LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

"via kamu kenapa lesu sekali vi hari ini" tanya mama Silvia.


Silvia menutup kedua matanya dan menyenderkan badannya ke sofa. "mah, mama tau gak kalo aku mau dijodohin sama anak temannya ayah"


"via ayahmu melakukan itu demi kebaikan kamu Vi,lagian calon mu seumuran ko sama kamu" ujar mama Silvia.


"Hah!! mah yang bener aja seusia sama aku" tanya Silvia menegakkan badannya.


"iya Vi, tenang mama sudah pastikan kok orang nya ganteng banget Vi" ucap mama Silvia antusias.


"ish!! mama ko malah seneng banget liat aku menderita" kesal Silvia.


"tunggu kamu kenapa gak seneng gitu sih, nih ya Vi mama kasih tau kamu bakal nyesel kalo gak mau nikah sama anak nya teman papa mu itu" ujar mama Silvia.


"kenapa bisa nyesal mah" tanya Silvia.


"ya nyesal lah vi, orang nya itu ya ganteng,tinggi,mancung,pinter dan yang paling penting dia itu idaman para wanita.


"ish!! ma,mama tau kan aku itu ngak bisa ngurus rumah tangga,apa lagi aku belum siap ma ngurus anak, aku juga kan masih mau kuliah ma" ucap Silvia kesal.


"kuliah sambil nikah kan bisa Vi udah deh kalo masalah anak kamu bisa buat sama suamimu nanti kalo udah siap" ucap mama Silvia mengangkat alisnya.


"tapi buat nya yang cepat ya Vi mama juga mau menimang cucu biar bisa pamer ke teman Arisa mama" bisik mama Silvia dan langsung beranjak pergi.


"mamah" pekik Silvia kesal.


"mamahmu panutanmu Vi ingat" teriak mama Silvia yang belum jauh.


------


"via" ucap Naufal menyentuh bahu Silvia yang membelakanginya.


"eh...yaampun gue kira Lo itu siapa,kagetin aja sih" ucap Silvia.


"hehe...vi Lo sama siapa dan kenapa bisa ada disini" tanya Dion duduk disebelah Silvia.


"sendiri dan habis dari supermarket beli nih makanan" jawab Silvia mengangkat makanan yang ia beli.


"owh..hmm...Vi gue boleh tanya gak" tanya Naufal.


"tanya apa" tanya Silvia.


"Lo itu sebenarnya pemilik sekolah ya" tanya Naufal serius.


"bukan" jawab Silvia singkat.


"lah yang bener Vi gue sempat dengar ko kalo ayah nya Briana bilang lo yang punya sekolahan yang kita tempati" ucap Naufal serius.


"muka Lo serius amat...haha!! gue kasih tau gue bukan pemiliknya gue cuman anak pemilik sekolahan itu" ucap Silvia santai.


"ya sama aja kali Vi" jawab Naufal.


"beda kok" ujar Silvia.


"ko bisa" tanya Naufal.

__ADS_1


"ya bisa lah anak pemilik sama pemilik!! noh tulisannya bedakan" ucap Silvia mengeja.


"beda tulisannya tapi satu makna Vi" ucap naufal.


"oiya Vi lu mau jalan sama gue gak nanti malam" tanya Naufal.


"Lo kagak usah macam-macam y, apa tujuan Lo ngajak gue jalan" tanya Silvia.


"kan besok malming nih Vi nah gue mau ngajak Lo ke pasar malam mau gak" ucap Naufal.


"wah gue suka tuh pasar malam,em....tapi dengan 2 syarat ya" jawab Silvia menunjukan angka 2 dengan jarinya.


"jumlah syaratnya kurangin 1 ya vi" ujar naufal bernegosiasi.


"ok mumpung gue baik gue kasih 3 syarat deh gimana" ucap Silvia


"hah....yaudah 2 syaratnya apa aja" pasrah Naufal.


"syarat 1 Lo harus ajak 2 teman lo"


"dan syarat kedua Lo harus berani traktir kita" tambah silvia.


"kita" tanya Naufal bingung.


"iya, Lo harus berani traktir orang yang ikut" jawab Silvia.


