LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

"hei Vi tumben datang Lo pagi,biasanya juga siang" ucap Clarisa.


"Itu gak penting sa, gue ada berita yang paling penting" ujar Silvia bersemangat.


"Berita apa vi" ucap Stania tak kalah Semangat.


"Ngak seru ah kalo gue kasih tau sekarang,nanti deh gue bikin berita ini menjadi kejutan yang bakal buat kalian berdua terkejut" jawab Silvia terkikik.


"Ish!! Via, gue udah semangat sampai seserius ini Lo malah gak serius" ucap Stania kesal.


"Gak usah serius-serius, hidup itu hanya perlu kita jalani,syukuri,dan nikmati" ucap Silvia.


"AU ah gelap" ucap Clarisa menutup matanya dengan kedua tangannya.


Bruk...


"Kyak...heh Lo gajah bengkak gak bisa lihat orang jalan apa" teriak Clarisa.


"Kok salah gue!!! Ini tu salah Lo, kalo jalan mata dibuka bukan ditutup,sekarang ganti rugi minuman gue yang tumpah" ucap si tomo (teman sekelas silvia)


"Heh inget ya yang salah itu Lo bukan gue, dan satu lagi cewek selalu benar" ucap Clarisa langsung pergi ke bangkunya dengan kesal.


"Hahaha hahaha....sudah jatuh terkena amukan lagi" ujar Silvia mengencangkan suara tawanya.


"Via" ucap Clarisa geram.


"Tantan! Gaswat Tan" bisik Silvia.


"Mode selamatkan diri Vi" gumam stania yang hanya terdengar Silvia.


1


2


3


"Lari" pekik Silvia dan Stania kompak.


"Via, Tantan" pekik Clarisa membuat seluruh murid menutup telinganya.


"Vivi...Hosh...Hosh...Li..at...itu" ucap Stania ngos-ngosan menunjuk pemandangan didalam kantin.


Stania menunjuk seseorang yang sedang asik mengajak ngobrol alex namun Alex malah cuek bebek dan malah fokus pada makanannya.


"Eh!! itukan bukannya briana, tapi kok dia masih sekolah disini yak" gumam Silvia.


"Samperin yuk Tan" ajak Silvia.


"Heh kalian mau lari kemana lagi hah" ucap Clarisa menahan tanggan Silvia dan Stania.


"Sa lepasin tangan gue" ucap Silvia menatap Clarisa tajam setajam pisau.


"Eh...Lo kenapa Vi" tanya Clarisa langsung melepas tanggan Silvia.


"Lo liat itu deh sa" ucap Stania menunjuk arah kantin.

__ADS_1


"Hah...itukan Briana" ucap Clarisa terkejut.


"Makanya...yok bantuin Silvia basmi manusia tak ada akhlak itu" ucap Stania dan disetujui Clarisa.


------


"Yang...kamu kok diem sih dari tadi, jawab donk yang?" ucap Briana genit dan bergelayut manja di lengan alex.


"Lepasin"


"Ish..kamu kok gitu sih yang"


"Yang yang pala Lo peang!! Lagian siapa juga yang mau sama Lo ngaca woy, rumah Lo gak ada kaca apa" ucap naufal membuat briana diliputi amarah.


"Hallo briana" ucap Silvia tiba-tiba datang dengan kedua temannya yang berada dibelakang.


"Lo lagi, mau apa lo belum cukup buat bokap gue keluar dari sekolah ini hah" ucap Briana.


"Loh yang bikin kan Lo bukan gue" jawab Silvia duduk disebelah Alex.


" Wah hebat ya calon...em...calon apa ya...baru aja kemarin bicarain tentang...eh...lupa gue, tentang apa sih lex" ucap Silvia menyindiri Alex.


Alex hanya mengangkat kedua bahunya acuh.


"Ish!!! bri Lo ngapain masih disini...oh atau...Lo udah gak betah ya sekolah disini" ucap Silvia mengeluarkan hpnya.


"Lo bisa gak sih gak usah ngancem, awas aja Lo" ancam Briana langsung pergi dari sana.


"Wah udah berani ya dekat-dekat...ehmm" ucap Silvia menyindir Alex.


"Tunggu kalian bicarain apaan si-" tanya Dion.


Tet...tet...


