LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

Suara langkah kaki dikoridor sekolah membuat suasana yang awalnya hening menjadi seram seketika.


"Ini koridor apa kuburan sih sepi amat" gerutu Silvia mencoba memberanikan diri.


"Hey,kamu mau kemana" pekik seseorang dari arah belakang Silvia.


Secara spontan silvia langsung berlari tanpa menoleh kebelakang.


"Hey, berhenti kamu" pekik orang yang mengejar Silvia.


Silvia pun menambah kecepatan larinya dan menoleh kearah belakang.


"Kyak...bapak ngapain ngejar saya" teriak Silvia.


"Hey kamu mau lari kemana, jalanin dulu hukumanmu" pekik seorang guru yang tak lain guru BK.


Silvia kembali menoleh kebelakang dan melihat guru BK tersebut terengah-engah, Silvia pun memanfaatkan kesempatan itu untuk bersembunyi dibalik sebuah mobil.


"Hosh..Hosh..Uda...h berumur tapi masih kuat aja larinya" gerutu Silvia.


"Dasar murid tidak teladan" ucap guru BK kesal.


Silvia hanya bisa cekikikan dibalik mobil yang ia jadikan tempat sembunyi.


"Via" ucap dion menyentuh pundak Silvia.


"Eh...huft...Lo apa-apaan sih bikin kaget gue aja" kesal Silvia memukul lengan dion.


"Hehe...Lo ngapain didepan mobil alex" tanya Alex.


"Sembunyi dari guru BK" jawab silvia cengengesan.


"Oh...lah guru bk nya mana" taunya Dion lagi.


"Disit-" ucap Silvia terputus saat melihat guru BK tersebut sudah tidak ada di tempatnya semula.


"Eh tadi ada disitu ko Dio" Jawab Silvia menunjuk tempat guru BK semula.


"La emang Lo kenapa bisa sampai dikejar BK" tanya Naufal.


"Hehe!! Lari dari hukuman" ucap silvia cengengesan.


"Eh yaudah dulu ya" ujar Silvia beranjak pergi.


------


Suara deruman motor yang digas habis-habisan itu begitu memekakan telinga,banyak sekali remaja yang sudah berada di arena balap liar, banyak teriakan para gadis remaja meramaikan jalan dimalam hari.


Dan disinilah Alex berada dengan kaus warna hitam dan jeans yang senada tak lupa ia pula memakai jaket berwarna hitam, Alex langsung menaiki motor ninja hitamnya dan memakai helmnya sehingga yang terlihat hanya matanya saja. bisa dibilang penampilannya kini serba hitam.


Brum....Brum..


1

__ADS_1


2


3


"GO"


Alex langsung melajukan motornya diatas rata-rata meninggalkan sebuah motor ninja yang kian mulai mengejar motornya.


Dan kini motor ninja tersebut tepat berada disamping motor ninja Alex, pengendara motor ninja tersebut menatap tajam manik Alex, namun Alex hanya acuh dan menambah kecepatan motornya.


Banyak gadis remaja yang mulai teriak-teriak menyemangati Alex.


"*Semangat alex"


"Yuhuy... Semangat"


"Lo pasti menang Lex*"


Dan seperti itulah teriakan para gadis yang mulai bersahut-sahutan, Alex tidak merasa risih sama sekali dan tetap melajukan motornya.


Dan disinilah penentu siapa yang akan menang dan kalah, Alex menambah kecepatan motornya dan tersenyum remeh terhadap lawan, lawan Alex pun tak kalah cepat melakukan motornya dan...


"Yeah" pekik para gadis remaja kian bersahutan saat mereka tau siapa yang mereka dukung akhirnya menang.


Alex turun dari motornya dan membuka helmnya, ia tersenyum sinis menatap lawan tersebut.


"Hari ini Lo menang, tapi....inggat gue bakal tantang Lo lagi dan gue bakal pastiin kalo gue yang bakal menang" ucap kesal lawan balap motor alex dan langsung melempar Alex dengan amplop.


"Cih!! Menang aja baru sekali mau nantang gue lagi" ucap Alex memasukan amplop tersebut kedalam jaketnya, ia langsung memakai helmnya dan beranjak pergi meningalkan 2 temannya yaitu Naufal dan Dion.


