London One Night Stand

London One Night Stand
Chapter 49


__ADS_3

Pagi ini mereka semua sudah berada di depan meja makan untuk menikmati sarapan pagi. Kecuali Justin, karena sejak tadi malam ia tidak pulang ke mansion utama. Tentu saja tidak pulangnya Justin membuat mom Sofia cemas. Meski dalam keadaan marah sekalipun, Justin selalu pulang.


"Dimana anak nakal itu, honey? Dari semalam aku tidak melihatnya sama sekali." tanya dad Dave sambil menikmati secangkir kopi panas karena tidak terbiasa sarapan pagi.


Mom Sofia menggidikan bahu acuh dan kembali fokus dengan hidangan yang ada di hadapannya. Jika ia menjawab ucapan suaminya di pastikan akan terjadi pertengkaran. Apalagi kalau dad Dave tau Justin menghamili Alice, mantan tunangan adiknya sendiri.


"Daddy mau cemilan apa, biar aku buatkan." sela Clara bermaksud mendinginkan suasana.


"Terima kasih sayang, Daddy hanya--" ucapan dad Dave terhenti saat Boy meletakkan sendok dan garpu nya sedikit kuat hingga menimbulkan bunyi. "Dasar tidak punya sopan santun, kita sedang makan. Bisakah kau bersikap selayaknya pria yang di didik dengan benar."


Sungguh, inilah yang membuat Boy tidak pernah betah berada di mansion dan memilih untuk pergi saat itu. Daddy nya selalu saja mengekang dan menuntutnya untuk menjadi sempurna. Tidak hanya pada Boy, tentu saja Justin juga.


Hanya saja Justin memilih bertahan, dan Boy memilih pergi.


"Berhenti memanggil istriku dengan sebutan sayang!" ketus Boy lalu beranjak dari duduknya dan pergi dari sana.


"What?" ucap mereka bertiga hampir bersamaan. Boy marah hanya karena masalah sepele? Menggelikan sekali.

__ADS_1


Dad Dave dan mom Sofia menatap Clara yang masih bingung dengan jawaban Boy padahal jelas sekali kalau tadi mereka sedang bicara serius.


"Mom, Dad kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Clara sedikit gugup.


"Kalian tidak sedang bertengkar 'kan?" mom Sofia mencoba memastikan.


Clara menggeleng. Tentu saja mereka tidak bertengkar karena tadi malam Boy menerjangnya sampai pagi. Bahkan tidak mengijinkannya tidur sama sekali. Kalau tidak ada dad dave mungkin pagi ini mereka masih berada di atas rajang.


"Tapi benar juga, rambutmu basah. Pasti bukan pertengkaran yang serius." sindir mom Sofia membuat Clara tak bisa berkata-kata lagi.


"Sudahlah, mereka pengantin baru bukan? Jadi biarkan saja." dad Dave menyela. "Clara pergilah dan rayu suamimu itu. Karena mulai hari ini di akan menggantikan Justin sebagai CEO di Matteo's Grup.


"Suamiku, apa kau yakin akan menyerahkan jabatan mu pada Boy sekarang. Bagaimana dengan Justin, dia pasti akan sangat kecewa."


"Aku lebih kecewa pada putra kita yang sekarang tidak pulang dan malah bersama seorang wanita di sebuah hotel." setelah mengatakan itu dad Dave bangkit. "Antar aku ke hotel itu, Mark!"


"Baik, Tuan."

__ADS_1


Mom Sofia kalang kabut. Ia tidak menyangka kalau suaminya diam-diam menyelidiki keberadaan Justin. "Astaga, bagaimana ini. Posisi nya sudah terancam dan sekarang dia malah kepergok berada di dalam hotel bersama seorang wanita. Kenapa kau selalu saja membuat masalah, Justin." lirih mom Sofia sambil memijat kepalanya. Lalu beberapa saat stelah itu, ia mengambil ponsel untuk menghubunginya.


"Angkat, Justin! Oh God, anak itu memang berbeda sekali dengan adiknya."


******


Justin terbangun, ia membuka kedua matanya saat merasa ada sesuatu yang berat menindih lengan dan juga dadanya.


"Sial! Kepalaku pusing sekali. Padahal semalam aku hanya meminum dua botol saja." Justin melihat ke samping, seketika wajahnya berubah shock. Seorang wanita yang begitu sangat ia kenali sedang memeluk tubuhnya dan yang paling mengejutkan, mereka berdua sama-sama polos tanpa sehelai benang.


"Alice..." Justin menjauhkan tubuh wanitanya lalu turun dari ranjang, memunguti pakaiannya. Ia berniat pergi dari sana sebelum Alice bangun.


"Pasti wanita gila ini menjebak ku lagi, sama seperti malam itu." gerutu Justin. Belum sempat ia masuk ke kamar mandi, terdengar suara ketukan pintu. Dengan cepat ia menutupi tubuh Alice dan memakai celana pendeknya.


"Siapa yang datang pagi-pagi begini sih," Justin membuka pintu, lagi-lagi ia terkejut melihat pria yang berada di hadapannya sekarang.


"Dasar anak nakal!" teriakan pria itu menggema hingga membuat Alice terbangun.

__ADS_1


"Daddy, kau di sini?" tanya Justin. Bisa dipastikan ia akan langung di nikahkan dengan Alice detik ini juga. Apalagi saat ini yang memergokinya adalah dad Dave. "Tamatlah riwayat burungku..."


__ADS_2