
"kasihan banget ya Vi briana harus pulang kekelasnya dengan ekspresi kesal" ucap Stania mendramatisir.
"gk usa kebanyakan akting deh tan" jawab Silvia.
"Vi Lo tadi bisikin apa ke Briana kok dia bisa sampai tegang gitu" tanya Clarisa.
"eh...bukan apa-apa...em...sa...ehem...gu...gue bisa tanya sesuatu gak" taya Silvia gugup.
"tanya apa Vi selagi gue bisa gue bakal bantuin Lo kok" jawab Clarisa.
"em...andai kata kalo Lo dinikahin sama orang yang baru Lo kenal dan orang tersebut susah banget Lo deketin Lo bakal apa" tanya Silvia.
"kalo gue sih bakal mencoba membuka hati gue Vi walaupun gue tau resiko yang bakal gue hadapi kedepannya" jawab Clarisa.
"emang kenapa Vi, apa ini ada hubungannya dengan perjodohan Lo" tambah Clarisa.
"hehe...gak ada hubungannya sih gue hanya tanya aja" jawab Silvia cengengesan.
"owh... terus apa ada berita baru tentang perjodohan Lo" tanya Stania.
"belom ada tan gue juga masih mencoba mencari informasi lebih dalam" bohong Silvia.
"apa gue kasih tau aja y, tapi gue takut mereka gak setuju" batin Silvia.
-------
saat ini Alex dkk sedang berada di cafe dekat SMA nya, mereka semua langsung pergi dari sekolah saat upacara selesai.
"lex si leo mau ngajak Lo balap motor lusa nanti " ucap Naufal fokus pada hp nya.
"hm"
"gimana setuju gak jawabannya hanya iya atau engak" ucap Naufal menyeruput minumannya.
"dimana" tanya Alex lagi.
"di tempat biasa sih tapi taruhannya kali ini siapa yang kalah harus siap kehilangan motornya" ucap Naufal serius.
"gue saranin gak usah setuju deh Lex, kan Lo sayang banget sama motor Lo itu" saran Dion.
"gue pikir dulu" jawab Alex singkat.
__ADS_1
"oiya Lex mingu depan bakal ada acara camping dari sekolah dan itu khusus kelas 12 aja lu ada niatan bakal ikut gak" tanya Dion.
"gak tau"
"Lo wajib ikut Lex jarang Lo ada camping dari sekolah" ucap Naufal.
"hm"
"tau ah capek gue ngomong sama dinding kayak Lo" kesal dion.
"owh" jawab Alex mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan meletakan nya dimeja lalu mengambil kunci motornya dan beranjak keluar dari cafe.
"Wei tungguin" pekik naufal dan langsung berlari menyusul alex sama hal nya dengan Dion.
"Lex kita langsung kesekolah apa pulang" tanya Naufal.
"kesekolah" jawab Alex.
mereka pun langsung memacukan motornya menuju sekolahannya, namun saat sudah sampai diparkiran sekolah mereka langsung berhadapan dengan Silvia and the geng yang akan keluar di jam pelajaran.
"hei kalian mau pergi kemana" tanya Naufal.
"gue tanya malah balik tanya" ucap Naufal.
"hehe..ya kita mau bolos lah fal malas gue liat gurunya yang cerita tentang masa lalunya terus" jawab silvia mengeluarkan kunci motornya dari dalam saku celana.
"gak" ucap Alex membuat semua teman-temannya dan temannya Silvia binggung.
"ikut gue" tambah Alex lagi menarik lengan Silvia memasuki sekolahnya.
"woi anak orang ngapain Lo tarik-tarik" pekik Dion.
namun Alex malah diam dan malah mempercepat jalannya, Silvia pun berusaha menyejajarkan langkahnya.
"masuk" ucap Alex saat mereka sudah sampai didepan kelasnya.
"Lo bisa gak sih gak main tarik tanggan orang aja, kalo putus nanti gimana" kesal Silvia.
"idih ogah lu kalo mau masuk masuk aja" ucap Silvia berusaha pergi namun dengan cepat Alex menahan lengan Silvia yang akan pergi dan membawanya memasuki kelas.
"Alex Silvia kalian habis dari mana" tanya guru yang mengajar.
__ADS_1
"bolos bu" ucap Alex melanjutkan jalannya menuju bangku Silvia.
"yang bolos itu Lo bukan gue, lagian kalo Lo bolos enak juga gak ngajak-ngajak gue" gerutu Silvia yang masih dapat didengar oleh pendengaran Alex yang tajam.
"gue denger" ucap Alex.
"bodo emang gue peduli" jawab silvia menduduki kursinya dengan malas.
"siapa yang menyuruh kalian duduk, sini kedepan dan beritahu alasan kalian bolos" ucap guru tersebut dengan tegasm
"saya..alasannya..em...Bu saya boleh ijin tidak Bu" ucap Silvia mengangkat tanggannya.
"ijin kemana lagi, mau ijin bolos lagi" tanya guru tersebut.
"oh tentu saja tidak Bu, saya...anu...ekhm saya..ketoilet...nah iya Bu saya ijin ke toilet ya" ucap Silvia langsung berlari keluar kelas tanpa menunggu jawaban sang guru dan menghiraukan tatapan tajam alex.
"enak aja teman gue bolos sedangkan gue harus belajar dikelas" batin Silvia mempercepat laju larinya.
~Parkiran sekolah...
"kalian masih disini" tanya Silvia binggung.
"iya kita nungguin Lo" ucap Stania berjalan kearah motornya.
Silvia dan clarisa pun melakukan hal yang sama, mereka berjalan kearah motornya. namun belum sempat Silvia menduduki motornya tiba-tiba sebuah tanggan mencekalnya.
"Lo lagi, mau Lo apa sih" kesal Silvia menyentakan kasar tangganya.
"kekelas" ucap alex singkat.
"Lo itu bukan siapa-siapa gue jadi gak usah sok ngatur hidup gue" ucap Silvia kesal.
"Vi udah deh gak usah cari masalah, lain kali kan Lo masih bisa bolos bareng kita lagi" bisik Stania tepat ditelinga Silvia.
"bodo gue tetap mau bolos" ucap Silvia menghiraukan ujaran dari Stania.
"kekelas or terbongkar" ancam Alex membuat Silvia menghentikan langkahnya.
------
bersambung👀✌️
__ADS_1