
"Via" pekik mama Silvia dari arah dapur.
"Ada apa sih mah" tanya Silvia.
"Vi, kamu udah bisa masak kan?" tanya mama Silvia lagi.
"Udah...tapi...tunggu kenapa mama nanya hal itu" ucap Silvia.
"Nanti malam bakal kedatangan tamu spesial, jadi kamu bantu mama masak ya" jawab mama Silvia.
"Owh!! Kalo tamunya spesial makanan nya juga harus spesial mah, gimana kalo mereka gak suka masakan ku" tanya silvia mencari alasan.
"Udah kamu bantuin mama aja dulu, sekalian belajar jadi calon mantu idaman" jawab mama Silvia.
"Hmm...mama mau masak apa" tanya Silvia.
"Gimana kalo kita masak ayam asam manis,so--" ucap mama Silvia terputus.
"Tunggu mah, mamah kan tau aku selalu gagal buat ayam asam manis" ucap Silvia.
"Yaudah kamu bantuin masaknya biar mama yang bikinin bumbunya" jawab mama Silvia.
"Ok siap" ucap silvia mulai membantu mamanya.
Setelah beberapa jam didapur akhirnya semua makanan yang dibuat Silvia dan mamahnya sudah jadi.
"Kyak... Banyak banget mah makanannya apa bakal habis semua ini" tanya Silvia.
"Lebih baik lebih Vi dari pada kurang" jawab mama Silvia meletakan semua hidangan diatas meja diikuti Silvia.
"Mah tamu nya siapa dan datangnya kapan" tanya Silvia.
"Tamu itu teman ayahmu dan datangnya sekitar jam 7 Vi" jawab mama Silvia.
"Owh iya kamu jangan lupa siap-siap dandan yang cantik" tambah mamah Silvia.
"Loh perlu y mah" tanya Silvia.
"Ya perlu lah sayang udah sana kamu siap-siap" jawab mana Silvia.
--------
"Gue pakai baju yang mana ya" pikir Silvia melihat jejeran baju di lemarinya.
"Kalo baju ini kepanjangan"
"Apa lagi ini pendek sekali"
"Terlalu terbuka"
"Kyak semua ini pilihan siapa sih ko gak ada yang bagus"
"Yakali gue pakai baju tidur" ucap Silvia kesal.
klik....
"Via kenapa kamar mu berantakan sekali" pekik mama Silvia ketika memasuki kamar Silvia.
"Eh...mah aku binggung pakai baju yang mana, ntar aku salah pakai baju dibilang gak sopan lagi" jawab Silvia.
__ADS_1
"Udah kamu beresin kamar kamu biar mama yang pilihan kamu bajunya" ujar mama Silvia dan Silvia segera mengumpulkan semua bajunya lalu dimasukan ke kolong tempat tidur.
"Nih, kamu pakai in...eh Vi bajumu yang berantakan tadi kamu kemanain" tanya mama Silvia.
"Hehe...aku coba ya mah, sekarang mama keluar dulu biar aku siap-siap" ucap silvia mengambil baju tersebut dari tangan mamanya.
"Yaudah baju kamu yang berantakan tadi jangan lupa dilipat lagi" ucap mama Silvia berjalan keluar kamar.
"Baju sebanyak ini disuruh lipat,emang gue robot" ucap Silvia bersiap-siap dan memasukan bajunya yang dikolong tempat tidur ke dalam lemari. tanpa dilipat kembali'
"perasaan gue gak pernah lihat dress ini di lemari gue, tapi ribet banget sih cuma makan malam doank" gerutu Silvia.
Silvia pun mulai turun dari kamarnya menuju meja makan.
"Hallo semua" ucap Silvia berjalan menuju kursi yang kosong didepan seseorang.
Silvia pun segera melihat tamu ayahnya dan pandangannya langsung bertemu dengan seseorang.
"Lo" ucap Silvia menunjuk orang yang ada didepannya
"Eh...lo ko ada disini" tambah Silvia terkejut saat pandangan mereka bertemu.
"Via" ucap mama Silvia lembut.
"Eh...hehe maaf ya om,Tante,mah,pa" ucap Silvia langsung duduk.
"Mah kenapa dia ada disini" tanya silvia.
"Dia itu calon suami kamu Vi" jawab mama Silvia.
