
Silvia memasuki kelasnya dengan ekspresi yang sangat kesal.
"Lo kenapa vi" tanya stania binggung saat melihat Silvia duduk dengan wajah yang muram.
"gak" jawab Silvia singkat jelas dan padat.
"Lo ada masalah apalagi emang sih Vi" tanya Clarisa mencoba bersabar.
"sa Lo tau nggak masa pas gue diparkiran tiba-tiba Briana datang terus dorong gue" jawab Silvia dengan nada serius.
"wah niat bange emang tu orang" ujar Stania membuat Silvia makin kesal.
"kok bisa sih Vi" tanya Clarisa mulai binggung.
"ya bisa lah mungkin dia cemburu gue datang sama Alex" jawab Silvia cepat.
"haaaaa Lo berangkat sama Alex" tanya Clarisa dengan tersenyum penuh arti.
"Lo kenapa senyum-senyum sa, ngeri gue liatnya" ucap Silvia.
"kyak...via ini berita yang bagus buat rencana kita" pekik Clarisa heboh.
"pst..sa..sa" bisik Silvia membuat Clarisa menoleh.
"tuh" gumam Silvia menunjuk seseorang dengan dagunya.
"eh...yaampun pak guru yang ganteng udah Dateng toh" ucap clarisa cengengesan.
"iya,dan kenapa kamu teriak-teriak" tanya pak guru.
"gak ada apa-apa kok pa" jawab Clarisa.
"udah cepat kalian berdua keluar untuk ikut upacara" ujar pak guru tersebut dan berjalan keluar kelas.
"kok berdua" tanya Clarisa binggung.
"iyalah orang Stania udah duluan"jawab Silvia berjalan keluar diikuti Clarisa.
__ADS_1
dan disinilah Silvia berada mengikuti upaca dibawah terik nya matahari, namun bukan Silvia namanya kalau tidak bisa mengikuti upacara.
"aduh sa kepala gue kok pusing ya" ucap Silvia memegangi kepalanya.
"mulai deh aktingnya" batin Clarisa.
"hei sini lo" ucap clarisa membuat seseorang datang.
"Lo kagak liat kepalanya pusing, lo kan anggota PMR kenapa gak siap siaga sih" omel Clarisa membawa Silvia menuju uks.
"ka biar saya saja yang membawanya ke uks, Kakak lanjut upacara aja" jawab anggota PMR tersebut.
"gak usah biar gue aja" Clarisa membawa Silvia menuju uks.
Di UKS..
"kenapa kalian semua ikut kesini kalian tidak mengikuti upacara" tanya clarisa.
"kita akan menjaga dia ka, dan ini ka minum dulu teh manisnya" ucap salah satu anggota PMR tersebut dengan memberikan Silvia secangkir teh manis.
"makasih yak!! kalian bisa kembali kok gue sama Clarisa aja" jawab Silvia meminun teh manis tersebut.
"udah gak papa kalian lanjutin aja tugas kalian" jawab Silvia.
"ok kak" ucap anggota PMR tersebut dan keluar dari uks.
"yea-" pekik Clarisa tertahan karena dibungkam oleh Silvia.
"gak usah teriak-teriak nanti mereka datang lagi" ucap Silvia menidurkan dirinya.
setelah beberapa menit kemudian saat Silvia akan tidur ia melihat seseorang yang ia kenali diserang sana namun terhalang oleh gorden pembatas.
Silvia pun memberanikan membuka gorden tersebut dan nampak lah seorang laki-laki
sedang tertidur dengan kedua lengan dijadikan sebagai tumpuan.
"Alex" gumam Silvia berjalan mendekati Alex.
__ADS_1
namun naas Silvia malah tersandung kursi yang berada disamping brangkar yang ditiduri Alex dan akhirnya ia terjatuh tepat didada bidang Alex.
"pergi" ucap Alex merubah ekspresinya dari terkejut menjadi dinggin.
"lu kenapa ada disini" tanya Silvia mulai berdiri.
"pergi" ucap Alex lagi.
"ish..lu ini gue perhatian salah semua salah" ucap Silvia kesal dan berjalan menuju tempatnya semula lalu menidurkan dirinya.
seseorang yang berada di sebrang nya lagi merasa terganggu oleh sebuah suara, hingga akhirnya orang tersebut berjalan mendekati suara.
"kenapa kau berisik sekali" ucap orang tersebut kesal, Silvia yang samar-samar mendengar suara pun akhirnya membuka matanya.
"kyak...si...siapa kau" pekik Silvia tersentak kaget dengan orang yang berada didepannya.
"perkenalkan gue Briana calon pacarnya pangeran Alexander" ucap briana dengan pd nya menjulurkan tanggannya.
"Lo Briana, ma...matam-" belum sempat Silvia menyelesaikan kalimatnya Briana langsung menutupi wajahnya dan berlari keluar dari Uks.
"aneh tapi ada apa dengan matanya" batin Silvia bertanya-tanya.
silvia melirik kearah samping dan melihat temanya yaitu Clarisa yang sedang tertidur pulas.
"malas ah tidur Mulu setiap di uks" gumam Silvia melirik kearah seluruh penjuru dan pandangannya langsung terfokus pada kotak p3k.
silvia berjalan mengambil kotak p3k tersebut dan langsung menghiasi wajah Clarisa yang sedang berada di alam mimpinya.
"nah kalo gini kan Lo Jadi tambah cantik sa" ucap Silvia cekikikan.
Silvia pun mulai meletakan kembali ke tempatnya kotak p3k dan langsung menidurkan dirinya hingga memasuki dunia mimpi.
Alex yang merasa tidak ada suara lagi akhirnya membuka matanya lalu berjalan mendekat kearah gorden dan Hinga tampaklah 2 orang yang sedang tertidur pulas .
"berakting sakit lagi" gumam Alex berjalan keluar dari uks.
-------
__ADS_1
bersambung👀✌️