LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

suara dentuman musik membuat seluruh penjuru club malam menjadi semakin riuh dan disini lah Alex,Dion Naufal berada.


naufal lebih memilih duduk diam dibangkunya tanpa minum apa-apa karena ia lagi tidak ingin mabuk,dan Dion ia sedang asik bersama seseorang disalah satu kamar, sedangkan Alex ia sudah mabuk berat karena terlalu banyak minum-minuman beralkohol.


"Lex lu bisa berhenti minum gak sih, udah mabuk masih aja sok mau minum lagi" ucap Naufal mengambil minuman yang akan diminum Alex.


"hmz..botolnya mana botolnya kosong mana botol" ucap Alex meracau tidak jelas.


Alex masih setia meminum minumannya yang berada ditangannya, ia tidak peduli orang lain mengatakan apa, hanya satu yang diinginkan Alex yaitu melupakan semua permasalahan yang terjadi pada dirinya.


"udah mabuk juga, lu masih mau minum lagi heh" ucap Naufal dan berusaha membopong tubuh Alex namun nihil Alex terus saja melawan.


"kosong!! gue minum mana" ucap Alex melihat gelas ditangannya lalu ia berjalan sempoyongan menuju bartender.


"ish...si Dion mana lagi tu anak" gerutu Naufal lalu berjalan menuju ruangan yang ditempati Dion dan menghiraukan Alex yang entah sedang jalan kemana.


"Dion" pekik Naufal saat membuka pintu ruangan tersebut.


"ap..gangu...ish...apa sih?" tanya Dion disela-sela aktifitasnya.


"dasar anak siapa sih lo...cepat lo keluar mau gue tinggal hah, enak banget Lo y disini cinta cintaan sedangakan Alex disana lagi mabok" ujar Naufal dan berlalu pergi.


"heh tungguin" teriak Dion dan membenarkan pakaiannya.


"sampai jumpa wanita ku" ucap Dion dan meningalkan wanita tersebut.


ketika sampai dilantai bawah Dion dapat melihat Naufal yang sedang kesusahan membopong Alex, lalu Dion pun berjalan kearah alex.


" butuh bantuan gue gak fal?" tanya Dion dengan wajah tanpa dosa.


"baru datang Lo heh" ucap Naufal sinis.


"cepet bantu gue angkut ni orang ke mobil" sambung Naufal.


"gue benci..gue benci semua....dasar penghianat...gue benci" pekik Alex dibawah pengaruh alkohol.


"ngapain lu bengong disitu ogeb cepat bantuin gue" ujar Naufal membuat Dion tersadar dari lamunannya dan membantu nya membopong Alex menuju mobil nya.


saat didepan mobil mereka pun masih asik ribut hanya karena masalah sepele.


"lah yang nyetir siapa?" tanya Dion.


"lu aja yang nyetir" jawab Naufal


"lu kira gue mau...ogah malas, lu aja yang nyetir..." ujar dion melempar kunci mobil kepada naufal.


"lu..." ucap Naufal terputus.


"apa.. bukannya gue ya yang terus nyetir mobil kalo Alex mabuk" ucap Dion berani.


"lah bukannya Lo fine-fine aja ya" jawab Naufal.


"udah gak usah jawab trus, lu mending cepat masuk kalo lo kagak mau gue tinggal" ucap Naufal dan masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


semua orang mungkin punya duka dan sukanya masing-masing, semua permasalahan akan datang dikala waktu yang tidak ditentukan. jadi hanya 2 pilihan yang harus kalian pilih merelakan atau tetap kekeh pada pendirian.


Naufal lebih memilih membawa Alex ke apartemen Alex dari pada kerumahnya.


" loh...fal...ko belok sih kan rumah Alex masih lurus?" tanya dion.


"gue mau bawa dia ke apartemennya kagak tega gue pulangin dia kerumahnya" jawab Naufal.


"oh...iya juga sih,kasihan juga gue sama dia tau gak" ucap Dion mendramatisir.