Bel masuk berbunyi, hal itu membuat Silvia menjadi sangat senang karena telah diselamatkan dari berbagai macam pertanyaan yang pastinya akan ditanyakan oleh teman temannya.


"Wah...bel masuk udah gue duluan yha" ucap Silvia langsung beranjak pergi.


"vi Lo bicarain masalah apa sih ko si Alex sampai bilang gak ada perjanjian" tanya Clarisa.


"Bukan apa apa! Oiya hari ini yang ngajar guru apa" tanya Silvia mengalihkan pembicaraan.


"Kok dialihin sih vi pembicaraan nya, lagian yang ngajar guru matematika tenang aja" jawab stania santai


"Tenang Lo bilang Tan!! woi ini guru killer, mati kita kalo sampai telat masuk kelas" ucap Silvia berlari.


"Lo curiga gak sih Tan sama Silvia" tanya Clarisa.


"Hooh, kayak ada yang disembunyikan" jawab Stania.


" Udah lah yok ntar kita kena hukuman lagi" ajak Clarisa langsung berlari di ikuti Stania.


"Huft, untung gurunya belum datang" gumam Silvia memasuki kelasnya dengan santai.


"Eh tan ayo cepat guru nya mumpung lagi sibuk tuh" ucap Clarisa berjalan pelan pelan diikuti Stania.

__ADS_1


"Kyak selamat" ucap Stania mulai duduk di bangkunya.


"Selamat pagi anak-anak" ucap guru matematika.


"Selamat pagi Bu" ucap teman sekelas silvia kompak.


"Baiklah sekarang kalian kerjakan paket hal 187 sampai hal 295, dan dikumpulkan saat pelajaran ibu sudah selasai.


Inggin rasanya seluruh murid mengeluh namun percuma, sekali saja mereka mengeluh pasti soal akan ditambahkan.


"Gila sih masih pagi udah buat kepala gue pengen meledak aja" batin Silvia mulai mengerjakan soal matematika tersebut seserius mungkin.


"Vi no 1 Vi" ucap Stania pelan.


"Baru mau kerjain udah minta contekan" kesal Silvia menghiraukan Stania yang meminta contekan.


"Oi...Sasa no 1" bisik Stania karena ia berada didepan meja Clarisa dan Silvia.


Clarisa menunjukan bukunya yang masih bersih belum ada goresan tinta sama sekali.


"Bersih itu sebagian dari iman" jawab Clarisa pelan dan berpura-pura fokus.


"Ish..gu--" ucap Stania terputus.


"Dilarang menyontek atau menjiplak jawaban temannya, bagi yang ketahuan saya akan suruh kalian mengerjakan bab berikutnya" ucap guru matematika saat mendengar bisikan-bisikan kecil para murid.


"Iya Bu" jawab seluruh murid kompak dengan wajah ditekuk.


Dan kegiatan pembelajaran pun dimulai hingga..


kring...kring..


Dan inilah yang dinanti para siswa jam pulang sekolah.


"Yeay" pekik para siswa dan siswi langsung berdoa dan menyalimi tanggan guru pengajar lalu pulang dan entah ada yang tidak pulang melainkan main.


"Kalian semua jahat ish" ucap Stania mode ngambek.


"Loh Lo kenapa lagi Tantan" tanya Clarisa.


"Kalian kenapa pas pelajaran matematika gak ada yang kasih gue contekan" ucap Stania berkacak pinggang.


"Eh...Tan lo tau kan gurunya killer, gue sih ogah ya disuruh kerjain lagi, oiya gue duluan ya papay" ucap Silvia langsung berlari menyelamatkan diri.


"Lo mau bilang apa lagi" ucap Stania menatap Clarisa tajam.


"Heh Lo mau apa?marah...silahkan orang gue aja jawabnya asal kok" ucap Clarisa.


"Tapi kan Lo bisa bagi bagi jawaban Lo" ucap Stania.


"Nih ya bayangkan 10 soal gak gue kerjakan dan 5 soal gue jawab asal untuk 5 soal lagi gue contoh via" jawab Clarisa kesal.


"AU ah!! bodo" ucap Stania kesal dan pergi dari sana menuju parkiran.


-----

__ADS_1


Bersambung 👀✌️


__ADS_2