
Kelvin mengendari mobil sportnya dengan kecepatan sedang dikarenakan masih pagi.
Ia menoleh kearah sampingnya dan melihat Silvia yang hanya fokus pada handphone nya, sebuah ide jahil tiba-tiba muncul dipikiran kelvin.
*Cittt....(Suara decitan mobil)
Bruk*...
Silvia memegangi keningnya yang membentur Dashboard.
"Ish!!! Bangkel" pekik Silvia mengusap-usap keningnya.
"Hahahaha sakit gak dek" tanya Kelvin disela-sela tawanya.
"Sakit lah ogeb" ucap Silvia memukul lengan abangnya.
"Sekarang Lo turun" teriak Silvia.
"Lah ngapain gue harus turun" tanya Kelvin meredakan tawanya.
"Tukar posisi!! Sekarang gue yang nyetir" jawab Silvia turun dari mobil Kelvin.
"Eh dek udah lu sekarang duduk aja, janji deh gak bakal buat lo kesal lagi" ucap Kelvin.
"Gak Lo sekarang duduk di bangku penumpang" jawab Silvia menarik lengan Kelvin.
"Awas aj sampai mobil kesayangan gue Lo rusakin vi" ucap kelvin pasrah.
"Kyak....via pelanin...via" pekik Kelvin saat Silvia menambah kecepatan mobilnya tak lupa ia memegang erat seat belt.
"Apa !!! Kurang cepat...oke" teriak Silvia menambah kecepatan mobil Kelvin.
"Via...yaampun gue gak mau mati duluan via, apa lagi gue masih muda Vi kasihan Adel yang belum jadi istri gue" pekik Kelvin menatap Silvia horor.
*Citttt....
Bruk*...
Kini giliran kening Kelvin yang membentur Dashboard karena Silvia berhenti tiba-tiba.
"Dasar adek laknat Lo" pekik Kelvin mengeluarkan hpnya dan menatap keningnya memerah.
"Makasih bang tumpangannya" ujar Silvia tertawa dan keluar dari mobil Kelvin karena kini ia telah sampai disekolahnya.
-------
Suasana kelas yang awalnya berisik menjadi hening ketika wali kelas XII IPA 1 memasuki kelas.
"Selamat pagi anak-anak" ujar wali kelas XII IPA 1 yang tak lain ibu ririn
"Selamat pagi bu" ucap seluruh kelas kompak.
"Fal kenapa Silvia and the geng nya bisa datang bareng wali kelas kita" bisik Dion pada Naufal.
"Mana gue tau tanya aja sendiri" jawab Naufal.
"Baik semua mohon perhatiannya, mulai sekarang kelas XII Ipa 7 akan direnovasi menjadi ruang musik jadi sekarang hanya ada IPA 1 sampai IPA 6 dan mereka yang dari IPA 7 orangnya akan kami acak kekelas lain"
"Jadi yang berada disamping ibu sekarang ini akan berada dikelas ini belajar bersama kalian sampai lulus" tambah ibu ririn.
"Yeay ayang beb akan satu kelas sama kita lex" pekik Dion memecah keheningan dikelasnya.
__ADS_1
Krik...krik...
"Eh...hehe..maaf ya bu guru...maaf juga manteman" ucap Dion cengengesan.
"Yasudah sekarang kalian silahkan duduk di bangku yang kosong dan Alex kamu sebagai ketua kelas catat nama-nama murid yang disamping saya y dan berikan laporannya pada saya saat jam istirahat" ucap Bu ririn.
" Y Bu" jawab Alex singkat.
Silvia dan beberapa temanya yang lain pun berjalan menuju bangku belakang karena bangku yang kosong semua hanya berada dibelakang.
"Vi duduk sini aja Vi" ucap Clarisa memilih bangku yang jarang diperhatikan oleh guru.
"Oh ok" jawab Silvia menduduki kursi tersebut lebih tepatnya kursi bangku ke 5 dari depan.
Saat Clarisa akan duduk disamping Silvia tiba-tiba Stania langsung berlari dan duduk dikursi samping Silvia.
"Yaampun Stania Lo bikin kaget gue aja" kesal Clarisa.
"Hehe..ya mangap Clarisa yang cantik cetar membahana tapi boong" jawab Stania cengengesan.
"Udah Lo pergi sana itu bangku gue" ujar Clarisa.