"gak!! mending lu kagak usah terlalu banyak drama" jawab Naufal menonyor kepala dion.


akhirnya mereka pun sampai di apartemen Alex, lalu mereka membawa Alex masuk kedalam.


"pergi kalian semua" teriak Alex berjalan sempoyongan masuk kedalam apartemennya.


"untung Lo temen gue kalo kagak mungkin Udah gue tinggalin Lo di club" ucap Naufal kesal dan berjalan menuju dapur mengambil air putih karena ia sudah sangat haus.


PRANG...


PRANG...


PRANG...


Alex melemparkan semua barang yang ada di apartemennya.


"ARGHHH....!! gue benci kalian, gue benci semua, gue benci" teriak Alex membanting semua yang ada disekitarnya.


"Lex lu apa-apaan si vas mahal gini Lo banting" geram Naufal.


"anyim lo" umpat Dion.


"bantuin gue angkat ni anak ke kamarnya" ketus Naufal.


"huft!! Lo bisa gak kagak usah teriak-teriak" kesal Dion dan berjalan membantu Naufal membopong Alex membawa ke kamarnya.


Dor...dor...dor


"lu ngapain sih kunci Alex didalam kamarnya" tanya Dion.


"bukain...azeng woy bazeng, BUKA!!" pekik Alex dari dalam kamarnya yang dikunci.


"Lo mending bantuin gue cari tali" ucap Naufal.


"untuk apa?" tanya Dion.


"untuk ngikat Lo"


"ngapain gue diikat?"


"tau ah, cepet bantuin gue cari"


"un...."

__ADS_1


"gusah banyak tanya" kesal Naufal dan Dion pun membantunya mencari tali.


"nah ini ketemu" ucap dion mengangkat tali tersebut.


"sini!! nanti kita masuk dan Lo tahan tubuh Alex" ucap Naufal dan berjalan masuk kekamar Alex.


Dion pun mengikuti apa yang diucapkan oleh Naufal tanpa bantahan.


lalu Naufal dengan secepat kilat langsung mengkitat Alex diatas ranjangnya.


"wah...lu mau apaiin tuh si alex" ucap Dion curiga.


"jangan-jangan lu gay y"sambung Dion


"gue bukan gay!!dan akhirnya selesai juga" ucap naufal.


"heh bodo!! anak orang ngapain lu ikat begitu ogeb?" tanya Dion memandang Alex prihatin.


"gue ikat biar kita bisa tidur aman dan nyaman" jawab Naufal.


"ih...gue ogah yha tidur sama Lo, ntar kalo lu nyaman sama gue kan gaswat" jawab Dion.


PLAK......


"idih siapa juga yang mau tidur sama makhluk kek lu" jawab Naufal memukul Dion pelan.


"lagian nih ya gue masih normal,masih banyak cewek di luaran sana yang ngantri jadi pacar gue"ucap Naufal.


"lepasin...lepasin gue bazeng" teriak Alex berusaha melepaskan diri dari lilitan tali.


"fal kalo masih gini juga sama aja kita gak akan bisa tenang tidur" ujar Dion.


"ya juga ya"


"yudah mending lu cek kotak obat ada gak disana obat tidur" jawab Naufal


"sabar diriku,aku tetap mengasihani mu" ucap Dion pada dirinya sendiri dan berjalan mencari keberadaan kotak obat.


"nih fal" ucap Dion dan menyodorkan obat tidur pada Naufal.


"lah air nya mana" tanya Naufal.


"tinggal lu paksa aja minum tanpa air emang gak bisa" tanya Naufal kesal.


"Yaindeh kasihan gue sama Lo"


"malas gue disini mending gue bobok manis" ucap Dion dan berjalan keluar dari kamar alex.


"lepasin gue..." pekik Alex dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"ish...susah banget sih disuruh minum aja" gerutu Naufal dan langsung memasukan obat tersebut secara paksa.


"huft!! capek juga nih badan" ucap Naufal meregangkan otot-otot nya berjalan keluar meningalkan Alex yang sedang meracau tidak jelas.

__ADS_1


________


bersambung👀✌️


__ADS_2