LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

hari ini adalah hari pernikahan antara Silvia dan alex, jujur Silvia sangat gugup.


"yaampun kamu kenapa Vi" tanya mama silvia mencoba menenangkan Silvia.


"mah gak bisa ditunda dulu apa pernikahannya sampai aku lulus" tanya Silvia.


"bisa aja Vi tapi kamu mau lihat ayah mu masuk rumah sakit lagi" jawab mamah Silvia.


"tapi kan ma-" ucap Silvia terputus.


"kamu ikut mama ya, kita ganti pakaian kamu dulu"


Silvia pun berjalan memasuki ruang ganti dan Menganti pakaiannya dengan gaun yang sudah disiapkan oleh mamahnya.


"cantik banget kamu Vi" ucap mama silvia melihat penampilan Silvia dari atas hingga bawah.


"iyalah Silvia kan anaknya mamah Salva" ucap silvia memperhatikan dirinya lewat pantulan cermin.


"ribet banget sih pakai baju ini doank mana berat lagi" gerutu Silvia.


"udah jangan ngomong-ngomong gak jelas gitu, ayok turun" ucap mama Silvia.


"mah aku belum siap" ucap Silvia dengan wajah sendunya.


"apanya yang belum siap, tampilan mu udah cantik gini Lo Vi" tanya mama Silvia.


"ish...bukan masalah itu mah, akunya yang belum siap nikah" geram Silvia.


"terus mamah harus gimana donk" tanya mama Silvia berpura-pura polos.


"mamah" kesal Silvia.


"senyum donk, udah yok turun gak baik bikin orang lain menunggu" ucap mama Silvia membawa Silvia keluar dari kamarnya.


acara pernikahan kini sudah mereka lakukan, akhirnya kini Alex dan Silvia tinggal mengikuti acara resepsi setengah jam lagi.


"mah aku ijin ke toilet dulu yha" pamit Silvia merasa canggung dengan sekitarnya karena tidak ada tamu yang Silvia kenal.

__ADS_1


"perlu mama temani" tanya mama Silvia.


"gak usah mah gak papa biar aku cari aja dimana letak toiletnya" jawab Silvia berjalan menyusuri gedung mencari letak toilet.


setelah lama mencari akhirnya Silvia menemukan toilet tersebut, Silvia pun langsung berjalan masuk namun saat langkah ke 3 tangganya tiba-tiba dicekal seseorang.


"Daren" ucap Silvia tersentak kaget.


"hallo Silvia lama tidak bertemu" ucap orang tersebut yang tak lain Daren.


"apa yang Lo lakuin disini hah" tanya Silvia menghiraukan pertanyaan Daren.


"ya nemuin kamu lah!! wah baru kutinggalin beberapa tahun udah bisa langsung nikah aja ya sama yang lain" ucap Daren tersenyum penuh arti.


"Lo...Lo tau dari mana kalo sekarang gue nikah" ucap Silvia memberanikan dirinya bertanya.


"hm kasih tau gak ya... tapi selamat ya atas pernikahan Lo, gimana perasaannya" tanya Daren sinis.


"bukan urusan Lo dan menyingkir lah dari hadapan gue" jawab silvia menahan amarahnya.


"apa katamu bukan urusanku tentu itu urusanku Silviaku" jawab Daren mengangkat dagu Silvia.


"Lo--" ucap Daren meringis sambil memegangi bagian inti.


Silvia pun langsung memanfaatkan hal tersebut untuk berlari sekencang-kencangnya.


"hari ini kau bisa lari Vi tapi tidak untuk hari-hari berikutnya karena gue Daren rawijaya sudah kembali" gumam Daren dengan seringai licik dan berjalan meninggalkan toilet.


-----


"Hosh...Hosh..ma..h..dar...dare-" ucapan Silvia terputus dengan pertanyaan sang ibu.


"yaampun via kamu kenapa keringetan gini" tanya mama Silvia membantu mengelap keringat Silvia dengan tisu.


"mah dar-"


"udah nanti aja kamu mau bicaranya sekarang kita mulai dulu acara resepsi nya yha" ujar mama Silvia membuat Silvia pasrah.

__ADS_1


acara resepsi pernikahan berlangsung hingga larut malam, hal tersebut membuat Silvia tidak nyaman dan ngantuk.


dan selama acara berlangsung silvia tidak tenang ditempatnya ia terus teringat-ingat kejadian yang di toilet tadi


"masih lama yha?" tanya Silvia pada Alex yang berada disampingnya.


Alex hanya mengangkat kedua bahunya dan melirik kearah jam yang ada ditangannya.


"para tamu udah mau pulang ya berarti acara nya udah mau selesai" batin Silvia senang.


Silvia pun memandang seluruh penjuru mencari seseorang yang membuat Silvia tidak fokus selama acara, dan pandangan Silvia langsung tertuju pada seseorang yang sedang duduk dengan wajah sinis nya.


"cari siapa" tanya Alex.


"eh..ekhm..bukan apa-apa kok" jawab Silvia menetralkan rasa gugupnya.


"Silvia Alex acaranya udah selesai, yuk pulang" ujar mama Silvia.


"eh..iya mah" jawab silvia.


"Alex tolong jaga Silvia baik-baik ya" ucap mama Silva yang dibalas anggukan oleh Alex.


"iya mah akan saya usahakan" jawab Alex.


"yaudah silvia sekarang kamu udah jadi istri Alex kamu harus nurut dan jalani tugasmu sebagai istri yha nak" nasihat mama Silvia.


"iya mah" jawab Silvia.


"Lex gue mau ngomong sebentar sama mamah gue boleh kan" tanya Silvia membuat Alex mengangukan kepalanya dan pergi meningalkan Silvia dan mamahnya.


"ada yang mau kamu tanyain vi" tanya mama silvia.


"iya mah da-" ucap Silvia terputus seseorang.


"mamah kenalin ini pacarku Adel" ucap Kelvin tiba-tiba datang.


Silvia yang melihat mamahnya fokus pada Kelvin akhirnya memilih pergi mencari Alex.

__ADS_1


------


bersambung 👀✌️


__ADS_2