London One Night Stand

London One Night Stand
Chapter 26


__ADS_3

Boy sudah selesai membersihkan dirinya, ia mengambil handuk untuk mengeringkan rambutnya dan duduk di tepi ranjang. Dimana Clara sudah tertidur dengan pulas.


Manik mata berwarna biru itu terus menatap ke arah Clara, tanpa sadar tangannya mengusap lembut bibir wanitanya. Ia mengingat kembali saat dimana melakukannya untuk pertama kali bersama Clara.


"Sial! Seharusnya aku membencinya, tapi kenapa tidak bisa!" hanya melihat punggung Clara saja sudah berhasil membuat sisi liar Boy bangkit dan meronta.


Berbeda saat dirinya sedang bersama Alice. Bahkan miliknya sama sekali tidak merespon. Padahal jelas sekali kalau Alice lah yang dia cintai, bukan Clara.


"Sepertinya aku sudah gila!" Boy beranjak dari duduknya, namun terhenti saat Clara menarik lengan.


"Jangan pergi, aku mohon..."


Boy menghela nafas dan terpaksa duduk kembali, bahkan saat ini dia belum sempat memakai apapun. Hanya selembar handuk yang melilit di pinggangnya.


"Aku tidak akan pergi," ucap Boy lirih.


"Justin..." lanjut Clara.


Mata Boy membola mendengar nama Justin. Lagi-lagi pria itu lagi yang Clara sebut meski dia sedang berada di dalam mimpi sekalipun.


"Sebenarnya apa istimewanya Justin di mata mu, ini sudah kedua kalinya kau menyebut namanya di dalam mimpimu." Boy tersenyum kecut lalu pergi meninggalkan kamar tersebut dengan raut wajah kecewa.

__ADS_1


***


Keesokan harinya, Boy bangun terlebih dulu. Menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya sendiri. Pria itu kembali menampakan raut wajah datar.


"Selamat pagi, maaf aku terlambat bangun." ucap Clara menghampiri Boy dan berniat untuk menggantikannya memasak.


"Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri. Kau duduk saja--" Boy tidak melanjutkan kalimatnya saat melihat penampilan Clara. Alih-alih ingin bertanya, tapi Boy mengurungkan niatnya.


"Shhh..." desis Clara saat merasakan sakit luar biasa di bagian perutnya. Namun ia mencoba untuk tidak menunjukkannya pada Boy.


"Hari ini aku mulai bekerja di kantor Justin." ucap Clara membuat Boy menghentikan kegiatannya sejenak lalu melanjutkannya kembali.


"Terserah, lakukan saja apa yang kau inginkan." jawab Boy tanpa menatap ke arah Clara. Setelah menyelesaikan ritual memasaknya, pria itu memberikan satu piring nasi goreng udang di atas meja.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Clara yang merasa risih di tatap oleh Boy.


Boy terdiam. Ia merasa ada sesuatu yang aneh pada Clara. Kemana sikap manja, keras kepala dan menyebalkan nya itu. Kemana tiba-tiba menjadi wanita dengan tutur kata lembut. Tidak mungkin kan ini karena Justin? Apa Clara ingin terlihat sempurna di mata pria itu?


Dan yang paling aneh, Clara tidak menyukai nasi goreng udang. Itu adalah makanan kesukaan Boy. Tapi kenyataannya berbeda, sepiring nasi itu habis tidak tersisa.


"Kau menghabiskannya?" tanya Boy heran.

__ADS_1


Clara mengangguk dan bahkan menyodorkan piringnya. "Berikan aku nasi goreng itu lagi, aku menginginkan nya." pinta Clara dengan wajah memelas.


"Apa? Sejak kapan kau--"


"Aku lapar, Boy! Kenapa kau terus saja bertanya. Kalau tidak mau memberikannya katakan saja." ketus Clara beranjak dari sana dan melangkahkan kaki keluar dari apartemen.


''Clara! Tunggu!" Boy mengusap wajahnya frustasi lalu segera menyusulnya sebelum wanita itu pergi menjauh.


Clara sudah berada di sebuah halte bus, dimana hari ini adalah hari pertamanya bekerja di kantor Justin.


"Dasar menyebalkan, aku hanya ingin makan nasi goreng itu. Kenapa dia tidak memberikannya." gerutu Clara dengan air mata hang menetes. Aneh sekali bukan, ia menangis hanya karen nasi goreng.


Clara mengusap pipinya. "Lupakan Clara. Sekarang adalah hari pertamamu bekerja jadi kau harus semangat!" wajah nya kembali murung saat mengingat kalau dirinya tengah hamil. Clara mengusap perutnya lalu tersenyum.


"Yang kau lakukan disini sendirian?" tanya seorang pria yang kemudian duduk di sampingnya, melepas jasnya untuk menutupi bagian bawah Clara yang sedikit terekspos. "Apa kau tidak tau banyak mata pria hidung belang yang menatap seakan ingin memangsamu!"


"K-kau kenapa ada disini?"


"Aku khawatir padamu..."


...----------------...

__ADS_1


Jangan Lupa Mampir



__ADS_2