LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

kring...kring...kring


akhirnya hal yang ditunggu-tunggu para siswa tercapai, bel pertanda pulang sudah bunyi.


" yeah" pekik para siswa dan siswi mulai merapikan buku mereka masing-masing lalu berjalan keluar kelas untuk pulang, karena hari ini tidak ada guru yang mengajar.


sama hal nya dengan Silvia dan kedua teman nya yang tak lain Clarisa dan Stania.


"Guys habis ini jalan kuy" ajak clarisa.


"kuy lah tapi kemana" tanya Stania dengan antusias.


"ke mall aja gimana" jawab silvia.


"malas ke mall terus guys!! gimana kalo kita lihat balap motor aja" tanya clarisa.


"gila ya Lo sa!! balap motor itu ada nya malam bukan siang, bisa-bisa kita datang membawa nyawa pulang membawa jasad lagi"


cerosos stania.


"hooh...setuju gue sama si Tantante, jarang Lo sa tantan ini bisa bijak seperti tadi" celetuk silvia.


"Ish!! kalian itu seneng banget sih buat gue marah, berapa kali gue bilang nama gue itu bukan tantan apa lagi jadi tantante" ucap Stania mengeram kesal.


Silvia menahan tawanya saat melihat muka stania, sedangkan Clarisa sudah tergelak karena tak mampu menahan tawanya.


"hahaha....yang sabar ya kawan ku, yang baik hati dan tidak sombong" ujar Clarisa ditengah tawanya.


"tapi boong....hahaha....." semprot Silvia dan mulai ikutan tertawa.


"ck!! kawan tak ada akhlak emang kalian semua" emosi stania, lalu ia pun mengambil tasnya dan langsung keluar dari kelas dengan wajah memerah menahan amarahnya.


"eh dianya malah merajuk Vi" ucap Clarisa yang mencoba menghentikan tawanya.


"lah terus ngapain lu natap gue ogeb, dah lah yuk kita kejar aja dia" ujar Silvia mengambil tas nya dan keluar dan kelas.


"apes banget sih hidup gue udah jomblo ditinggal sendiri lagi" gerutu Clarisa sambil mengambil tas nya dan berjalan keluar dari kelas.


Parkiran sekolah__


silvia tiba-tiba menghentikan langkahnya saat melihat seseorang yang dia kenal.


"Vi lo ngapain berhenti mendadak sih?" kesal Clarisa.


"lu liat deh orang itu" tunjuk Silvia pada seseorang dan mengabaikan kekesalan clarisa.


"Siapa...owh dia itukan alex teman nya si Naufal yang udah nolongin kita tadi pagi"


"emang kenapa Vi" sambung clarisa.


"itu lihat deh dia ngapain di dekat motor itu, samperin kuy" ucap Silvia dan berjalan mendekati alex.

__ADS_1


"hayollo..mau ngapain...mau curi ni motor ya...wah gak bener ini" ucap Clarisa dengan tiba-tiba dan hal itu membuat Alex yang awalnya terkejut merubah kembali raut mukanya menjadi datar.


Alex hanya melihat orang tersebut sekilas dan fokus melihat motor ninjanya yang sudah tidak berbentuk lagi.


silvia yang merasa diacuhkan mulai kesal dan ikut mengamati obyek yang diamati yaitu sebuah motor ninja berwarna hitam.tunggu deh? ninja berwarna hitam.


"kyak!! wah...lu ya" pekik Silvia tiba-tiba dan memukuli lengan alex.


Alex menyentak kasar tangan Silvia "jauhin tanggan kotor Lo!!!"


Mata Silvia terbelalak" wah...Lo bisa ngomong y, bagus sih suara Lo tapi sayang ucapan Lo terlalu pedas "


Alex memilih mangacuhkan Silvia dan pergi dari parkiran tak lupa ia mengeluarkan handphonenya mengetik pesan kepada seseorang. sedangkan Clarisa hanya bisa mengamati mereka saja karena ia tidak tau inti permasalahannya.


"wah berhenti lu...lu kagak bisa gitu donk lu yang punya motor ini kan" ucap Silvia kesal.


