
pagi harinya Silvia sudah berada di mansion Alex lebih tepatnya mansion berdua karena mereka sudah sah menjadi suami istrSilvia menatap dirinya melalui pantulan kaca, "gue kasih permintaan apa ya nanti" gumam Silvia.
tepat sekali Silvia belum menyelesaikan permintaannya hanya kurang 2 permintaan yang masih dipikirkan Silvia hingga saat ini.
Tok...tok..tok
"Via" Ucap seseorang mengetok pintu kamar Silvia.
"apa" tanya Silvia saat membuka pintu kamarnya.
"sekolah" ucap Alex dinggin dan pergi dari kamar silvia.
mulai hari ini kamar silvia dan alex terpisah karena Silvia takut Alex malah kebablasan kalau tidur bersama terus.
"hanya bilang itu saja, yaampun gue kira ada hal yang penting yang mau diucapkan" kesal silvia menutup pintu kamarnya dan mulai bersiap-siap ke sekolah.
---
Ting...Ting...
Alex memberhentikan acara makannya dan membaca isi pesan yang masuk di ponselnya.
NAUFAL"| : Lex lu jadi terima tantangan
Leo gak buat ikut balap motor malam ini.
ALEX"| : oke, jam brp?
"yuhuy beruang kutub" pekik Silvia berlarian menuju dapur.
"apa" tanya Alex cuek dan melanjutkan acara makannya.
"gak usah sok cuek deh, terus mereka semua siapa" tanya Silvia menatap pembantu yang sedang berlalu lalang.
"pembantu" jawab Alex singkat.
"datangnya sejak kapan kok gue gak tau" tanya Silvia.
"kemarin sore" jawab Alex beranjak dari duduknya dan meninggalkan Silvia yang sedang berfikir.
"selamat pagi nyonya ada bisa saya bantu" ucap kepala pelayan itu.
"ah tidak ada bi!! oiya nama bibi siapa" tanya Silvia memakan makanannya.
__ADS_1
"pangil saja saya bi linyan nyonya" jawab kepala pelayan tersebut.
"oh iya bi pangil saya Silvia aja ya" ucap Silvia membawa piringnya yang kotor ke dapur.
"sini nyonya biar saya saja yang beresin semua nya" ucap kepala pelayan tersebut mengambil alih piring yang berada ditangan Silvia.
"tidak usah bi saya bisa sendiri ko" ucap Silvia.
"tidak apa-apa nyonya!! nyonya kesekolah saja nanti takutnya terlambat" ucap kepala pelayan tersebut membuat Silvia mengangguk.
"yaudah saya duluan ya Bi" ucap Silvia menenteng tasnya berjalan keluar rumah.
---
galplan high school ...
"VIA" pekik seseorang dari arah belakang Silvia.
"apaan sih lu tan bikin jantungan gue aja" kesal Silvia.
"tunggu deh!! Lo kok gak pakai-pakaian cupu" ucap Stania memperhatikan penampilan Silvia dari atas sampai bawah.
"oiya gue lupa" ucap Silvia menepuk keningnya.
"apa itu" tanya Silvia bingung.
"udah ayok ikut gue" ucap Stania menarik lengan Silvia.
"ngapain ke toilet" tanya Silvia binggung.
"ganti pakaian Lo dengan ini!! gue tunggu didepan pintu" ucap Stania menyodorkan sebuah paper bag.
Silvia pun masuk kedalam toilet Menganti pakaiannya setelah selesai ia keluar dengan raut wajah bingung.
Stania menatap Silvia dari ujung kepala sampai kaki.
"tunggu deh Lo itu kurang lengkap tanpa adanya kaca mata ini" ucap Stania memakaikan Silvia kacamata bulat berwarna hitam.
"nah terus rambut Lo kenapa gak diikat, sini gue ikatan" ucap Stania mengikat rambut Silvia menjadi dua, Silvia hanya bisa pasrah.
"hahaha...nah kan Lo sekarang udah jadi nerd, jadi sikap Lo harus seperti cupu ya" ujar Stania.
__ADS_1
"aku gak mau jadi cupu kakak!!! hahaha jijik sendiri gue" ucap Silvia mendramatisir.
"oiya Clarisa dengan tampilan culunnya mana" tanya Silvia.
"hayo lagi cariin gue ya" pekik Clarisa tiba-tiba datang dari belakang Silvia.
"yaampun sa ini beneran Lo" tanya Silvia menatap Clarisa dari atas sampai bawah.
"iya cantik kan gue" ucap Clarisa membuat Stania dan Silvia mengangguk.
"udah yok kekelas" sambung Clarisa menarik kedua tangan Stania dan Silvia.
"oiya gaes sekarang tantangan Naufal!! kalian pilih siapa sebagai sasaran" tanya Silvia pada kedua temannya.
"entahlah gue juga bingung milih siapa Vi" jawab Stania.
"kalo Lo milih siapa sa" tanya Silvia pada Clarisa.
"gue sih siapa aja ok lah ya" jawab Clarisa.
"gaes gaes ternyata disekolah kita ada tambahan cupu lagi gaes..hahahah...yaampun kasian banget sih" ucap Briana tiba-tiba datang dengan ketiga temannya.
"minggir" ucap Silvia dinggin dan briana dengan tajam.
"eh what sok banget sih Lo suruh gue minggir" ucap Briana.
Silvia menatap Clarisa dan Stania secara bergantian, seakan mengerti dengan tatapan tersebut Clarisa dan stania menarik sudut ujung bibirnya membentuk senyuman tipis.
"maafkan kami kak, ini ada minuman baru aku beli dari kantin" ucap Silvia menduduk dan menyodorkan sebotol air minum.
"nah gitu donk, Lo itu pantasnya menunduk!! dan oke gue terima minumanya" ucap Briana.
"tunggu, eh maksudnya ini aku juga ada minuman kak untuk kakak" ucap Clarisa menyodorkan minumannya kepada teman Brianna.
"ini untuk Lo, gue kasihan sama Lo nanti kehausan" ucap Stania menyodorkan 2 air minumnya kepada teman Briana.
Briana dan temannya langsung membuka tutup botol minum tersebut dan...
"KYAK...." pekik Briana dan temannya bersamaan saat Silvia dkk tiba-tiba berlari dan dengan sengaja menyenggol pundak Briana dkk.
-----
__ADS_1
bersambung👀✌️