
Alex dkk yang sedang berjalan dikoridor pun melihat kejadian didepannya, dimana Silvia dan Clarisa yang sedang berpakaian culun dengan sengaja menyenggol pundak Briana dkk.
"Wih baru pertamakali gue lihat culun seberani kalian ini" ucap Dion bertepuk tanggan.
"iya kakak kami berani hanya inggin membela diri saja" ucap Clarisa berpura-pura menunduk.
"gak usah drama dia itu Silvia sama Clarisa" ucap Naufal membuat Silvia dan Clarisa mendongakan kepalanya.
"eh kalian rupanya, tapi kenapa kalian pakai-pakaian culun" tanya Dion.
"Lo gak ingat ya kan ini tantangan Stania, sekarang gue sama Clarisa udah selesaikan 2 tantangan yaitu tantangan Stania dan Naufal! sekarang giliran Lo" ucap Silvia tersenyum miring.
"eh tantangan gue apa" tanya Dion berpura-pura mengingat-ingat.
"gak usah pura-pura lupa, kan Lo harus lakuin tantangan dari si Naufal" ucap Clarisa menonyor kepala dion.
"gak sopan Lo, ntar gue lihat dulu siapa yang pantas gue siramin air" ucap Dion menatap seluruh penjuru koridor.
"udah si vino aja, itu orang nya lagi duduk disana" ucap Clarisa menunjuk seseorang yang sedang duduk disalah satu bangku.
"hah malas ah nanti bisa babak belur gue" ucap Dion masih fokus mencari sasaran.
"nah si Artika aja, dia orangnya gak gampang emosional kayak Lo" ucap Naufal.
Naufal pun mengambil botol air minumnya dan berjalan menuju tempat Artika(teman sekelas Dion) yang sedang berbincang dengan seseorang, saat Naufal dengan sengaja menumpahkan botol air tiba-tiba Artika berjalan pergi dan datanglah seorang guru,Hinga akhirnya guru tersebutlah yang Dion siram.
"DION" pekik guru tersebut membuat suasana seketika menyeramkan.
"ampun pak saya sengaja"
"eh maksudnya saya tidak sengaja pak"
tambah Dion berjalan mundur dan meminta bantuan teman-temannya.
__ADS_1
karena teman-teman Dion baik hati mereka hanya bisa menonton tanpa ada niatan membantu!! karena guru yang Dion siram oleh air adalah guru killer.
"sekarang kamu ikut keruangan saya" ucap guru tersebut menjewer telinga dion dan membawanya pergi ke ruangannya.
"Hahahaha"
dan disinilah semua siswa dan siswi pada tertawa dengan keras, bagaimana tidak mereka semua jelas-jelas tau bahwa Artika sengaja menghindari ditambah lagi dengan ekspresi Dion yang sangat menyedihkan.
"udah woi gak ada rasa kasihan banget kalian sesama manusia, teman lagi butuh bantuan malah diketawain bukannya dibantuin" ucap Silvia beranjak pergi.
"hey kalian kenapa pada tertawa" tanya Stania tiba-tiba datang.
"Lo habis dari mana kok menghilang dalam sekejap, jangan jangan cenayang ya Lo" ucap Clarisa.
"enak aja, gue tadi habis dari toilet!! oiya kalian kenapa pada ketawa" tanya Stania lagi.
"gak papa" jawab Silvia dan Clarisa kompak.
"oiya Vi tantangan Lo kurang 2, jadi Lo mau kasih tantangan apa" tanya Stania.
"udah bisa ditunda dulu kok,berguna Lo permintaan Lo di masa depan" ucap Naufal yang datang dari belakang Silvia.
"iya udah deh kalo bisa ditunda" ucap Silvia.
"eh si culun kok bisa akrab banget ya sama most wanted disekolah ini" ucap salah satu siswi yang berlalu lalang.
"iya bener tuh!! berani banget lagi dengan sengaja menyenggol pundak Briana" jawab murid tersebut menatap remeh Silvia Clarisa.
telinga Silvia yang sudah panas mendengar bisikan mereka pun langsung mendatanginya.
"hallo kakak" sapa Silvia tersenyum manis.
__ADS_1
"idih sok imur Lo culun" ucap seorang Siwa yang berada didepannya.
"aku emang imut kakak" ucap Silvia membenarkan letak kacamatanya.
"udah Lo itu culun gak pantas jadi ratu!! minggir" ucap siswi tersebut mendorong Bahu Silvia.
"Via" pekik Stania membantu Stania berdiri.
"heh Lo kalo berani jangan teman kita, sini sama gue" ucap Clarisa menjambak rambut siswi tersebut.
"sa udah sa inget ini disekolah" ucap Silvia membuat clarisa berhenti menjambak rambut siswi tersebut.
"berani lu hah sama gue" ucap siswi ersebut menatap Clarisa tajam.
"iya ngapain gue takut sama orang kayak Lo", ucap Clarisa.
Clarisa yang akan menjambak rambut siswi tersebut tiba-tiba di cegah langsung oleh Silvia.
"sa ikut gue" ucap Silvia menarik lengan Clarisa.
Taman sekolah...
"sa Lo bisa gak sih gak buat onar disekolah", ucap Silvia.
"tapi dia udah buat Lo jatuh via, orang kayak dia itu sama aja kayak Briana yang tidak bisa dikasih ampun", ucap Clarisa.
"dia kan gak tau kalau Lo itu Clarisa, lagian kalo Lo terus Jambak rambut dia kayak tadi andaikata dia kenapa-kenapa bisa panjang urusannya nanti", ucap Silvia.
"lagian jangan perburuk nama sekolah bokap gue dengan kasus pembullyan Lo" ucap Silvia.
"iya juga ya" jawab Clarisa dengan polosnya.
"yaudah yok kekelas" ucap Silvia.
__ADS_1
---
bersambung✌️👀