Alex pun menghentikan langkahnya dan menatap Silvia tajam.


"heh lu kira gue takut dengan tatapan tajam menusuk Lo itu, sekarang lu harus ganti rugi udah bikin baju gue kotor" ucap Silvia berkacak pinggang.


"ogah.." ujar Alex dingin dan melanjutkan langkahnya menuju ke luar dari parkiran.


"oke fine Lo kagak mau ganti rugi kan,lihat ni motor Lo bakal gue bikin tambah parah lagi" pekik Silvia dan menendang motor ninja tersebut.


Bruk...


motor ninja berwarna hitam itupun terjatuh dengan keadaan yang memprihatinkan.


"jangan cari masalah atau terkena masalah" ucap Alex dinggin dan mendorong bahu Silvia kasar.


Silvia pun terjatuh di tanah dengan kedua lutut yang dijadikan tumpuan,Clarisa yang melihat hal itu terbelalak dan membantu Silvia untuk berdiri.


"PERGI!!" bentak Alex.


"banci tau gak Lo" pekik Silvia tepat didepan muka alex.


"Vi udah ayok pergi" ucap Clarisa dan membantu Silvia pergi dari sana.


saat ini inggin sekali rasanya silvia menangis, namun ia tidak bisa? ia tidak inggin terlihat lemah apalagi dikasihani, sebagaimana pun bar-bar nya Silvia ia tidak pernah dibentak oleh keluarganya.


"Sa Lo mending pulang aja deh keburu pagarnya ditutup" ucap Silvia dan berjalan tertatih menuju motornya.


"ya kali Vi!! lu mending bareng gue aja naik motor biar gue boncengin" ucap Clarisa saat mereka sudah tepat berada didepan motor Silvia.


"Via yaampun lu kenapa Vi" tanya Stania tiba-tiba datang.


"astoge!! Lo bukannya udah pulang?" tanya Clarisa.


"Gak!! kan kalian bilang mau jalan yaudah gue tunggu sampe kalian datang" jawab stania


"Vi lutut Lo kenapa ko bisa memar gitu?" sambung Stania.

__ADS_1


"ceritanya panjang" jawab silvia.


"lah terus Lo pulangnya gimana?" tanya Stania.


"naik motor lah ogeb orang gue datang naik motor" jawab Silvia.


" mending lu naik mobil bareng gue aja" ujar Stania.


"bener tuh Vi apa yang dibilang Tantan" ujar Clarisa menyetujui pendapat stania.


"tap.."


"udah ah ayok kasian supirnya udah nungguin" jawab Stania dan membantu Silvia memasuki mobilnya.


Didalam mobil__


" Vi intinya Lo harus buat tuh si alex menyesal udah bentak Lo" ujar Clarisa.


"hah..dibentak" pekik stania.


"hooh..lu setuju gak Tan pendapat gue" tanya Clarisa.


Stania menganggukkan kepalanya polos "gue gak tau masalahnya tapi kalo ada yang berani bentak lo mending Lo buat orang itu nyesal"


"emm.. gimana kalo lu kita kasih tantangan" ujar clarisa tersenyum misterius.


"apa..kalo tantangan mah gue suka" jawab Silvia cuek.


"ok jadi tantangannya" bisik Clarisa ditelinga Silvia.


"menarik" ujar silvia.


"emang rencananya apa vi, kasih tau donk masa cuman lo aja yang tau" ujar Stania.


"nanti Lo bakal tau sendiri" jawab silvia.


akhirnya setelah lama diperjalanan Silvia sampai dirumahnya, ia segera turun dari mobil Stania.


"makasih ya, gak mau masuk dulu?" tanya Silvia


"gak deh Vi,lain kali aja ya" jawab Clarisa.


"ehmm..gue sih pengen aja main Vi tapi pr lagi numpuk..hehe" ucap Stania cengengesan.


"owh yaudah hati-hati dijalan" ucap Silvia.


"bye Vi " ucap Clarisa dan Stania bareng lalu mobil tersebut mulai melesat pergi.


---&&&---


bersambung👀✌️

__ADS_1


__ADS_2