London One Night Stand

London One Night Stand
Chapter 35


__ADS_3

"Selamat pagi," sapa seorang pria yang tak lain adalah Justin.


"Pagi, Pak." jawab Clara. Namun wanita itu segera memalingkan wajahnya. Ia enggan memberi harapan palsu pada Justin karena saat ini dirinya tengah mengandung anak dari Boy, adiknya.


Justin mendekati Clara yang nampak fokus dengan layar komputernya. "Malam ini maukah kau pergi bersamaku, Clara." ujar Justin membuat Clara menghentikan aktifitasnya.


"Maaf, Tuan, Kita sedang berada di kantor. Bisakah anda bersikap selayaknya atasan dan bawahan seperti yang lain." ketus Clara, sejak tadi banyak mata yang memandang aneh ke arah mereka berdua.


Apalagi sekertaris Justin yang beberapa hari ini bersikap ketus padanya, karena mungkin memiliki perasaan pada pria itu.


"Kau adik ipar ku, jadi--"


"Di kantor saya adalah bawahan anda, kumohon mengertilah." pinta Clara.


Justin menghela nafas kasar. Tidak biasanya Clara bersikap dingin dan formal seperti ini padanya. Entah apa yang terjadi pada wanita itu.


"Baiklah, jam dua kita makan siang bersama," ajak Justin.


Clara terdiam, ia tidak menolak juga tidak mengiyakan. Melihat Clara yang seperti itu, Justin segera meninggalkannya dengan raut wajah sedikit kecewa.


"Huh... Akhirnya dia pergi juga. Maafkan aku, Justin." gumam Clara menoleh dan melihat punggung Justin berlalu dari sana.

__ADS_1


Brak!


Sebuah tumpukan berkas mendarat tepat di depan meja Clara, siapa lagi pelakunya kalau bukan Amanda, sekertaris Justin.


"Kerjakan itu dan jangan terlalu banyak tebar pesona. Pukul satu aku harap kau menyelesaikannya." perintah Amanda tidak bisa di ganggu gugat. Jika dia meletakkan sebuah berkas di hadapannya, berarti itu berkas penting.


"Apa kau sengaja membuatku agar tidak bisa makan siang dengan Justin?" tanya Clara tanpa menatap Amanda.


"Ma-mana ada? Berkas itu memang harus segera dikerjakan dan--"


"Aku sudah menikah, Amanda. Jadi buang saja jauh-jauh pikiran picik mu itu padaku." ucapan Clara membuat Amanda diam, ia pikir selama ini Clara masih single.


"Oh, benarkah? Aku bahkan tidak peduli tentang statusmu." ujar Amanda dengan suara lembut, berbeda dari biasanya yang kasar.


"Akhirnya selesai." tepat pukul dua belas, Clara beranjak dan berniat menyerahkan laporan itu pada Justin.


Namun, saat mulai melangkahkan kaki, ia melihat seorang wanita yang sangat dikenalinya. "Alice, apa yang dia lakukan di sini?"


Karena penasaran Clara mengikuti Alice. Dan benar saja wanita itu masuk ke lift menuju ke ruangan Justin yang berada di lantai dua.


"Sayang..." sapa Alice bergelayut manja, mengalungkan kedua tangannya di leher Justin dan mencium pipinya.

__ADS_1


Tapi tidak dengan Justin, pria itu terlihat dingin dan acuh padanya. "Kenapa kau datang kemari? Sudah kubilang, jangan temui aku di kantor."


Alice memutar bola mata malas, karena setiap hari itu yang selalu Justin katakan saat ia datang ke sana. "Aku merindukanmu," ucapnya duduk di pangkuan Justin.


"Alice, jaga batasan mu!"


"Batasan? Apa kita memiliki batasan setelah malam panas yang kita lakukan malam itu?"


"Itu hanya sebuah kecelakaan." Justin mencoba menjauhkan tubuh Alice, tapi wanita itu terus mendekat dan menempelkan kedua benda kenyalnya di dada Justin.


"Bagaimana kalau kita bekerja sama, aku akan memberikan tubuhku asal kau mau membantuku mendapatkan Boy. Dan kau juga bisa mendapatkan Clara." bisik Alice lirih.


Mendengar ucapan Alice, Justin seakan mendapat sebuah angin segar. "Bagaimana caranya?" tanya Justin membelai rambut Alice dengan penuh kelembutan.


Tidak dipungkiri wanita itu memiliki wajah dan tubuh yang indah. Hanya saja, Alice berubah setelah mendengar Boy menikah dengan Clara. Lebih gilanya, ia adalah satu-satunya pria yang pertama kali menikmati tubuhnya.


"Buat Clara tergantung padamu dan membenci Boy. Sedangkan aku akan menjebak pria itu dengan caraku sendiri." seringai tipis terlihat di bibir Alice. Cinta membuat Alice buta, bahkan ia bersedia melakukan hal kotor untuk mendapatkan apapun keinginannya.


"Sial, aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Ayolah Clara kenapa kau kepo sekali dengan urusan mereka." gerutu Clara, memutuskan untuk pergi namun tiba-tiba saja pintu ruangan Justin terbuka.


"Apa yang kau lakukan disini, nona Clara Alfred!"

__ADS_1


"Mampus!" gumam Clara dalam hati.


__ADS_2