LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

Setelah lama dirumah akhirnya alex dan silvia bisa kembali kesekolah.Kini silvia sudah memakai seragamnya lengkap dan rapi, tidak lupa ia pun memakai sepatunya, silvia melangkahkan kakinya keluar dari kamar menuju lantai bawah.


saat menuruni tangga Silvia mengernyit melihat Alex yang berada di dapur.


"lagi ngapain sih beruang kutub disana" gumam silvia berjalan mendekati alex yang berada didapur.


"lo ngapain duduk disini" tanya silvia menepuk pundak alex.


Alex yang awalnya terkejut kembali menetralkan raut wajahnya "siapin bekal"


"ayo" tambah alex menarik tanggan silvia menuju mobilnya.


Didalam mobil...


"tumben banget lo mau ngajak gue berangkat bareng" tanya silvia menatap alex yang sedang fokus menyetir.


"gak papa!! ini" ucap alex memberikan silvia kotak makan.


"apa ini tapi makasih ya, oiya cepatin sedikit laju mobilnya biar gak terlambat karna udah jan set7" ucap silvia membuka kotak makan yang dikasih alex.


"nasi goreng" tanya silvia binggung saat melihat isi dari kotak makan tersebut.



"makan" ucap alex membuat silvia binggung dan mengangukan kepalanya.


"Lex nasi gorengnya lucu banget berbentuk boneka jadi sayang kalo dimakan" ucap Silvia mengeluarkan hpnya.


"ntar gue foto dulu, makanan sebagus ini tidak boleh disia-siakan tanpa adanya foto" ucap Silvia memfoto nasi goreng tersebut lalu selesai difoto ia memakannya.


Baru sesuap nasi wajah silvia memerah akibat kepedasan.


"kyak...air...mana air...Huaaaa..." pekik silvia membuat alex menepikan mobilnya.


"lo kenapa" tanya alex mengusap keringat silvia dengan tisu.


"huaa...minum..mana...hua" pekik silvia histeris mengeluarkan semua isi tasnya.

__ADS_1


"ini" ucap alex menyodorkan botol minumnya.


Silvia pun menerima botol tersebut langsung meminum air yang diberikan alex hingga tandas "huft...huft...makasih"


"hmm!! Lo kenapa" tanya Alex lagi.


"heh beruang berbulu serigala, lo enak banget ya habis buat gue menderita karna makanan lo sekarang lo tanya lagi gue kenapa lagi" ucap silvia membuat keadaan didalam mobil menyeramkan seketika.


"hmm.. Gak usah dijawab" ujar alex membuat wajah silvia makin merah.


"maksud lo apa hah, Lo mau ngeracunin gue dengan makanan dan ucapan pedas lo" tanya silvia menaikan nada suaranya.


"gak usah teriak" ucap alex menghiraukan silvia yang emosinya sedang diuji.


"huft... Hari ini lo selamat karena gue lagi malas berdebat, tapi-" ucap silvia membuat alex menaikan sebelah alisnya.


"tapi" tanya alex binggung.


"tapi kenapa makanan ini sangat pedas,asin, dan juga banyak sekali minyaknya, kalo untuk tampilan luar ok lah cukup menarik lah rasanya Hua banget"


"lo pesan makanan ini dimana sih" tanya silvia mengamati makanan tersebut.


"heh lo ngapain ngelamun, lo kerasukan ya" ucap silvia melambaikan tangganya didepan wajah alex.


"hm...makanannya dari tetangga" bohong alex.


"haah!! Tapi ada acara apa sampai tetangga memberi makanan ini ke lo terus bukannya tadi Lo buat bekal " tanya silvia binggung.


"sampai" ucap alex gugup turun dari mobilnya.


"yaampun terlambat gue" pekik silvia memgambil semua buku dan alat tulis yang berserakan dan memasukannya kedalam tas.


Silvia melangkahkan kakinya dengan cepat dikoridor sekolah yang sangat sepi karena sekarang sudah jam 8 yang artinya kegiatan belajar mengajar sudah dimulai 1 jam yang lalu.


"selamat pagi, manteman" ucap silvia dengan santainya memasuki kelas dan menghiraukan guru yang sedang menerangkan.


"tunggu" ucap guru tersebut membuat silvia menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"kamu kenapa terlambat" tanya guru itu lagi.


"supir saya bermasalah bu" ucap silvia semua teman silvia sekelas binggung kecuali alex.


"apa hubungannya" tanya guru tersebut.


"owh tentu saja ada hubungannya bu, supir saya sengaja memperlambat mobilnya Bu dan yang membuat saya kesal seperti sekarang ini karena mobil saya tidak bisa bicara dan malah


Menurut pada supir saya yang membawa mobil seperti siput yang berjalan" jawab silvia menyindir Alex.


"yasudah kamu bisa duduk dan mana buku kamu" ucap guru tersebut.


"untuk apa Bu" tanya Silvia binggung.


"saya kemarin kan memberi kalian pr" ucap guru tersebut.


"owh tenang saja Bu saya sudah mengerjakan kok" jawab Silvia membuka tasnya mencari buku PR.


"kok gak ada" batin Silvia mengecek kembali satu-persatu bukunya.


"mana" tanya guru itu lagi.


"gak ada Bu!! tapi saya sudah mengerjakan kok Bu" ucap Silvia meyakinkan guru tersebut.


"gimana bisa gak ada" tanya guru tersebut.


"tadi malam saya sudah memasukan bukunya Bu tapi kenapa sekarang gak ada" ucap Silvia.


"saya tanya kamu malah balik tanya!! yasudah kamu sekarang keluar dan lari di lapangan, ingat jangan berhenti sebelum ada perintah dari saya" ucap guru tersebut.


"malas juga sebenarnya lari tapi lebih malas lagi harus diceramahi" batin Silvia berjalan keluar.


Silvia pun terus berlari di lapangan, baru 5 kali keliling lapangan keringat Silvia terus saja turun, bibirnya tiba-tiba pucat dan pandangannya tiba-tiba buram hingga....


Brukkk...


Silvia terjatuh di lapangan dan tidak sadarkan diri namun sebelum kesadarannya hilang Silvia samar-samar melihat seorang laki-laki menyelamatkan nya.

__ADS_1


------


Bersambung👀✌️


__ADS_2