LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

"hai...hai,Vivi kambek" pekik Silvia saat memasuki rumahnya.


"Vivi kamu ini bikin kag-!!!...eh yaampun via kamu kenapa?" tanya mama Silvia khawatir.


"owh...hehe.. tadi aku jatuh mah disekolah trus kena lumpur" bohong Silvia.


"terus motor kamu mana?" tanya mama Silvia lagi.


"aku bareng Stania mah"


"yaudah kamu ganti baju dulu dan jangan lupa luka nya diobatin" ujar mama Silvia.


"siap ratuku" ucap Silvia memberi hormat dan berjalan menuju kamarnya.


saat sampai di kamarnya Silvia langsung merebahkan tubuhnya diatas queen size dan mengambil hpnya membuka room chat.


 


("-_ G R U P___C E C A N_-")


 


Tantan" : guys kita jadi main gak?


@ Clarisa,@silvia.


Clarisa" : aku sih yes aja... @silvia lo


gimana dan dimana.


Silvia" : gw di rumah dan oke gue


setuju, jadinya kita main dimana.


Tantan" : kehatimu👉❤️.hahahaha.😂


Clarisa" : garing😒, gimana kalo kita ke


cafe XX disana ada tempat baru yang


bagus untuk foto-foto😅,lumayan lah


bisa bagus kalau diupload ke sosmed*.


Silvia" : ye lu mah mikirin selfie trus.


😑...tapi ok lah , gue siap-siap dulu.


Clarisa" : 👉😝


tantan" : ok ketemuan di cafe y gaes.


Silvia pun segera bangkit dari rebahan nya dan langsung siap-siap.


"eh yaampun gue lupa obatin lukanya lagi, mending gue ganti pakaian aja deh biar lukanya gak keliatan" gerutu Silvia.


Lalu setelah selesai Silviapun membuka pintu kamarnya dan keluar menuju bawah.



"ratu, princes main dulu ya" teriak Silvia dari arah tangga.


"mau kemana Vi?" tanya mama Silvia.


"Mau main mah sama tantan dan Sasa"


"yaudah, kamu naik apa perginya nya?"


"em..aku nanti perginya bareng supir aja ma"

__ADS_1


"lah pulangnya?"


"nanti aku telpon aja supirnya biar gak lama nunggu di sana"


"owh yudah hati-hati ya Vi,ingat jangan pulang larut malam"


"siap ratuku"


Silvia pun berjalan keluar dari rumahnya menemui sang supir.


"hai pak didik bisa anterin via gak pak"


"yaampun kagetin aja non,oiy mau diantar kemana non?" tanya supir Silvia.


"emmm...pak didik tau cafe XX kan pak"


"owh kalo itu saya tau non,mari biar saya antar"


"siap.."


silvia pun sudah sampai didepan cafe,ia dapat melihat kedua temannya sedang asik berfoto-foto.


"hallo epribadeh" ucap Silvia.


"eh..via ayo Vi sini ikut foto" sahut stania.


"kalian bisa tidak berhenti berfoto, mending kita makan dulu"


"kuy lah" ucap Clarisa dan Stania kompak.


bruk...


"kyak..Lo punya mata gak sih?" pekik Silvia mencoba untuk berdiri dibantu dua temannya.


"Lo lagi Lo lagi!! Lo ngikutin gue ya?" tanya Silvia curiga.


"Vi udah ayok pergi malu tau dilihatin banyak orang" ujar Clarisa.


"hooh..udahlah Vi ngalah sekali-sekali demi nyawa" ujar stania.


"dikamus gue gak ada kata mengalah,dan Lo kalo gue gak mau minggir gimana" ucap Silvia menatap Alex tajam.


"lo--" ucap Alex terputus.


"Alex Lo kok ninggalin kit-" ucap Naufal terputus saat datang.


"emm...naufal Lo bisa gak bawa..emmm..dia pergi" ucap Clarisa


"eh kalian ada disini juga toh.."


"hmm.. Vi ayo katanya mau makan" ucap stania menarik-narik tangan Silvia.


"ayo udah gak usah ditanyain lagi,gotong aja langsung" tambah Clarisa dan membawa Silvia kesalah satu meja yang kosong disana.


