
Click...
" Vi....what?" Sontak stania terkejut saat melihat seragam Silvia.
"Berisik banget si Lo Tantan" ujar Clarisa memberi jas nya pada Silvia.
"Hehe...Vi ko seragam Lo bisa sampai kaya gitu sih" tanya Stania.
"Hihi...udah mirip kayak manusia lumpur Lo" ujar Stania terkikik geli melihat keadaan Sahabatnya yang tak lain adalah silvia.
"Tadi gue kena genangan lumpur!! lu dari pada ngoceh trus mending bantuin gue"
"Emang lu gak ada rencana buat beli baju di koperasi gitu dari pada pakai jas?" Tanya Clarisa membantu Silvia membersihkan noda lumpur.
"Gue malas!!Lagian kan besok gak dipakai lagi" jawab Silvia.
Kring...kring..kring...
"Vi lu bener mau kekelas dengan keadaan lu yang seperti ini, lu bisa ko di uks?" tanya Clarisa .
"Hooh, gue juga setuju pendapat Sasa, ntar gue temenin deh" celetuk Stania.
"Ye itu sih Lo yang pengen, Lagian gue gak sakit ngapain ke uks " desis silvia.
"Yaudah..yuk gaes kekelas" ajak Silvia dan mulai berlalu pergi.
Mereka bertigapun berjalan gontai dikoridor menuju kelas mereka.
"Vi gimana ceritanya baju Lo ko bisa sampai kena lumpur gitu?" tanya Clarisa.
Silvia membuang napas kasar, lalu ia menceritakan semua kejadian yang ia alami dari awal hingga akhir.
"Lah k-"
"Oooh....oke...oke" jawab Stania dan mengangguk-anggukan kepala nya.
"Lo bisa diem gak sih sekali aja udik!! emang lu paham?" tanya Clarisa mendengus kesal.
"kagak..." jawab Stania menggelengkan kepalanya dengan polosnya.
"Lo--"
"STOP" pekik Silvia mulai kesal mendengar pertengkaran Stania dan clarisa .
Beberapa siswa dan siswi yang sedang berada disanapun menghentikan aktifitas mereka dan menatap Silvia penuh dengan pertanyaan.
"Kalian semua ngapain natap gue...hah..." tanya Silvia menatap mereka satu persatu.
"Em...ka..Kakak kenapa menyuruh kita stop ka?" tanya salah satu adik kelas silvia.
"Lah yang nyuruh kalian berhenti siapa, gue itu nyuruh ni 2 curut yang stop bertengkar, bukan kalian" jawab Silvia mendengus kesal.
Murid yang berada disitu pun mulai menatap via tajam, namun Silvia membalasnya tak kalah tajam juga.
Hening...
__ADS_1
1 Detik
2 Detik
3 Detik
"BUBAR" pekik Naufal.
"Hey guru datang...guru datang!!!" sambung Dion mulai berteriak histeris.
Semua murid pun pada berhamburan pergi menuju kelasnya masing-masing.
" Apa yang kalian lakukan disini?" tanya naufal diikuti 2 temanya yang berada disamping kirinya.
"Berdiri dan bernafas" jawab silvia asal.
"haha..lah kalo itu mah semua juga tau ,tapi yang dimaksud dia itu apa yang kalian lakuin sampai mereka marah gitu?" sahut Dion.
"Owh..tadi gue cuman lagi kesel aja sama ni dua curut berantem trus, jadinya teriak aj biar mereka berhenti...emm.. makasih y udah nolongin kita" ucap silvia dan mengalihkan pandangannya dan langsung tertuju pada satu orang.
"A...hehe....makasih juga dari gue udah nolongin" ucap Clarisa.
"Hehe...hooh..makasih banyak y" tambah Stania.
2 sahabat curut silvia malu-malu kucing melihat manusia tampan yang ada dihadapannya, namun beda halnya dengan Silvia yang dari tadi hanya terfokus pada satu orang yaitu laki-laki yang berada ditengah.
Merasa ada yang memperhatikannya, laki-laki tersebut mendongakan kepalanya dan manik miliknya tersebut bertabrakan dengan manik silvia.
Hening....