"Gak mau sekarang giliran gue yang duduk sama silvia" ucap Stania.
"Haaaa Lo pasti ada maunyakan, jujur Lo" ucap clarisa.
"Demi nilai" jawab Stania acuh.
"Dasar ogeb!! dah tau gue Lo pasti ada mau nya" jawab Clarisa kesal.
"Dah sana duduk, guru dah datang tuh" jawab Stania menunjuk guru yang berjalan menuju kelas mereka.
Clarisa pun melihat jejeran kursi dikelas barunya yang sudah terisi semua.
"Pust..sa...sa" pangil Dion dengan nada pelan.
"Apa" tanya Clarisa binggung.
"Sini aj duduk bareng gue masih kosong ko" jawab Dion menunjuk bangku sebelahnya.
"Idih ogah gue duduk sama manusia lebay kek Lo" jawab Clarisa.
"Udah duduk aja sa disamping dion dari pada Lo gak dapat tempat duduk" jawab Silvia memberi saran.
"Ok kalo Lo gak mau mending berdiri aja disitu sampai tua" Ucap Dion.
"Lah yang bilang gak mau siapa" ucap Clarisa berlari menuju bangku disamping dion.
"Jangan nyaman ya sa disamping gue nanti gue gak tanggung jawab Lo" ucap dion mengoda clarisa.
"Amit-amit!!! Lagian ya kalo bukan karena bangku yang udah penuh mana mau gue duduk sama Lo" jawab Clarisa.
"Oh hati Abang Dion juga kosong kok, Sasa mau gak berada hati Abang" ucap Dion mode alay.
"Alay banget sih lu jadi laki-la-" ucap Clarisa terputus saat guru memasuki kelas.
"Selamat pagi semua" ucap guru yang mengajar kimia saat memasuki kelas.
"Pagi Bu" jawab murid kompak.
"Oiy saya dengar disini ada pindahan dari kelas XII IPA 7 ya" tanya Bu guru.
__ADS_1
"Iya Bu" jawab mereka kompak.
"Kalian semua sudah kenal kan" tanya Bu guru.
"Belum"
"Sudah"
"Ok sekarang coba yang baru pindah kelas perkenalkan diri kalian satu-persatu" ujar Bu guru.
"Hallo semua perkenalkan nama saya Silvia Pricilla kalian bisa memanggil saya silvia"
"Wah nama yang bagus cocok sama orangnya"
"Cantik amat bidadariku, udah natural glowing lagi"
"Wah gue baru tau ada yang secantik dia disekolah ini"
"Hati-hati bos ku dia anak pemilik sekolah ini "
Begitulah pekikan murid dikelas baru Silvia namun Silvia hanya acuh dengan semua itu.
"Hallo perkenalkan nama saya Clarisa meylina"
"nama saya Rendy demoran"
"Hallo semua nama saya stania Kimberly orang yang paling cantik dikelas ini" ucap Stania dengan PD nya mengibaskan rambut.
Huuuuuuu.....
Sorak seluruh murid kecuali Silvia dkk dan Alex dkk.
"Sudah,sudah" ucap guru kimia tersebut mencoba menenangkan kondisi kelas yang riuh.
Dan acara perkenalan pun terus berlanjut hingga selesai KBM dimulai.
-----
"Ini Vi minuman yang Lo pesan" ucap Clarisa memberikan minuman tersebut.
"Makasih sa" jawab silvia melanjutkan jalannya dikoridor.
"Lo pulang naik apa Vi" tanya Clarisa.
"Naik bis lah sa masa naik pesawat" jawab Silvia.
"Via sasa...woyy..kal-" pekikan Stania terputus karena mulutnya langsung dibekap oleh Clarisa.
"Emmm" Stania memukul tanggan Clarisa yang membekap mulutnya.
"Hosh..hosh lu ngapain bekap mu...lut...gue..trus..kenapa ..tinggalin gue" tanya Stania berturut turut.
"Ya habisnya Lo berisik amat sih" jawab Clarisa.
"Oiya Lo nggak mau bareng gue Vi naik motor" tambah Clarisa.
"Ok dah boleh juga sekalian irit uang" jawab Silvia.
"Yodah ayok" ucap Clarisa menarik lengan silvia menuju motornya.
"Ditinggal lagi" gerutu Stania berjalan menaiki mobilnya meninggalkan sekolahannya.
__ADS_1
----
Bersambung👀✌️