LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

Silvia berjalan dikoridor sekolah menuju halte bis karna hari ini dia tidak membawa mobil apa lagi motornya kesayangannya kesekolah.


"Silvia"


Silvia menoleh kebelakang dan mengernyitkan dahinya.


"Apa" tanya silvia binggung dan melanjutkan jalannya.


"Bareng gue" jawab cowok tersebut yang tak lain adalah Alex.


"Haah!! Lo kagak sakit kan" tanya Silvia binggung.


Bagaimana tidak binggung tidak ada hujan tidak ada petir tiba-tiba ngajak pulang bareng.


"Gak, ayo" jawab Alex menarik pergelangan tanggan Silvia menuju mobil nya.


"Masuk" ucap Alex membuyarkan lamunan Silvia.


"Eh!!oke oke" jawab Silvia dan langsung memasuki mobil alex.


"Lo mau bawa gue kemana" tanya Silvia memberanikan diri bertanya.


"Pulang"


"Owh ke rumah gue kan" tanya Silvia lagi.


"Hm..."


Keadaan dimobil sangat hening,Silvia binggung harus membuka pembicaraan dari mana hingga akhirnya dia memilih diam.


Alex memberhentikan mobilnya tepat didepan gerbang rumah silvia,lalu Silvia pun segera turun dari mobil Alex.


"Makasih yha" ucap Silvia tersenyum manis.


"Duluan" jawab Alex mengangukan kepalanya dan menjalankan mobilnya menjauh dari rumah Silvia.


"Dasar beruang kutub" batin Silvia memasuki rumahnya.


"Eh yaampun mah, mamah ngapain didepan pintu" tanya silvia.


Mama Silvia tersentak kaget dan mulai salting "Eh!! Via...dah pulang Vi"


"Belum mah, aku ini hantunya Silvia" jawab Silvia menakut-nakuti mamahnya.


"Ye,kamu ini setiap ditanya serius malah gitu jawabnya" ucap mama Silvia kesal.


"Ehm...Vi itu tadi...eh...maksud mamah kamu pulang sama siapa" tanya mama Silvia berpura-pura tidak tahu.


"Sama Alex mah, kenapa" jawab Silvia yang masih belum mengerti maksud dari ucapan mamahnya.


"Wah!! Ada yang lagi pdkt sama calon mantu mamah nih" ucap mama.


"Maksudnya mah" tanya Silvia binggung.


"Maksudnya kamu itu gercep sekali dekatin calon mantu mamah" jawab mamah Silvia.


Silvia mendengus kesal saat mengetahui maksud ucapan mamahnya "apaan sih mah, anaknya baru pulang juga bukannya disambut malah ditanyain pertanyaan"


"Kan mamah tanya aja vi, yaudah kamu ganti baju kamu terus makan" ujar mama Silvia menduduki sofa.


"Siap mamah ku" jawab Silvia memberi hormat dan berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


------


Pukul 01.00 Alex memasuki apartemennya yang gelap gulita, lalu ia berjalan menuju kamarnya dan mengambil sebuah foto di samping tempat tidurnya.


"Mah? Al kangen mamah" gumam alex menutup kedua matanya, tanpa disadari sebutir air mata jatuh dari pelupuk mata Alex.


Flash back....


Hari ini adalah hari yang dinantikan Alex, karna hari ini hanya datang sekali dalam setahun.


Alex tertawa bahagia dengan teman-teman sebayanya yang datang di acara ulang tahunnya.


Yeah.....


"Yeah!! Potong kue nya" sorak teman-teman Alex menunggu Alex memotong kuenya.


"Eh..tunggu dulu ya semua, gimana Al bisa potong kue nya kalau lilinnya aja belum ditiup" ucap mamah Alex yang duduk kursi rodanya.


"Hehe...ayok Lex tiup lilinnya" ucap teman Alex kompak.


Alex pun meniup lilinnya lalu langsung memotong kuenya.


"Potongan kue pertama ini alex kasih untuk mamah tersayang" ucap Alex menyuapi mamahnya lalu mencium kedua pipi mamahnya.


"Makasih sayang, ini hadiah dari mamah" jawab mamah Alex memberi Alex sebuah kado.


"Wah..makasih mah" pekik Alex menciumi pipi mamahnya.


"Mah papah dimana" tanya Alex melihat seluruh penjuru.