"Hey...sobat apa kau kerasukan?" tanya Dion
'Dia manusia apa patung-- batin silvia
"Emm..oiya nama kalian siapa ?" tanya Clarisa.
"Kenalin nama gue naufal arfedo wiradhama biasa dipanggil Naufal, untuk yang samping gue cowok dinggin ini namanya alexander Christian morgan, dan yang samping nya itu verdino gizeon Danareksa" jawab Naufal.
"Kalo mau panggil gue abank atau sayang juga boleh ko" tambah verdino.
"Hey kalian mau bolos ya,cepat masuk ke kelas kalian" teriak guru BK tiba-tiba datang.
"Iya Bu" ucap mereka kompak.
Mereka pun segera pergi dari sana entah kemana yang pastinya niat Silvia kali ini tidak ikut pelajaran.
"Guys, kantin dulu yok" ujar Silvia sambil memegangi perutnya.
"Hayuk Lah!! tapi nanti ketauan guru gimana Vi?" jawab Stania polos.
Tak...
"Heh lu kalo polos jangan terlalu polos Napa, kalau Lo kagak mau ikut ngapain bilang hayuk stania" ujar Clarisa menonyor kepala Stania.
"Huft!! kalian bisa diem gak sih, Tan kalo lu kagak mau ikut lu ke kelas aja duluan" ujar Silvia dan beranjak pergi diikuti clarisa.
__ADS_1
"Lah kok gue ditinggalin sih" teriak stania dan mengikuti Silvia menuju kantin.
"Hosh..Hosh..kalian gak setia kawan bener " ucap Stania ngos-ngosan.
"Lah tadi Lo bilang gak ikut makanya kita pergi duluan" jawab Clara santai.
"Ish..tak ada akhlak emang" ucap Stania dan mengambil jus Clara lalu menyeruput nya.
"Heh tantante!! Lo kalo mau minum pesen sana, ngapain punya gue lu minum" ujar Clarisa dan mengambil minumannya kembali dari tangan Stania.
"Hehe...ya mangap" ujar Stania langsung duduk tanpa memesan.
"Hai!! kami boleh ikut gabung gak?" tanya Naufal tiba-tiba datang dengan 2 teman disamping nya.
"astoge!! masih banyak bangku kosong ngapain harus disini " tanya clarisa.
"ya biar kita bisa lebih dekat lagi" jawab Naufal cepat.
Krik..krik
"Eh..maksudnya biar kita bisa makin dekat berteman nya gitu..hehe" tambah Naufal lagi.
"oh...okok!! kalian bisa ko duduk bareng kita" jawab Stania dengan antusias.
"Makasih duwedek Tania yang cuatik" ucap dino dengan nada alay.
"Alay,Lebay,Jijay,Anja*" jawab Clarisa.
"Ehm.. nama kalian siapa?" tanya Naufal melirik Silvia.
Silvia pun mengalihkan pandangannya " gue Silvia Pricilla panggil aja via dan yang satu ini Clarisa meylina dan in.."
"Kenalin gue stania Kimberly panggil aja Tania" ucap stania memperkenalkan dirinya dan menjulurkan tangannya,Naufal pun yg mengerti membalas jabatan tangan Stania.
"Okok.. kalian berteman sejak kapan" tanya Naufal.
"Sejak belum lahir kita udah berteman" jawab Stania nglantur.
"He ogeb kalo kita belum lahir gimana kita bisa kenal" jawab Clarisa kesal.
"Sebenarnya kami kenal pas masih TK tapi karena kami susah untuk berteman jadi kami selalu meminta ortu untuk satu sekolah terus" ujar Clarisa menjelaskan.
"oh...teman masa kecil ya?" tanya Naufal.
"ya begitulah" jawab Clarisa.
"Kalian berteman sejak kapan?" tanya Silvia.
"Kalo gue kenal naufal sejak kelas 4 SD, tapi sebelumnya temen gue cuman nih batu dari kecil" jawab dion dan menghiraukan tatapan tajam Alex.
"Oh...jadi kal.." ucap Silvia terputus.
Drtttt...Drtt..
"Gue cabut duluan ya" ucap Silvia dan pergi dari sana lalu mengangkat teleponnya.
__ADS_1
---------
bersambung👀✌️