" jawab Dion.


"Al...?" tanya Silvia terhenti.


"DIEM LO" bentak Alex.


Silvia mendengus kesal jika bukan karena Clarisa yang tadi menyuruhnya pulang bersama Alex karena tantangan mana mau dia menurutinya.

__ADS_1


flash back


Silvia dan Clarisa pun telah sampai di toilet.


"apaan sih lu tarik-tarik tangan gue" kesal Silvia.


"hehe...ok Vi gue mau ngomong serius" jawab Clarisa.


"ngomong apa?" tanya Silvia.


"gue punya rencana, lu mending pulang ikut Alex demi tantangan Vi" jawab clarisa.


"gak,gue gak mau" jawab Silvia cepat.


"gak bisa gitu donk Vi,lu kan udah setuju sama tantangannya" ucap Clarisa.


"lu gila y kalo gue bareng Alex berarti cuma gue sendiri yang cewe" jawab Silvia.


"gue percaya ko sama mereka,udah deh Vi lu emang gak mau rencananya berhasil?" ujar Clarisa.


"tap..."


"gak ada tapi-tapian, sekarang lu jawab intinya harus mau" putus Clarisa


"ogah males" jawab Silvia.


"ok berarti sekarang lu sama seperti pengecut Vi" ucap Clarisa.


"gue bukan pengecut,dan untuk gue pulang bareng Alex ok fine gue setuju" tekan Silvia kesal lalu berjalan menuju kasir membayar semua makanan.


flash off


Silvia menjadi semakin kesal saat mengingat semua kejadian itu.


apalagi dengan keadaan mobil yang seketika hening membuat Silvia merasa canggung.


akhirnya setelah menghabiskan Watktu dijalan Silvia sudah sampai dirumahnya dengan selamat dan aman.


"makasih ya naufal,Alex, Dion" ucap Silvia dengan senyum manis nya.


"manis banget senyumnya semanis gula" ujar Dion.


"gak pakai gula tapi pakai cinta" ucap Silvia menahan tawa.


"kyak..ayang beb ku..oke deh kita duluan ya ayank beb ku yang manis semanis gula" ucap Dion dengan alay.


"ok, gue duluan ya Vi" jawab Naufal


"oke hati-hati" jawab silvia


mobil pun segera dari depan rumah Silvia, Silvia pun segera masuk kedalam rumahnya.


"mamah aku pulang" pekik silvia.


"eh udah pulang ya princes nya mama?" tanya mama Silvia.


"iya mah, yudah aku kekamar ya mah" ucap Silvia dan berjalan kekamar nya.


"Vi kamu gak mau makan dulu?" tanya mama Silvia setengah teriak.


"udah makan mah" balas Silvia saat sudah sampai didepan kamarnya.


"huft! untung gue sampai dengan aman selamat sentausa" gerutu Silvia menidurkan dirinya.


"mending gue obatin aja dulu luka gue baru tidur" batin silvia.


------


bersambung👀✌️

__ADS_1


__ADS_2