"lepasin!! lu kagak bisa apa gak narik-narik" ucap Silvia kesal dan mulai duduk.


"hehe..habisnya lu itu gak malu apa dilihatin banyak orang" ucap Clarisa


"hooh...udah lah kita mau pesan apa?" tambah Stania.


"menu-menu yang baru aja pesan semua" ucap Silvia santai.


"hah" kaget Clarisa dan Stania dengan mulut ternganga.


"yang bayar siapa vi,lagian kita gak mungkin habis kalo pesan semua menu baru" tanya Stania.


"emm...Vi Lo kan yang bayar?" tanya Clarisa.


"Y " jawab Silvia singkat.

__ADS_1


"ok fine...Naufal" pekik Clarisa diakhir kalimat.


"kalian manggil gue?" taya Naufal berjalan mendekat diikuti oleh Dion


"hooh, lu mau gabung bareng kita gak?" Tanya Clarisa.


"wah gue sih yes aja, tapi ini ada traktirannya ngak" ucap Dion dengan antusias.


"tenang masalah traktiran Silvia akan traktir kita semua" jawab stania.


"ya ngak Vi" tanya Stania menyenggol lengan Silvia.


"gu--" ucap Silvia terputus.


"udah gaes mending kalian langsung duduk aja dan pesan apa yang kalian mau, tapi ingat syaratnya wajib menu baru y" ujar Clarisa.


"wahh...ok lah,lagian gue juga belum tau semua rasa menu baru yang ada di cafe ini" ucap Dion dengan antusias.


"aish ini anak... Lex lu disana terus pengen jadi penjaga y lu?" tanya Naufal berjalan kearah Alex.


"minggir gue mau pulang" ujar Alex dinggin.


"ngak intinya lo harus ikut kita makan" ucap Naufal memegang lengan alex dan membawanya kemeja yang ditempati oleh Silvia,Clarisa,Stania dan Dion.


"lepas gue jalan sendiri" ucap Alex menyentak tanggan naufal dan berjalan menuju meja.


"via ingat tantangan Vi" bisik Clarisa tepat ditelinga Silvia.


"kenapa harus sekarang sih, malas gue berhadapan sama dia" ucap Silvia kesal.


"lebih cepat Lebih baik Vi" jawab Clarisa.


"kalian pada bicarain apa sih sampai bisik-bisik gitu?" tanya Dion.


"a...gak ada ko...hehe.." jawab Clarisa cengengesan.


saat Alex duduk dikursinya,Silvia pun merubah raut muka nya yang kesal menjadi senyum malas.


"em..Al gue minta maaf soal yang tadi" ucap Silvia dengan senyum terpaksa.


sedangkan orang yang dimaksud silvia hanya diam saja dan fokus pada hpnya, Silvia yang melihat itu mencoba menahan kekesalannya dan mengambil hp tersebut dari tangan Alex.


"gue ngomong sama lu al" ucap Silvia dengan nada lembut tapi sebenarnya ia muak dengan semuanya.


"hey udah Vi mending kita pesan makanan dulu" ucap Naufal.


"yodah kalian pesen apa aja" ucap Silvia dan memanggil waitres.


mereka pun memesan menu makanan mereka masing-masing yang pastinya menu baru.


"emm..al kamu mau pesan apa?" tanya Silvia.


alex meliriknya sekilas dan kembali fokus pada hpnya "samain"


"ok" waiters itupun mulai mencatat semua menu makanan yang mereka pesan.


"emm..al gue bisa bertanya gak?" tanya Silvia.


"hei via mending Lo tanya sama gue aja, daripada ngomong sama patung...hehe" ujar Naufal.


"aaa...gak jadi deh...hehe" ucap Silvia cengengesan.


setelah beberapa menit pesanan mereka pun datang,lalu mereka pun mulai memakan makanannya disertai dengan perbincangan ringan,berbeda dengan Alex yang memakan makanannya dengan tenang tanpa suara.


Silvia yang berada didepan Alex pun merasa sangat canggung dan kesal.


--------


bersambung👀✌️

__ADS_1


__ADS_2