"Yaudah ayok kita susul aja" jawab Naufal menaiki motor ninjanya sama halnya dengan dion.


Alex melajukan motornya menuju apartemen diikuti kedua temannya dari belakang.


"Lex lu mau apain tuh uangnya" tanya Naufal memasuki apartmen Alex dan mendudukkan dirinya di sofa.


"Untuk kalian" ucap Alex memberikan setengah uang hasil balap motonya.


"Wah kita juga dapat" girang Dion langsung mengambil uang tersebut.


"Berdua" ucap Alex lagi dan langsung merebahkan tubuhnya.


"Heh lu jangan asal comot aja tuh uang, sini bagi gue setengah" ucap Naufal mengambil setengah uang dari tangan Dion.


"Lex berarti lebih banyak uangnya di Lo donk" ucap Dion.


"Heh Dion yang ikut balap motorkan Alex jadi dia lah yang lebih banyak dapatnya" ujar Naufal.


"Loh tapikan kita udah nungguin dia bahkan udah semangatin dia sampai sakit nih tenggorokan gue" ujar dion.


"Uang setengah buat motor" jawab Alex memejamkan matanya.


"Eh... maksudnya" tanya Dion bingung.

__ADS_1


"Uangnya setengah Alex bikin untuk motornya Dion!! mungkin untuk dia kasih makan tuh motonya" ucap Naufal menjelaskan.


"Oh...ok lah" jawab Dion.


Kryuk...kryuk..


Suara perut Dion berbunyi, Dion menjadi sangat malu ia lupa untuk makan dari rumah.


"Hehe...Lex lu ada makanan gak" tanya Dion.


"Gak, pesan" ucap Alex.


"Maksudnya Alex itu gak ada makanan dirumahnya mending Lo pesan aja" ujar Naufal menjelaskan.


"Owh...pesan apa aja lex" tanya Dion membuka aplikasi di hpnya untuk memesan makanan.


"Serah" jawab Alex memasangkan kedua telinganya dengan handset.


"Haah...maksud lo kita pesan di ibu kantin sekolah, ini kan udah malam Lex" ucap Dion.


"Aish...Dion yang polos sepolos hidup gue, tadi Alex itu ngomong serah bukan Bu Sarah makanya telinga Lo dibersihin 1 tahun 10 kali" ucap Naufal kesal dengan kepolosan Dion.


"Lah...gue rajin ko bersihin telinga gue, lagian gue gak kayak Lo bersihin telinga pas ada acara aja" jawab Dion kesal dan mulai memesan makanan.


"Heh lu kalo ngomong buat gue esmosi tau gak kan jadi pengen es gue lama-lama" ucap Naufal kesal dan berjalan menuju dapur.


"Lex gue udah pesan k*c, nasgor,sama kue ya semua itu masing masing gue pesan 5 porsi ok" ucap Dion menatap hp nya menjelaskan.


Hening...


"Yaampun Alex gue dari tadi jelasin panjang lebar lo malah asik dengerin lagu" pekik Dion menjauhkan hendset tersebut dari telinga Alex.


"Apa" ucap Alex menatap Dion tajam.


"Gue udah pesan makanannya sekarang yang bayar siapa" tanya Dion.


"Lo" ucap Alex dengan santainya.


"Heh kok gue...gak gue gak mau, menipis dompet gue lama-lama" ucap Dion berniat membatalkan pesanan makanan yang ia beli segunung.


"Lah Lex....ini gimana gak bisa dicancel...huaaaa uang" pekik Dion mendramatisir.


"Eh Lo kenapa" tanya Naufal kaget melihat Dion.


"Hehe..fal Lo mau kan bayar semua makanan yang gue pesankan" ucap Dion dengan puppy eyes nya.


"Gak,pasti Lo pesan banyak kan" selidik Naufal menduduki dirinya di sofa.


"Lo kan tau satu porsi makanan gak cukup dimakan sama cacing diperut gue" jawab dion.


"Lex!! lu masa kejam sih gak mau bayar padahal Lo juga nanti makan" ucap Dion menatap Alex.


"Yudah" jawab Alex memberi Dion beberapa lembar uang kertas.

__ADS_1


----


Bersambung👀✌️


__ADS_2