
Saat ini Silvia sedang berada dikelasnya, ia sangat badmood sebenarnya untuk sekolah namun bagaimanapun ia harus berjuang demi dirinya sendiri karena kini ayahnya lebih tepat ayah angkatnya tidak mau mengakuinya.
"Via Lo kenapa melamun terus" tanya Stania menyenggol lengan silvia pelan.
"Gak apa-apa" jawab Silvia mengalihkan pandangannya menatap kearah luar jendela.
"Mohon perhatiannya semua" Ucap guru tiba-tiba datang dengan seorang perempuan yang berada disampingnya.
Suasana yang awalnya ramai menjadi hening seketika. Semua siswa dan siswi kembali ke tempatnya masing-masing.
"Vi gue sepertinya pernah lihat dia deh" ucap Stania memikirkan sesuatu.
"Oh" jawab Silvia singkat yang masih setia menatap luar jendela.
"Baiklah semua jadi orang yang berada disamping saya murid baru dan akan belajar bersama kalian dikelas ini!! Nak silahkan perkenalkan namamu" Ucap guru tersebut.
"Hai semua perkenalkan nama saya Isabella devani pangil saja Bella" ucap Bella dengan senyum manisnya.
Saat orang tersebut memperkenalkan dirinya Silvia dengan cepat mengalihkan pandangannya menatap orang tersebut.
"Bella nah iya itu orang yang ada di istana cokelat itu" ucap Stania sedikit keras membuat semua temannya menatap stania binggung.
"Yasudah semua nya ibu tinggal dulu sebentar ya!! Bella kamu bisa duduk didepan Silvia.
"Silvia angkat tanganmu" ucap guru tersebut membuat Silvia langsung mengangkat tangannya.
"Hai gue Stania" ucap Stania menjulurkan tangganya.
Posisi duduk Bella tepat diantara Silvia dan Alex, lebih tepatnya dibelakang bangku alex dan didepan bangku Silvia dan Stania.
"Hai juga gue Isabella pangil aja bella" jawab Bella membalas uluran tangan Stania.
"Eh ada Silvia, gue gak nyangka Lo bakal sekelas sama Lo" ucap Bella.
"iya!! oiya lu kok pindah sekolah kan udah kelas 12 sayang tau bentar lagi juga mau lulus" ucap Silvia.
__ADS_1
"hehehe gue malas aja liat sekolahan gue yang lama jadi gue berpikir pindah sekolah aja ya sekalian cari suasana baru gitu" jawab Bella.
"hhh bisa juga ya kayak gitu" ucap Silvia.
"iya selagi ada uang apa sih yang gak bisa" jawab Bella membuat Silvia mengangguk.
Setelah beberapa menit guru pun datang dan proses belajar belajar langsung dimulai. hingga bel pun berbunyi pertanda istirahat.
Kring...Kring...
Guru pun langsung keluar kelas diikuti teman sekelasnya, kini hanya tersisa beberapa orang dikelas antaranya Alex dkk,Silvia dkk, Bella dan teman sekelasnya yang tidak ke kantin.
"Lo gak ke kantin bell" tanya Clarisa beranjak dari kursinya.
"gak usah deh gue dikelas aja" jawab Bella.
"Oh yaudah kita ke kantin dulu ya" ucap Silvia mulai berjalan keluar kelas diikuti Stania dan Clarisa.
"Ayok Lex, fal ke kantin" ucap Dion menarik lengan Alex dan naufal.
----
kantin....
"kalian pesan apa" tanya Stania.
"Gue lagi malas makan gaes!! gue duluan ya" ucap Silvia beranjak dari duduknya keluar dari kantin
Alex yang melihatnya dari kejauhan mulai bingung dari sikap Silvia yang sangat berbeda.
"Dia kenapa" batin Alex, namun walau ia bingung tapi ia tetaplah cuek dan melanjutkan aktifitas makanya.
Taman belakang...
"ini" ucap seseorang mendudukan dirinya disamping Silvia yang sedang membaca buku.
__ADS_1
"Da...Daren lo kenapa bisa ada disini" tanya Silvia bingung, pasalnya seluruh murid pasti memanfaatkan waktu istirahatnya dikantin.
"ini minum dan makan dulu gue tau Lo belum makan" ucap Daren menyodorkan kantong plastik yang berisi makanan dan air mineral.
"Makasih" ucap Silvia dibalas anggukan.
"Dimakan" ucap Daren mengambil buku yang berada ditangan Silvia.
"iya nanti gue makan!! gue duluan" ucap Silvia menenteng kantong plastik tersebut.
"tunggu" Daren dengan cepat menahan lengan Silvia yang hendak berjalan.
"Gue tau Lo ada masalah, kalo Lo butuh teman curhat gue bisa kok jadi teman curhat Lo" ucap Daren.
"Gak usah sok peduli" ucap Silvia ketus dan langsung pergi dari taman.
"Gue tau lo pasti berbohong karena gue udah kenal Lo dari dulu" batin Daren menatap kepergian Silvia.
"hai Silvia Lo gak ke kantin" tanya Bella saat mereka berpapasan dikoridor sekolah.
"Gak" jawab Silvia dinggin dan langsung melanjutkan jalannya.
"kenapa nada bicaranya dinggin sekali" batin bella mulai mensejajarkan langkahnya dengan Silvia.
"Lo kenapa lagi sakit ya" tanya Bella namun Silvia tetap acuh.
"yaampun apa Lo lagi ada masalah" tanya bella langsung ditatap tajam oleh Silvia.
"ini buat Lo" Silvia menyodorkan makanan kantong kresek yang diberi oleh Daren saat ditanam.
Silvia pun melanjutkan jalannya, Bella yang berada dibelakangnya sangat kesal dan akhirnya membuang kantong kresek yang dikasih silvia ke tong sampah.
"Sial" umpat Bella mulai pergi dari sana.
---
__ADS_1
bersambung✌️👀