LIGHT INTHE DARK

LIGHT INTHE DARK
LIGHT INTHE DARK


__ADS_3

stania merasa jenuh karena dari tadi silvia dan Clarisa pada sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.


"Vi bosan nih ngapain gitu yuk" ucap stania mendudukkan dirinya.


"maksudnya" tanya Silvia.


"ish lu gak bosen apa, kita udah 3 jam diam terus" ujar Stania kesal.


"iya Vi, bosen juga lama-lama kalo kita diem terus" tambah Clarisa.


"yaudah kita sekarang ngapain" tanya silvia.


"lah kita tanya malah balik tanya" gerutu Stania.


"gimana kalo kita buat challenge aja" ucap Silvia.


"challenge apa" tanya Clarisa.


"nah jadi challenge nya itu kita makan ini kue tapi ditambahin pakai bubuk cabe level akhir" jawab Silvia mengangkat kue yang ada diatas meja.


"em... apa enak ya Vi, gue kok gak yakin ya sama rasanya nanti" ucap Clarisa tidak yakin.


"yakinin aja!! jadi nanti yang kalah harus mau dikasih 3 permintaan dari yang menang, gimana setuju gak kalian" ucap Silvia.


"gue setuju, kalo Lo gimana sa" tanya Stania pada Clarisa.


"yasudah iya" jawab Clarisa.


"ok gue beli dulu y bubuk cabe nya" ucap Silvia mengambil tasnya.


"tunggu gue ikut" pekik stania berlari mengikuti Silvia namun terhenti.


"Lo gak ikut sa" tanya Stania menoleh kearah belakang dan menatap clarisa.


"gak ah malas kalian aja" jawab clarisa.


"yaudah" ucap stania berlari mengejar silvia.


Supermarket..

__ADS_1


kini Silvia dan Stania sudah sampai di tempat tujuan, mereka langsung turun dari motor dan berjalan memasuki supermarket.


"Vi tunggu deh" ucap Stania menahan lengan Silvia yang akan memasuki supermarket.


"Apa" tanya Silvia.


"Lo lihat deh itu" ucap Stania menunjuk sesuatu yang ada di sebrang jalan.


"yang mana" tanya Silvia melihat kearah yang ditunjuk Stania.


"itu loh yang ada disana" tunjuk Stania lagi.


"Ada apa sih" tanya silvia mencari sesuatu yang aneh.


"Itu Lo ada layang-layang lucu nyangkut di tiang listrik" jawab Stania.


"Apaan sih Lo gak jelas amat" ucap Silvia kesal memasuki supermarket.


"Gue salah ngomong ya" gumam stania memasuki supermarket.


"Tan menurut Lo ambil yang mana" tanya Silvia menunjukan 2 jenis bungkus bubuk cabai.


"iya juga sih, em... gimana kalo kita ambil dua-duanya aja" ucap Silvia memasukan bungkusan bubuk cabe kedalam keranjangnya.


"kalo tau gitu kenapa minta saran gue vi" gerutu Stania.


"gue gak minta saran gue tadi minta pendapat Lo doank" jawab Silvia meningalkan stania yang sedang bingung.


"emang beda ya saran dengan pendapat, sebenarnya ini otak gw yang tidak mampu menerjemahkan atau karena gue yang Malas berfikir" gumam stania.


"Lo habis ngapain" tanya Silvia memilih beberapa minuman.


"saya batu saya diam" Ucap Stania berpura-pura melihat-lihat.


"hm...Lo mau beli apa" tanya Silvia memilih beberapa kripik yang ada di rak.


"Ntar gue pilih dulu" ucap Stania meninggalkan Silvia yang sedang memilih.


Stania pun pergi ke rak sebelah dan menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. "ini kan selai coklat yang manis banget sampai buat gigi gue ngilu" gumam stania.

__ADS_1


Stania pun mengambil 3 selai tersebut tidak lupa ia pun mengambil beberapa makanan dan minuman.


"udah belom vi" tanya Stania tiba-tiba datang dengan 2 keranjang yang berisi makanan ringan.


"haaaa, makanan sebanyak itu untuk siapa Dan untuk apa tan" tanya Silvia bingung.


"untuk gue lah" jawab Stania berjalan menuju kasir.


"ini mba belanjaannya total semua nya 560 ribu mba" ucap kasir tersebut menyodorkan struk dan belanjaan Silvia dan Clarisa.


"ini mba uang nya, makasih ya" ucap Silvia memberikan beberapa lembar uang kertas.


"yaampun Stania untuk apa Lo beli masker wajah segala" kesal Silvia melihat struk belanjaan.


"iya untuk wajah gue lah" jawab Stania cengengesan.


"ish...kalo Lo mau ngerawat wajah ngapain gak Lo beli sendiri produknya ogeb" kesal Silvia menaiki motornya.


"tunggu jangan tinggalin gue" pekik Stania langsung naik keatas motor Silvia.


Silvia pun menjalankan motornya menjauh dari supermarket.


"vi,Vi berhenti sebentar Vi" ucap Stania membuat Silvia menghentikan motornya.


"apa" tanya Silvia.


"liat deh itukan Briana" ucap Stania menunjuk seseorang yang berada di sebrang jalan.


"terus ada apa dengan briana" tanya Silvia binggung.


"lihat baik-baik deh, Briana kenapa mau aja diboncengi om-om ya" ucap Stania binggung.


"mungkin itu om nya kali, udah positif thinking aja" ucap Silvia menjalankan motornya lagi.


"gue kok ngerasa ada yang salah ya" gumam Stania yang masih dapat didengar Silvia.


"hidup orang gak usah Lo urusin tan, biarin aja sesuka nya mau apa intinya kan bukan Lo" jawab Silvia membuat Stania mengangguk.


----

__ADS_1


bersambung👀✌️


__ADS_2