"Hehe ...yang bener aja mah dia itu si beruang kutub yakali aku nikah sama es" ucap silvia.
Ya orang itu adalah Alex dan calon suami Silvia.
"Udah-udah kita makan dulu nanti selesai makan kita bicarain masalah ini"
Dan kini acara makan sudah selesai, seluruh keluarga termaksud silvia dan Alex sedang kumpul diruang tengah.
"Vi sekarang kamu sudah tau kan calon suamimu, jadi untuk sekarang ayah akan memajukan tanggal pernikahan kalian" ucap ayah Silvia.
"Haah...ehm...yah aku ijin bicara berdua sama Alex bisa yah" ucap Silva.
"Yasudah gpp" ucap ayah Silvia.
Silvia pun memberi isyarat pada Alex untuk mengikutinya.
"Lex apa sebenarnya tujuan Lo setuju dengan perjodohan ini" tanya Silvia duduk disamping alex.
"Permintaan ibu" ucap Alex.
"Maksudnya, kalo jawab yang jelas napa" kesal Silvia.
"Permintaan terakhir ibu" ucap Alex lagi.
"Huft!! Emang Lo udah siap apa nikah muda" tanya Silvia.
"Hmm"
__ADS_1
"Lo udah pikirin kedepannya kan, apalagi Lo pasti tau resiko nikah muda" tanya silvia.
"Hm.."
"Huft gini amat hidupku!! Ok gue punya syarat untuk Lo" ucap silvia serius.
"Apa"
"Yang pertama semua orang gak boleh tau kalo kita bakal nikah dan saat kita sudah resmi bersuami istri, yang kedua gue gak mau melibatkan cinta diantara kita, dan yang ketiga Lo gak boleh nyentuh gue, gak usah sok dekat dan lakukan tugas kita masing-masing , sebagai suami dan istri saat sudah nikah...gimana Lo setuju gak" ucap Silvia.
"Hmmm"
"Gue serius kutub....jawabanya hanya iya atau gak" ucap sila lagi.
"Hmm gak janji" ucap Alex berjalan pergi dari taman belakang menuju ruang tamu.
"Ish!!! Intinya hmmm itu gue anggap iya" teriak Silvia mengikuti Alex menuju ruang tamu.
"Gimana via, kamu sudah selesai bicaranya nak" tanya ayah Silvia.
"Sudah Kok yah " jawab Silvia memberikan senyum
"Yasudah sekarang ada yang mau kamu tanyakan tidak Vi" tanya ayah Silvia.
"Emm....masih belom yah, tapi gak bisa di undur dulu pernikahannya sampai aku lulus yah" tanya Silvia memberi isyarat pada alex untuk membantunya.
Namun Alex tetaplah Alex, Alex lebih memilih diam dan berpura-pura tidak mengerti isyarat silvia.
"Semakin cepat semakin baik vi, dan pernikahan mu akan diadakan Minggu depan" ucap ayah Silvia.
"Yah tapi itu terlalu cepat aku aja baru tau calon nya" ucap mendengus kesal.
"Makanya ayah kasih kamu waktu untuk lebih dekat, 1 Minggu cukup kan" ucap ayah Silvia.
"Eh...yaudah deh terserah ayah aja" jawab silvia menyerah.
"Ya sudah kalo gitu kami duluan ya vir" ucap riko (ayah Alex) pada ayah Silvia (ranvir).
"Cepat sekali rik" tanya ayah Silvia.
"Besok kan alex sekolah, jadi saya takut dia terlambat karena bangun kesiangan" jawab Riko.
"Yasudah hati-hati" ucap ranvir.
"Nak Silvia kami duluan ya, dan untuk sikap Alex maklum lah nanti juga akan ada saatnya berubah" ucap Riko.
"Eh...iya om" jawab Silvia.
"Panggil papa aja nak, kayak orang asing aja pangil om" ucap riko.
"Eh iya pah" jawab Silvia.
Lalu mobil keluarga Alex pun langsung melesat pergi meningalkan rumah silvia.
"Gimana benerkan Vi ucapan mama, calon mu itu ganteng" ucap mama Silvia.
"Iya ganteng mah tapi sayang dia itu beruang kutub" jawab Silvia menaiki tangga menuju kamarnya.
-----
__ADS_1
Bersambung👀✌️