
kini Silvia dkk sedang berada dikelasnya, keadaan dikelasnya sangat hening karena proses belajar mengajar sudah dimulai.
"pstt...Vi cepat ambil bukunya" bisik Stania.
"okok" jawab Silvia, ia langsung menjulurkan tangganya mencari keberadaan buku tersebut didalam tas Alex yang terbuka.
"dapat" ucap Silvia pelan menatap Stania.
ia mulai menarik buku tersebut pelan-pelan namun gagal karena Alex secara tiba-tiba menyenderkan tubuhnya pada senderan kursi, sehingga tangan Silvia yang masih berusaha menarik buku tersebut tiba-tiba tertahan.
"tangan gue" ringgis Silvia.
"sini gue bantu" ucap Stania langsung menarik tanggan Silvia tiba-tiba.
"KYAK!!! Lo gak bisa pikir cara lain apa" pekik Silvia.
semua teman-teman Silvia pun langsung menatap Silvia dengan tatapan penuh pertanyaan.
"via, Stania apa yang kalian lakukan" tanya guru tersebut berjalan menuju bangku Silvia.
"anu...em tadi...tadi itu...nah iya tadi itu saya lihat kecoak disana Bu" ucap Silvia menunjuk bangku guru.
"Aaaaa" pekik semua teman Silvia histeris.
Silvia yang melihat teman-temannya pada berhamburan langsung memanfaatkan hal tersebut, dengan cepat Silvia langsung mengambil buku tersebut dari dalam tas alex dan memasukannya kedalam laci mejanya.
Stania dan Clarisa yang melihat hal tersebut hanya bisa tertawa, bagaimana tidak Silvia mengikuti teman-temannya berteriak sedangkan tangannya mengambil buku yang berada di dalam tas Alex.
"SUDAH STOP" pekik guru tersebut langsung mengembalikan suasana yang hening.
"Clarisa,Stania kenapa kalian tertawa" tanya guru tersebut.
"kita ketawa karena melihat ekspresi teman kita yang ketakutan Bu" sahut Clarisa.
__ADS_1
"Sudah sekarang kembali kembali ke tempatnya masing-masing" ucap guru tersebut langsung berjalan menuju mejanya.
"wah hebat bener Lo Vi manfaatin keadaan" ucap Stania yang sudah duduk disamping Silvia.
"iya donk gue gitu Lo" jawab Silvia dengan pd nya.
"yaudah yuk, mana bukunya biar nama Lo gue hapus" ucap Stania.
"nanti istirahat aja dihapusnya" ucap Silvia mulai fokus pada guru yang sedang menerangkan didepan.
"sa pinjam penghapus donk" ucap stania membalikan badannya.
"yaampun Tantan Lo gak niat sekolah ya sampai penghapus aja masih minjam" ucap Clarisa dengan kesal memberikan Stania penghapus yang ada di mejanya.
"gue lagi dalam mode hemat!! makasih ya" ucap Stania.
proses belajar mengajarpun terus berlangsung sampai akhirnya jam istirahat berbunyi.
"YEAY" pekik seluruh murid langsung keluar kelas untuk mengisi perutnya.
"betul tuh, lagian masa setiap terlambat ditulis" tambah Stania.
"tenang saja!! hari ini nama kalian tidak akan ada lagi di catatan bk " ucap Silvia mulai mengambil buku tersebut dari dalam laci dan membukanya.
Kosong....?
"kok isinya kosong sih" tanya Stania binggung.
"ini yang kalian cari" ucap Alex mengangkat tinggi buku yang berisi nama siswa yang bolos dan terlambat.
"hah kok bisa ada Lo" tanya Silvia binggung.
"iya Vi sebenarnya Alex udah kasih tau kita kalau lo sama kawan-kawan Lo masuk catatan murid terlambat" ucap Naufal yang berada dibelakang alex.
"nah terus kita buat rencana gitu buat amanin bukunya, karena kita tau Lo dan kawan lo pasti bakal berusaha segala cara untuk hapus nama kalian" tambah Dion menunjuk buku yang ada di tanggan Alex.
__ADS_1
"ke BK" ucap Alex mulai berjalan keluar kelas.
"gawat ini Vi gue bakal kena hukuman lagi" pekik Stania mendudukan dirinya dikursi.
"yaudah yuk kita coba bernegosiasi dulu mana tau Alex berubah pikiran" ucap Clarisa menarik tanggan Silvia dan Stania.
"Dion, Naufal, Alex" pekik Silvia dkk mengejar Alex dkk.
"ada apa" tanya Naufal binggung.
"gue tau kalian baik tapi setidaknya jangan tulis nama kita donk!! kita janji deh gak bakal terlambat lagi" ucap Silvia dengan wajah memelas.
"yang nulis bukan gue tapi Alex jadinya bilang ke Alex aja ok" jawab Naufal.
"hilih kalian aja sering bolos tapi gak pernah kalian tulis sendiri nama kalian" ucap Stania yang berada dibelakang Silvia.
"siapa sih yang mau menjerumuskan dirinya dalam hukuman" sahut Dion.
"iyain deh!! yaudah bantu hapus nama kita yak sekalian ini adalah permintaan gue yang kurang 2" ucap Silvia penuh kemenangan.
Naufal dan Dion pun mulai saling menatap satu sama lain.
"pendapat Lo gimana Lex" tanya Naufal ragu.
"ok, gantinya bersihin seluruh sekolah" ucap Alex mulai berlalu pergi.
"WHAT" Pekik Stania,Silvia dan Clarisa kompak.
"Hua....apa salah gue pas bayi!! rumah gue aja jarang gue bersihin apalagi ini sekolah yang sebesar mall" teriak stania mendudukan dirinya dibangku yang berada didekatnya.
"kita bisa minta bantuan ke yang lain" bisik Silvia ditelinga stania.
"kita gue kok gak kepikiran yak" jawab Stania mulai tertawa kencang.
-----
__ADS_1
bersambung👀✌️