London One Night Stand

London One Night Stand
Chapter 27


__ADS_3

Clara terkejut saat menoleh ke belakang, ia melihat Boy berlari menghampirinya bersamaan dengan Justin yang juga sudah menarik tangannya.


"Kita akan berangkat ke kantor bersama," ujar Justin.


"Tidak bisa, aku suaminya jadi aku yang berhak atas dirinya."


Clara terpojok sekarang, ia tidak tau siapa yang akan dia pilih saat ini. menerima ajakan Justin ataukah Boy.


"Aku, tidak..."


Boy dan Justin saling menatap permusuhan. Seakan keduanya sudah saling mengenal begitu lama.


"Lepaskan istriku!"


Justin berdecih lalu tersenyum mendengar ucapan Boy yang mengklaim Clara sebagai istrinya.


"Lalu mau kau taruh kemana Alice, hum?!"


"Bukan urusanmu! Ayo kita pergi, Clara."


Clara menepis tangan Boy. "Kalian saling mengenal? Wow mengejutkan sekali. Aku bahkan tidak tau ini." ujar Clara merasa seperti sedang di bohongi oleh kedua pria itu.


Boy menghela nafas. "Dia saudaraku."


Deg!

__ADS_1


Clara tercengang mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut Boy. Mereka berdua bersaudara?


"Justin Matteo, putra pertama keluarga Matteo." Justin ikut menimpali ucapan Boy.


"J-jadi kalian..."


Boy dan Justin mengangguk bersamaan. Membuat Clara mundur ke belakang karena shock. Ia tidak menyangka jika Boy adalah keturunan Matteo. Yang selama Clara tau, suaminya hanyalah seorang bodyguard.


"Sepertinya aku butuh waktu sendiri." ucap Clara hendak meninggalkan mereka berdua namun lagi-lagi ditahan.


"Apa kau ingin dipecat di hari pertamamu bekerja karena terlambat, Nona Clara?" ucap Justin.


Sedangkan Boy hanya diam dan pasrah. Tentu saja Clara saat ini pasti akan lebih memilih pergi bersama Justin. Apalagi, pria itu adalah pewaris tunggal Matteo grup.


Ditambah lagi, Clara selama ini selalu bermimpi untuk hidup bahagia dengan pria kaya yang memiliki banyak harta.


Boy yang sejak diam mendongak dan menatap Clara yang juga sedang memandang dirinya.


"Baiklah, aku akan memberimu kesempatan besok. Datanglah tepat waktu." Justin masuk ke mobilnya dan pergi dari sana.


"Dan kau, jelaskan semuanya padaku sekarang!"


***


"Bagaimana, apa dia mau pulang?" tanya wanita paruh baya yang sedang duduk menikmati secangkir teh hangat.

__ADS_1


"Aku bahkan belum mengajaknya, Mom." jawab Justin meraih toples berisi kue kering lalu memakannya.


"Dasar anak nakal," wanita itu menarik telinga Justin sedikit kuat. "Mommy tidak mau tau, bawa dia segera atau jabatan Ceo akan Mom berikan pada orang lain!"


"Kenapa Mommy mengancam ku, dia bahkan sudah menikah sekarang." ceplos Justin lalu segera menutup mulutnya.


"Apa? Menikah?!"


"Haish, aku kelepasan bicara. Ini pasti akan menjadi berita heboh siang ini." gumam Justin mengusap telinganya yang memerah akibat ulah Mommy Sofia.


"Kalau begitu tugasmu sekarang, membawa Boy dan istrinya itu kemari." perintah mom Sofia tegas. "Sudah memutuskan pertunangan sepihak dengan Alice, sekarang dia malah menikah diam-diam. Dasar anak durhaka!"


Mom Sofia merasa geram dengan tingkah putra bungsunya itu. Sejak dulu Boy memang tidak suka di atur dan lebih sering memberontak.


"Melihatku saja dia seakan sedang menatap seorang musuh, bagaimana caraku mengajaknya kemari." gerutu Justin kesal.


"Mommy tidak mau tau, Justin. Kau harus membawa Boy pulang bersama dengan wanita itu. Secepatnya."


Justin terpaksa mengiyakan permintaan Mommy Sofia. Daripada ia jadi sasaran kemarahan wanita itu.


"Baiklah, tapi aku tidak janji dia mau ikut denganku." setelah mengatakan itu Justin beranjak dari duduknya dan meninggalkan Mom Sofia yang masih menatap kepergiannya.


"Aku ingin tau, wanita seperti apa yang sudah berhasil mengambil hati putraku."


...----------------...

__ADS_1


jangan lupa mampirr



__ADS_2