LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

Silvia terbangun saat merasakan seseorang mengelus kepalanya.


"Siapa lo" tanya Silvia mencoba mencoba memulihkan nyawanya.


"Daren" gumam Silvia saat kesadarannya sudah kembali.


"iYa!! Kamu kenapa bisa sampai pingsan di lapangan" tanya Daren menatap manik Silvia.


"Bukan urusan Lo" ucap Silvia mendudukkan dirinya.


"Iya bukan urusan gue, tapi gue tanya kenapa lo bisa sampai pingsan" tanya Daren lagi mencoba membantu Silvia namun Silvia dengan sigap langsung menyentakan tanggannya.


"Gak usah pegang-pegang gue bisa sendiri" ucap Silvia dinggin.


"Yaudah Lo mending tiduran aja dulu biar gue beliin nasi buat Lo" ucap Daren melangkahkan kakinya keluar uks.


Namun saat Daren berjalan  menuju kantin, ditengah jalan ia berpapasan dengan 2 sahabat Silvia yang tidak lain adalah clarisa dan Stania.


"Daren, Lo ngapain ada disini" tanya Clarisa.


"Demi misi gue yang belum selesai" jawab Daren tersenyum misterius dan melanjutkan langkahnya.


"Sa apa ini ada hubungannya dengan silvia" tanya Stania menatap Clarisa.


"Bagus!!" Gumam Clarisa yang masih dapat didengar oleh Stania.


"Bagus, maksudnya apa sa" tanya Stania binggung.


"Eh..bagus ya..emm...anu...eh silvia mana" tanya Clarisa gugup dan mencoba untuk menenangkan dirinya.


"Silvia!! Oiya, Silvia mana kok gak keliatan" sahut stania.


"Yaudah yuk kita cari" ucap Clarisa.


"Iya...iya sabar" jawab Stania.


Clarisa dan Stania pun berjalan menyusuri seluruh penjuru yang ada disekolah.

__ADS_1


"Eh Tantan lihat deh itu bukannya-" ucap Clarisa terputus dengan jawaban Stania.


"Iya itukan Silvia" jawab Stania.


"Yaudah yok samperin" ucap Clarisa menarik lengan Stania.


~


"Hayo Lo ngapain disini" sentak Stania membuat Silvia terkejut.


"Kalian ini bisa gak sih kalo masuk ucapin salam dulu bukannya malah kagetin orang" ucap Silvia kesal.


"ok" jawab Stania.


"Vi muka Lo kenapa pucat, Lo sakit" tanya Clarisa memegang dahi Silvia.


"Mungkin karena gak makan pagi" jawab Silvia mengidikan kedua bahunya.


"Owh!! Vi Lo tau gak kita tadi ketemu siapa pas dikantin" tanya Stania yang dibalas gelengan oleh silvia.


"Kita tadi ketemu Daren Vi, terus gue binggung nya kenapa dia bisa ada disekolah ini" ucap stania.


"Inikan sekolah tan mungkin dia mau sekolah lagi kali" jawab Silvia acuh dan berjalan keluar uks.


"Lo gak takut Vi sama kendatanganya" Tanya Clarisa.


"Gue gak bisa jawab Kalo membahas soal itu, yang pastinya kalo dia berani ganggu hidup gue lagi gue gak akan tinggal diam" jawab silvia meninggalkan Clarisa dan Stania dibelakang.


"Kita harus bantu Silvia menjauh dari orang seperti Daren itu sa" ucap Stania menatap Clarisa serius.


"Liat kedepannya aja, gue gak mau ambil resiko dan mencari masalah" ucap Clarisa meningalkan stania dibelakangnya.


"Eh tunggu" pekik Stania mengejar Clarisa.


------


"Via kok muka Lo pucat" tanya Naufal saat melihat Silvia memasuki kelas.

__ADS_1


"Paling karena gak sarapan trus disuruh lari" jawab Silvia mendudukkan dirinya dikursinya.


"La trus kenapa kau gak di uks aja" tanya Dion.


"Sepi,malas,bosan" jawab Silvia menelungkupkan kepalanya dengan kedua tanggan yang dijadikan tumpuan.


" Lo mau pulang gak biar gue anterin" tanya Naufal.


"Cie...ekhm..ekhm.. Perhatian banget sih bang naufal" Goda dion menyenggol bahu Naufal.


"Ga-" ucap Silvia disela langsung oleh Alex yang tiba-tiba datang.


"Pulang" ucap Alex merapikan semua buku Silvia yang berada diatas meja.


"Eh....Lo mau apain barang gue" tanya Silvia binggung.


"Pulang" ucap Alex menarik lengan Silvia namun tangan Silvia langsung ditahan oleh lengan Naufal.


"Udah biar gue aja Lex" ucap Naufal berusaha mengambil tas Silvia yang berada ditangan Alex namun dengan cepat alex menyentakan tangganya.


"Gak usah sok peduli, Lo bukan siapa-siapanya" ujar Alex dingin dan langsung mengendong Silvia ala bridal style.


Beberapa murid yang melihat Alex mengendong silvia langsung mengabadikan momen tersebut, karena menurut mereka Alex sangat jarang sekali mengendong wanita jangankan mengendong disentuh sedikit saja tidak bisa.


"Lex turunin gue, malu tau" ucap Silvia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alex.


"Tunggu sampai diparkiran" jawab Alex terus berjalan menghiraukan pekikan para siswa dan siswi.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat momen tersebut, dengan perasaan kesal,marah semuanya menjadi satu.


"Lakukan lah apa yang membuatmu bahagia Alexander Christian morgan tapi kita tunggu saja tanggal permainannya" ucap orang tersebut dengan senyum meremehkan lalu segera pergi dari tempat persembunyiannya.


"Aku tau itu pasti kau, tapi aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan kehidupan orang yang tidak bersalah lagi, dan aku akan melakukan apapun supaya kau bisa berubah" ucap seseorang lagi dari balik dinding dan langsung pergi.


------


Bersambung👀✌️

__ADS_1


__ADS_2