"Papah lagi kerja Al" ucap mama Alex dengan senyum manisnya.


"Al ngak boleh cemberut donk kan sekarang Al udah berumur 10 tahun jadi harus kuat yha, masih ada mamah kok" ucap mama Alex.


"Siap mamah ku" ucap Alex dengan wajah yang kembali ceria lagi.


"Al mama boleh gak minta satu permintaan dihari ulang tahun Al" tanya mama Alex.


"Permintaan apa mah" tanya Al dengan raut wajah bertanya.


"Al kalo udah besar mau kan mamah jodohin sama anak teman mamah" tanya mama Alex.


"Jodohin itu apa mah" tanya alex.


"Kamu bakal tau saat besar Al, tapi itu yang mama minta dari Al dihari ulang tahunmu ini" ucap mama Alex.


"Aku mau kok mah" ucap Alex mengangguk-angukan kepalanya.


"Yaudah saat besar nanti Al gak boleh benci ya sama papah, apapun yang terjadi" ucap mamah Alex.


"Iya mah aku sayang mamah papah" ucap Alex memeluk mamahnya.


Cklek...


Pintu utama terbuka dan nampak lah ayah Alex dengan seorang wanita disampingnya.


"Ayah" pekik ayah Alex langsung turun dari pangkuan mamahnya dan berhamburan memeluk ayahnya.


"Selamat ulang tahun al, ini hadiah dari papah" ucap ayah Alex memberi Al sebuah kado.


"Wah makasih pah" ucap Alex berbinar.

__ADS_1


"Oiya al!! Kenalin Tante ini calon mamahmu" ucap ayah Alex.


"Maksudnya yah" tanya Alex binggung.


"Saat besar nanti kamu akan tau al" ucap ayah Alex duduk disalah satu kursi yang kosong bersama dengan wanita yang datang bersamanya.


"Ayah kok duduk disitu, ayok yah duduk disana sama mamah" ucap Alex menunjuk mamahnya yang duduk diatas kursi roda.


"Ayah duduk disini aja al" jawab ayah Alex tersenyum.


Saking fokusnya bicara dengan ayahnya Al tidak tau mamahnya sudah tidak ada ditempatnya semula.


Brukk..


Suara benda jatuh dari atas tangga membuat seluruh orang yang hadir dalam pesta Alex terkejut sama halnya dengan Alex.


"MAMAH" pekik Alex kecil berhamburan memeluk mamahnya yang tergeletak dilantai.


"Alex jangan sedih yha!! Alex harus inggat ya ucapan mamah jangan pernah benci ayahmu karena bagaimanapun juga dia tetap ayahmu" ucap mamah Alex tersendat dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya.


"Mamah banggun mah" ucap Alex mengoyakan tubuh mamahnya namun percuma mamahnya tidak bisa membuka matanya kembali.


"MAMAH!!!" teriak Alex memeluk mamahnya dan menangis dipelukan mamahnya.


Flash off..


"Mamah" ucap Alex terisak dan tertidur dengan memeluk foto mamahnya.


-----


"Eh bang,abang ko bisa awet sih pacaran sama kak Adel" tanya Silvia penasaran dan mendudukkan dirinya disamping abangnya yang menonton tv.


"Mau tau aja apa mau tau banget" goda Abang Silvia.


"Ish!! Gue serius bangkel" ucap Silvia kesal.


"Ya gak boleh marah" ucap Kelvin menoel-noel pipi Silvia.


"Gak usah sentuh pipi gue yang mulus" ucap Silvia memukul tangan kelvin.


"Gak u-" ucap Abang Silvia terputus.


"Tinggal jawab aja pertanyan gue bangkel" ucap Silvia kesal.


Hening...


"Nunguin yha" ucap Abang Silvia setelah lama hening.


"AU ah bodo" ucap Silvia kesal Menganti Chanel TV.


" nih ya dek, dalam sebuah hubungan itu perlu rasa saling percaya dan harus mendukung kalo gak gitu sebuah cinta aja gak cukup buat hubungan Awet" jelas kelvin.


"Idih sok bijak lu" ucap Silvia.


"Dasar adik durhaka Lo" ucap Abang Silvia beranjak pergi.


"Bodo ah" gumam Silvia mematikan tv dihadapannya dan berjalan menuju kamarnya.


-----


Bersambung 👀✌️

__ADS_1


__ADS_2