"loh,klo syarat ke 2 ok tapi syarat pertama gue gak setuju" ucap Naufal.


"yudah mending gak usah ngajak gue" jawab Silvia beranjang pergi.


"eh!!!tunggu Vi oke gue setuju tapi" ujar Naufal terputus.


"tapi Lo mau kan gue ajak makan siang bareng" ucap Naufal.


"yea gue kira apa"


"gimana setuju kan" ucap Naufal tersenyum manis.


"jangan senyum-senyum ih kan gaswat kalo sampai gue baper" ucap Silvia.


"hhhh...gimana ratu bersediakah anda makan siang bersama hambamu ini" ucap naufal membungkukan badannya layaknya sebagai seorang pangeran.


"lu ngapain fal, kagak malu apa dilihatin orang banyak gitu" ucap Silvia malu saat semua orang yang berada disana melihatnya aneh.


"lu mau ngak jawab dulu" tanya Naufal.


"mau gak ya...hm...entar kupikir dulu hingga 3 tahun kemudian" ucap Silvia menahan tawa.


"udah hayuk lah kelamaan nunggu Lo mikir gak selesai-selesai" ujar Naufal menarik lengan Silvia menuju mobil Naufal.


"eh tunggu fal" ucap Silvia membuat Naufal bingung.


"lah kalo gue naik mobil lo, mobil gue gimana" tanya Silvia.


"em... gimana kalo Lo suruh aja supir Lo datang ambil mobil Lo ntar gue yang antar Lo kerumah" ujar Naufal.

__ADS_1


"em...okelah" jawab Silvia.


-----


kini Silvia dan Naufal sudah berada disebuah kafe dan duduk disalah satu kursi yang disediakan.


"fi Lo mau pesan apa" tanya Naufal melihat-lihat menu makanan tersebut.


"em....gue pesen cappucino aja y soalnya dah kenyang fal...hehe" jawab Silvia cengengesan.


"oh ok Vi" jawab naufal dan mulai memesan makanan mereka.


"Vi gue boleh tanya gak"


"1 pertanyaan 100 ribu" jawab Silvia


"eh...wah namanya pemalakan itu, bangkrut gue lama-lama" jawab naufal.


"lah lebih parah gue hari itu gue traktir kalian semua pakai uang tabungan gue lagi" ucap Silvia kesal.


"lah kan gue diajak yaudah mumpung gratis, kesempatan tidak datang 1000 kali vi" jawab Naufal membela diri.


"hilih!!! yudah tanya apa" tanya Silvia.


"ehm...cowo idaman Lo gimana sih" tanya Naufal.


"hmm...ganteng pasti, bertanggung jawab dan sopan wajib, pintar harus, pekerja keras dan tidak suka tebar pesona" Jawab Silvia.


"haah...gue sih ganteng ia pintar kagak" gerutu Naufal yang masih bisa didengar Silvia.


"puft...haha...hooh fal Lo ganteng sih tapi no 1 dari belakang" jawab Silvia yang tidak mampu menahan ketawanya.


"lah kalo gue kagak ganteng ngapain coba banyak yang ngantri jadi pacar gue" ucap Naufal.


"mungkin mereka rabun kali" jawab Silvia.


"rabun apa" tanya Naufal.


"rabun dekat, makanya suruh orang yang pada ngantri nunguin Lo itu cek mata dulu" ucap Silvia tertawa terbahak bahak.


"dah lah makan itu makanan lo" tambah Silvia saat melihat waitres sudah datang.


"oiy Vi kamu nanti lanjutin kuliah dimana" tanya Naufal disela-sela makannya.


"huft..masih belum tau fal" jawab Silvia.


"aku bingung kuliah atau nikah" sambung batin silvia


"eh...sorry Vi kalo gue salah ngomong" ucap Naufal ketika melihat raut wajah Silvia berubah.


"oke oke santai aja" jawab Silvia dengan senyum manisnya.


"oiy nanti gue jemput jam 8 ya Vi" ucap Naufal.


"ok" jawab Silvia.

__ADS_1


------


bersambung 👀✌️


__ADS_2